Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Blora Bidik Episentrum Baru Ekonomi Hijau

R
A. Mahbub Djunaidi
A. Mahbub Djunaidi

Advertisement

 
Oleh: A. Mahbub Djunaidi, Penulis Buku Membaca Zaman Menulis Makna

Inovasi Bupati Blora jangan diragukan lagi. Di tengah gejolak melemahnya rupiah, Bupati Blora membidik posisi baru dalam peta pembangunan ekonomi.

Tidak hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, kabupaten berjuluk Bumi Samin itu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan.

Advertisement

Konsep ini menempatkan pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat sebagai tiga unsur yang tidak dapat dipisahkan.

Blora memiliki modal kuat untuk mewujudkan gagasan tersebut. Sektor pertanian, peternakan, kehutanan, energi, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif merupakan potensi lokal yang dapat dikembangkan melalui pendekatan ekonomi hijau.

Tantangannya adalah bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi nilai tambah.

Advertisement

Hasil pertanian tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi. Limbah pertanian dan peternakan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk maupun energi.

Sementara pengelolaan hutan harus mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Ekonomi hijau juga membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru.

Ke depan, kebutuhan terhadap energi terbarukan, pengelolaan sampah, pertanian berkelanjutan, teknologi ramah lingkungan, hingga ekowisata akan semakin besar.

Advertisement

Artikel Terkait

Inovasi Bupati Blora:  OPD Menjadi Penggerak Pendapatan

Inovasi Bupati Blora:  OPD Menjadi Penggerak Pendapatan

Ketika berbicara tentang PAD, jangan sampai memperlakukannya sebagai tujuan akhir pembangunan. PAD hanyalah alat.

Menteri LH Kirim Tim ke Denmark, Indonesia Pelajari Sukses Denmark Ciptakan 80 Ribu Green Jobs

Menteri LH Kirim Tim ke Denmark, Indonesia Pelajari Sukses Denmark Ciptakan 80 Ribu Green Jobs

Indonesia mempercepat transisi menuju ekonomi hijau dengan mempelajari model green jobs Denmark. KLH menyiapkan langkah strategis untuk menciptakan lapangan kerja berkelanjutan di sektor lingkungan dan ekonomi karbon.

Belajar dari Benyamin S Award: Membangun Daerah Tanpa Selalu Bergantung pada APBD

Belajar dari Benyamin S Award: Membangun Daerah Tanpa Selalu Bergantung pada APBD

Benyamin S Award diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta melalui Biro Kerja Sama Daerah. Memasuki tahun kedua pada 2026, sebanyak 52 kelurahan mengikuti seleksi hingga terpilih 10 finalis yang menjalani penjurian akhir.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer