Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Manajemen Keuangan Penting untuk Usaha Kecil

R
Febra Robiyanto, S.E., M.Si., Akt; Dosen Akuntansi FEB UMK
Febra Robiyanto, S.E., M.Si., Akt; Dosen Akuntansi FEB UMK

Pertanyaan:


Advertisement

Saya punya sampingan, buka toko kelontong. Sudah berjalan satu tahunan. Penjualan lancar-lancar saja.

Tapi kok hutang saya malah makin menumpuk, yah untuk operasional tokolah. Apa yang salah dengan bisnis saya, apa ditutup saja baiknya?

Jawaban:

Advertisement

Tentu sangat disayangkan kalau usaha yang sudah berjalan setahun dan sudah punya pelanggan setia harus ditutup.

Tapi, kalau utang makin menumpuk meskipun penjualan lancar, itu tandanya ada masalah di manajemen keuangan, bukan di produknya atau pasarnya.

Justru ini saat yang tepat untuk evaluasi secara menyeluruh dan membenahi apa yang kurang. Jangan buru-buru menyerah.

Advertisement

Langkah pertama yang paling penting adalah mencatat semua pemasukan dan pengeluaran secara teratur.

Banyak pelaku UMKM yang merasa usahanya lancar karena barang laku, tapi tidak sadar kalau pengeluarannya lebih besar dari pemasukan.

Bisa jadi uang hasil penjualan habis untuk menutup operasional, cicilan, atau bahkan terpakai untuk kebutuhan pribadi tanpa disadari. Inilah pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan bisnis.

Dalam akuntansi, kalau pemilik mengambil uang dari kas usaha untuk kebutuhan pribadi, itu disebut prive.

Pengambilan prive harus dikontrol, karena kalau terlalu sering, modal usaha bisa terkuras.

Usahakan untuk menggaji diri sendiri dalam jumlah yang wajar, dan perlakukan bisnis Anda seperti perusahaan profesional, walaupun skalanya masih kecil.

Setelah pencatatan keuangan dilakukan, gunakan datanya untuk mengambil keputusan penting.

Misalnya, kapan waktu terbaik untuk kulakan? Barang apa yang paling laris? Apakah harga dari supplier naik? Apakah persediaan terlalu banyak atau malah kurang? Jangan asal menambah stok tanpa pertimbangan data, karena itu bisa membuat uang Anda “nyangkut” di stok yang tidak laku.

Kalau pencatatan masih manual, coba pertimbangkan pakai aplikasi keuangan sederhana.

Sekarang banyak yang gratis dan mudah dipakai, tinggal cari di Google atau Play Store.

Aplikasi bisa membantu mencatat transaksi harian, menghitung laba rugi, sampai memantau stok barang. Ini bisa mengurangi risiko salah hitung atau lupa mencatat.

Intinya, jangan tutup dulu usahanya, tapi benahi manajemennya. Anda sudah punya modal besar: pelanggan tetap dan pengalaman setahun. Tinggal perbaiki sistemnya.

Jangan ragu minta bantuan orang yang paham akuntansi atau keuangan usaha kalau perlu. Bisa juga ikut pelatihan UMKM yang sering diadakan pemerintah atau komunitas.

Tetap semangat ya, Anda pasti bisa! Usaha kecil bukan berarti pengelolaannya asal-asalan. Justru kalau dibenahi sejak sekarang, usahanya bisa naik kelas.

 

Oleh: Febra Robiyanto, S.E., M.Si., Akt (Dosen Prodi Akuntansi FEB UMK)

Advertisement

Artikel Terkait

Sembako Jadi Primadona, 45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora Mulai Beroperasi

Sembako Jadi Primadona, 45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora Mulai Beroperasi

Sebanyak 45 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Blora kini telah resmi menjalankan aktivitas usahanya.

Anak Enggan Meneruskan Usaha Keluarga? Jangan Dipaksa, Coba Cara Ini!

Anak Enggan Meneruskan Usaha Keluarga? Jangan Dipaksa, Coba Cara Ini!

Fenomena banyak dialami pelaku UMKM keluarga. Generasi muda, terutama Generasi Z, memiliki pandangan karier yang berbeda dengan orang tuanya.

Dukung UMKM Naik Kelas, PLN UIK Tanjung Jati B Ramaikan Festival Olahan Ikan Bandeng Jepara 2026

Dukung UMKM Naik Kelas, PLN UIK Tanjung Jati B Ramaikan Festival Olahan Ikan Bandeng Jepara 2026

Pemkab Jepara menggelar Festival Olahan Ikan Bandeng Jepara 2026 di Benteng Portugis, Donorojo, Jepara, Jawa Tengah, pada Rabu (21/10/2026) mulai pukul 08.00 WIB.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer