Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Tembak Mati Babi Hutan yang Masuk Masjid di Desa Gempol

E
Penulis: Eko Santoso❯
ATASI: Warga Dukuh Selogender, Desa Gempol, Kecamatan Jati saat memikul babi hutan yang telah ditembak di dalam masjid.  (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
ATASI: Warga Dukuh Selogender, Desa Gempol, Kecamatan Jati saat memikul babi hutan yang telah ditembak di dalam masjid. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

Advertisement

 

BLORA- Seekor babi hutan gemparkan warga Dukuh Selogender, Desa Gempol, Kecamatan Jati. Lantaran babi itu masuk ke masjid. 

Babi tersebut masuk ke bagian dalam masjid. Lalu berjalan tak menentu di dalam masjid. Dari tempat imam, kemudian berjalan ke area lain. 

Advertisement

Bahkan sempat menyeruduk lemari dan meja untuk ngaji. 

Sontak hal itu mengundang perhatian warga. Terlebih babi itu mengeluarkan suara khas yang cukup keras. 

Warga pun berduyun-duyun menonton. Seketika beberapa warga kaum lelaki berbicara. "Aku duwe bedel (senapan)," ujarnya.

Advertisement

Tak lama kemudian sejumlah warga saling mengabari. Dan mereka yang memiliki tembakan datang sambil menenteng senapan. 

Tampak seorang warga melompati pagar masjid. Kemudian mendekat, lalu menembak babi hutan itu. Kena. 

Beberapa menit kemudian setelah dipastikan babi mati, warga memasuki masjid. Babi itu ditali pada kaki-kakinya. Kemudian dipikul oleh dua orang. 

Darah pun menetes di lantai-lantai masjid. Sampai ke luar halaman masjid, darah terus mengalir. 

Advertisement

Artikel Terkait

Berawal dari 20 Bungkus, Program Makan Gratis Masjid Hizbullah Kudus Kini Salurkan 2.000 Porsi per Bulan

Berawal dari 20 Bungkus, Program Makan Gratis Masjid Hizbullah Kudus Kini Salurkan 2.000 Porsi per Bulan

Masjid Hizbullah Kudus membagikan hingga 2.000 porsi makanan gratis setiap bulan. Program yang didukung donatur ini menjadi upaya memakmurkan masjid, mempererat silaturahmi, serta mendukung kegiatan ibadah dan pembinaan

Menggagas Museum Literasi di Blora

Menggagas Museum Literasi di Blora

KENDATI hanya pernah menetap di Blora sekira tiga tahun, namun kabupaten di ujung timur Jawa Tengah ini memberikan kesan yang sangat mendalam dengan segala kearifan dan “keistimewaan” yang belum tentu dimiliki banyak dae

Petani Blora Manfaatkan PLTS untuk Irigasi Sawah, Biaya Listrik Rp 3,5 Juta per Hektare Bisa Dihemat

Petani Blora Manfaatkan PLTS untuk Irigasi Sawah, Biaya Listrik Rp 3,5 Juta per Hektare Bisa Dihemat

Petani di Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban, Blora kini memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber energi untuk mengairi sawah. Hal itu dimungkinkan lantaran ada bantuan PLTS dari Pertamina lewat program CSR.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer