Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Siapkan Sendiri Kebutuhan Tampil

Saiful Anwar • Senin, 6 Desember 2021 | 16:13 WIB
MAKSIMAL: Negro Plangton Firdaus (bawah) tampil di Festival Payung Indonesia kemarin. (DOKUMEN PRIBADI)
MAKSIMAL: Negro Plangton Firdaus (bawah) tampil di Festival Payung Indonesia kemarin. (DOKUMEN PRIBADI)
Festival Payung Indonesia baru saja digelar di Surakarta. Negro plangton Firdaus, putra asal Blora juga ikut meramaikan acara berskala nasional itu. Selain tampil, kebutuhan lain seperti penataan artistik, koreografer, dan penari ia siapkan sendiri.

Vachri Rinaldy L, Blora, Radar Kudus

NEGRO Plangton Firdaus berkomitmen untuk menghidupkan seni dan budaya. Pemuda berusia 20 tahun ini baru saja tampil di Festival Payung Indonesia dengan tema This Too Shall Pass.

Even itu dilaksanakan di taman Balaikambang Surakarta. Digelar beberapa hari mulai Jumat (3/12) sampai kemarin.

”Alhamdulillah saya dipercaya menjadi koreografer, penata artistik, dan penari pada 4 Desember pukul 19.30," katanya.

Saat tampil, ia membawakan sebuah tari kreasi dengan judul "Satrio Kusumaning Bangsa". Ia mengaku bisa tampil semangat. Sebab disaksikan berpasang-pasang mata dari berbagai daerah di Indonesia.

”Jadi saya tampil maksimal. Alhamdulillah saat tampil menari banyak yang apresiasi," katanya.

Melalui tarian itu, dia berkeinginan menjadi magnet bagi generasi muda agar tertarik mempelajari tari tradisional dalam kemasan modern.

”Dan saya bersyukur, berterima kasih sama Disainer Oktavirasa dari Rembang yang telah memberi tanggung jawab dan kepercayaan untuk menjadi penata artistik, koreografer dan penari,” ungkapnya.

Persiapan tampil sendiri bagi dia cukup singkat. Bahkan ia merasa tidak latihan sama sekali. Sebab, selain tampil menjadi penari mahasiswa D3 Manajemen Industri Pariwisata STIE Totalwin Semarang itu juga perlu mempersiapkan kebutuhan lain. Seperti properti, kostum, hingga musik.

Ia merasa beruntung, bisa mendapatkan dukungan dari seorang komposer musik tari. Sehingga acara bisa berjalan lancar dengan penampilan yang memuaskan.

"Ahamdulilah saya dapat dukungan dari salah satu alumni ISI (Institut Seni Indonesia) Surakarta. Mas hamdan komposer dan salah satu pembuat musik tari Satrio Kusumaning Bangsa," jelasnya.

Menurutnya, even Festifal Payung Indonesia ini bisa memberikan kesan. Sebab ia bisa tampil dan mendapatkan perhatian dari berbagai penonton. Menurutnya, melalui festival ini, juga bisa mempererat pertemanan dan menambah relasi baru dari berbagai Provinsi.

”Karena prinsip yang saya pegang yaitu prestasi, relasi dan selalu menginspirasi," katanya.

Ia ingin, agar budaya Indonesia bisa senantiasa lestari. ”Jika bukan kita yang melestarikan ? Siapa lagi  generasi muda yang baik adalah generasi muda yang bisa melestarikan budayanya sendiri. Sesarengan mbangun Blora aku bangga dadi wong Blora," tegasnya. (*/zen) Editor : Saiful Anwar
#negro plangton #blora #festival payung #surakarta