Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tanggul Jebol 30 Meter di Tinanding Berhasil Ditangani, BBWS Pemali Juana Siapkan Normalisasi Sungai Tuntang

Sirojul Munir • Jumat, 20 Februari 2026 | 19:16 WIB
TERTUTUP – Tanggul jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong berhasil ditutup Jumat (20/2) dilanjutkan penguatan tanggul selama dua pekan.
TERTUTUP – Tanggul jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong berhasil ditutup Jumat (20/2) dilanjutkan penguatan tanggul selama dua pekan.

GROBOGAN – Tanggul jebol sepanjang 30 meter akibat luapan Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, akhirnya berhasil ditutup, Jumat (20/2).

Penanganan darurat tersebut dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk menghentikan limpasan air ke permukiman dan area persawahan warga.

Kasatker Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Pemali Juana, Priyo Hambodo, memastikan pekerjaan penutupan tanggul rampung sesuai target.

“Mitigasi jangka pendek penanggulangan tanggul jebol dilakukan dengan menutup tanggul. Target kami hari ini selesai, dan per hari ini tanggul sudah tertutup,” ujarnya di lokasi.

Meski tanggul telah tertutup, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. BBWS masih akan melakukan penguatan struktur agar tidak kembali jebol saat hujan deras turun.

“Penguatan tanggulnya membutuhkan waktu sekitar dua pekan. Ini untuk memastikan ketika terjadi hujan intensitas tinggi, tanggul mampu membendung sementara dan tidak langsung jebol,” jelas Priyo.

Selain titik yang sempat jebol, pihaknya juga mengidentifikasi sejumlah tanggul kritis di sepanjang aliran Sungai Tuntang yang akan diperbaiki sebagai langkah antisipatif.

Untuk jangka panjang, BBWS Pemali Juana telah menganggarkan program normalisasi Sungai Tuntang.

Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan kapasitas tampung sungai ketika debit air meningkat.

“Kami akan lakukan normalisasi di aliran sungai. Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, sungai yang sudah dinormalisasi diharapkan mampu menampung debit air lebih besar,” terangnya.

Priyo menambahkan, persoalan banjir tidak hanya berkaitan dengan tanggul semata. Kondisi daerah aliran sungai (DAS), termasuk alih fungsi tata lahan dan sedimentasi, turut memengaruhi daya tampung sungai.

“Ada beberapa pihak terkait di wilayah DAS. Kami harapkan pengelolaan tata lahan diperhatikan agar sedimentasi berkurang dan sungai tetap mampu menampung air hujan,” tandasnya.

Dengan tertutupnya tanggul jebol di Tinanding, diharapkan risiko banjir susulan bisa ditekan, terutama di tengah potensi hujan yang masih tinggi dalam beberapa pekan ke depan. (mun)

Editor : Mahendra Aditya
#Bupati Grobogan Setyo Hadi #tanggul jebol #jalan purwodadi semarang #Gubernur Jateng Ahmad Luthfi #BBWS Pemali Juana #banjir grobogan