GROBOGAN – Suasana sakral dan penuh semangat mewarnai Kirab Budaya Boyong Grobog dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-300 Kabupaten Grobogan.
Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto tampil gagah sebagai Manggolo Yudho dengan menunggang kuda, memimpin barisan kirab dari Kantor Kelurahan Grobogan menuju pendapa kabupaten.
Berbalut busana adat perang Jawa, Dandim memerankan sosok panglima perang yang melambangkan keteguhan, keberanian, serta kesiapsiagaan dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.
Peran tersebut bukan sekadar simbolik, melainkan representasi sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan Kabupaten Grobogan.
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto turut mendampingi dalam peran yang sama, mempertegas kekompakan aparat dalam momentum bersejarah tiga abad Grobogan.
Iring-iringan kirab berlangsung khidmat, diikuti jajaran pejabat Forkopimda yang mengenakan pakaian tradisional Jawa.
Bupati Grobogan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan tradisi Boyong Grobog sebagai warisan budaya yang sarat makna sejarah.
“Di usia ke-300 ini, kita mengusung tema Nyawiji Mbangun Deso Noto Kutho. Dengan bersatu, kita menjadi kuat untuk bersama-sama membangun Grobogan yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.
Baca Juga: Wamentan Sudaryono Hadir di Boyong Grobog HUT ke-300 Grobogan, Bicarakan Takdir dan Pertanian
Ribuan warga memadati sepanjang rute kirab. Sorak sorai dan antusiasme masyarakat terlihat saat barisan pasukan adat dan tokoh-tokoh daerah melintas. Banyak warga mengabadikan momen langka itu dengan ponsel mereka.
Prosesi Boyong Grobog ditutup dengan tradisi gunungan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas keberkahan dan kemakmuran daerah. Di usia tiga abad, semangat kebersamaan dan gotong royong terus diteguhkan, menjadikan Grobogan semakin kokoh melangkah ke masa depan. (int)
Editor : Mahendra Aditya