Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Harga Emas Perhiasan Terkoreksi Naik, 24 Karat Sentuh Rp2,48 Juta

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 12 Februari 2026 | 08:18 WIB
Ilustrasi perhiasan emas
Ilustrasi perhiasan emas

RADAR KUDUS - Pergerakan harga emas perhiasan kembali mencuri perhatian publik. Pada Kamis, 12 Februari 2026, emas perhiasan tercatat mengalami penyesuaian harga, dengan kadar tertinggi 24 karat menembus level Rp2,48 juta per gram.

Angka ini menegaskan posisi emas bukan hanya sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai penanda psikologis kondisi ekonomi rumah tangga.

Kenaikan ini terjadi di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Alih-alih melemah, harga emas perhiasan justru bertahan di level tinggi.

Fakta tersebut memberi sinyal bahwa minat masyarakat terhadap emas sebagai penyimpan nilai belum surut.

Baca Juga: Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Tak Bergerak

Emas Perhiasan 24 Karat Jadi Patokan Pasar

Harga emas perhiasan 24 karat atau setara kemurnian 99 persen kini dipatok di kisaran Rp2.489.000 per gram.

Level ini menjadi yang tertinggi dibanding kadar lain dan lazim dijadikan acuan utama dalam transaksi emas perhiasan.

Bagi sebagian konsumen, emas 24K bukan sekadar aksesori, melainkan instrumen lindung nilai yang mudah dicairkan. Tak heran, setiap pergerakan harga pada level ini kerap menjadi barometer pasar.

Kenaikan harga emas 24 karat juga mencerminkan respons pasar domestik terhadap dinamika global, termasuk pergerakan harga emas dunia dan fluktuasi nilai tukar rupiah.

Kadar Tinggi Masih Diburu, Selisih Harga Tetap Lebar

Selain 24 karat, emas perhiasan 23 karat hari ini berada di angka Rp2.161.000 per gram. Meski lebih rendah, selisihnya tetap signifikan, menunjukkan bahwa kemurnian masih menjadi faktor penentu harga utama.

Sementara itu, emas 22 karat dipasarkan Rp2.067.000 per gram. Kadar ini cukup diminati karena menawarkan kompromi antara tingkat kemurnian dan ketahanan fisik.

Bagi pembeli perhiasan harian, 22K dianggap lebih “masuk akal” dari sisi estetika dan kekuatan material.

Kadar Menengah: Favorit Pasar Ritel

Pada segmen menengah, emas perhiasan 21 karat dibanderol Rp1.976.000 per gram, sedangkan 20 karat berada di level Rp1.881.000 per gram.

Dua kadar ini banyak dipilih untuk perhiasan dengan desain kompleks karena relatif lebih kuat dibanding kadar di atasnya.

Menariknya, meskipun harga emas tinggi, permintaan pada kadar menengah justru cenderung stabil. Hal ini mengindikasikan adanya penyesuaian perilaku konsumen yang kini lebih selektif, namun belum sepenuhnya menahan belanja.

Emas 18 Karat Tetap Jadi Primadona Desain

Harga emas 19 karat hari ini tercatat Rp1.785.000 per gram, sementara emas 18 karat berada di angka Rp1.690.000 per gram.

Kadar 18K masih menjadi pilihan utama untuk cincin, gelang, dan kalung karena dinilai paling seimbang antara keindahan, daya tahan, dan harga.

Di banyak gerai perhiasan, emas 18K mendominasi etalase. Desain yang lebih variatif serta risiko deformasi yang lebih kecil membuatnya unggul dibanding emas dengan kadar lebih tinggi.

Kadar Rendah: Opsi Ekonomis Masih Relevan

Untuk konsumen dengan anggaran terbatas, emas perhiasan kadar rendah tetap menjadi alternatif. Emas 17 karat dipasarkan Rp1.594.000 per gram, 16 karat Rp1.499.000 per gram, dan 15 karat Rp1.405.000 per gram.

Adapun emas 14 karat dijual Rp1.310.000 per gram, 13 karat Rp1.217.000 per gram, dan 12 karat Rp1.121.000 per gram. Di level paling terjangkau, emas 11 karat berada di Rp1.026.000 per gram, 10 karat Rp932.000, dan 9 karat Rp837.000 per gram.

Meski kadar rendah, segmen ini tetap memiliki pasar tersendiri, terutama untuk perhiasan fesyen atau pembelian hadiah.

Angle Baru: Harga Tinggi, Tapi Transaksi Tak Sepi

Yang jarang dibahas, lonjakan harga emas perhiasan tidak selalu identik dengan lesunya transaksi. Banyak konsumen justru mengalihkan tujuan pembelian: dari sekadar gaya hidup menjadi strategi penyimpanan nilai.

Emas perhiasan kini kerap dipandang sebagai “aset parkir sementara”. Mudah dipakai, mudah dijual, dan relatif tahan inflasi. Inilah alasan mengapa harga tinggi tidak serta-merta memukul minat beli.

Harga Bisa Berbeda, Ini Faktor Penentunya

Perlu dicatat, harga emas perhiasan tidak bersifat tunggal. Setiap toko dapat menerapkan harga berbeda, tergantung desain, ongkos pembuatan, merek, hingga kebijakan internal gerai.

Selain itu, harga emas dunia dan nilai tukar rupiah menjadi faktor eksternal utama yang memengaruhi pembentukan harga. Ketika rupiah melemah atau emas global menguat, harga perhiasan di dalam negeri cenderung ikut menyesuaikan.

Catatan Penting untuk Pembeli dan Penjual

Bagi masyarakat yang berencana membeli emas perhiasan, memantau harga secara rutin menjadi langkah krusial. Pembelian di saat harga relatif stabil sering kali lebih menguntungkan dibanding mengejar momentum kenaikan.

Sementara bagi pemilik emas yang ingin menjual kembali, perlu dipahami bahwa harga buyback umumnya lebih rendah dari harga jual. Potongan ongkos dan depresiasi desain menjadi faktor utama.

Lebih dari Sekadar Aksesori

Kondisi harga emas perhiasan hari ini menegaskan satu hal: emas masih memegang peran penting dalam ekosistem keuangan masyarakat. Ia bukan hanya perhiasan, melainkan simbol kehati-hatian, ketahanan nilai, dan adaptasi ekonomi.

Saat instrumen lain bergerak fluktuatif, emas perhiasan memilih jalannya sendiri—mahal, stabil, dan tetap dicari.

Editor : Mahendra Aditya
#Harga emas perhiasan 24 Karat #harga emas perhiasan 2026 #harga emas 24 karat naik #harga emas perhiasan hari ini #harga emas 24 karat pegadaian #emas perhiasan #harga emas perhiasan #daftar harga emas perhiasan