Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tersisa 13 Hari, Progres Pembangunan Pasar Ngawen Capai 82%

E
Penulis: Eko Santoso❯
CEK: Bupati Blora Arief Rohman saat mengecek progres pembangunan Pasar Ngawen, Kamis (30/07).
CEK: Bupati Blora Arief Rohman saat mengecek progres pembangunan Pasar Ngawen, Kamis (30/07).

Advertisement

 

BLORA - Tersisa 13 hari, progres pembangunan Pasar Ngawen Blora capai 82 persen. Bupati Blora Arief Rohman mengecek secara langsung pembangunan tersebut bersama jajaran dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora. Turut hadir Kepala Dindagkop UKM Kiswoyo dan Kepala Bidang Pasar Fiqri Hidayat. 

Pembangunan Pasar Ngawen itu merupakan proyek yang didanai dan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pengecekan ke lapangan dilakukan untuk memastikan proyek fisik berlangsung dengan baik.

Advertisement

Dalam inspeksi tersebut Bupati Blora Arief Rohman mengingatkan pihak Kementerian PU maupun kontraktor pelaksana agar memaksimalkan sisa waktu yang ada. Sesuai target, proyek infrastruktur penunjang ekonomi masyarakat ini harus rampung pada 13 Agustus mendatang.

"Kami ke sini dalam rangka monitoring progres pembangunan Pasar Ngawen. Menurut laporan, ini sudah 82,72 persen. Kita berharap teman-teman dari PU maupun kontraktor pelaksana bisa merampungkannya, mengingat waktunya tinggal 13 hari lagi," ujar Arief di sela-sela peninjauan.

Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak Kementerian PU, Arief mengungkapkan bahwa memang sempat terjadi penyesuaian waktu (adendum) kontrak pelaksanaan. Oleh karena itu, ia mewanti-wanti agar penyelesaian proyek ini bisa benar-benar tepat waktu sebelum tanggal 17 Agustus tanpa harus terkena denda keterlambatan.

Advertisement

"Kita berharap ini tidak molor biar tidak ada denda dan bisa tepat waktu. Kita inginnya 17 Agustus nanti salah satunya bisa kita rayakan di sini (Pasar Ngawen)," terangnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Pasar Ngawen Fahrizal Patriaman menjelaskan perubahan adendum terjadi karena beberapa hal. Di antaranya terdapat tiang listrik di areal pasar. 

"Ada tiang listrik menghalangi posisi bangunan. Sehingga kontraktor gak bisa kerja. Kemarin baru bisa diaction," tuturnya. 

Selain itu pihaknya juga terkendala soal bahan bangunan. Terdampak konflik global. 

Advertisement

Artikel Terkait

Belajar dari Benyamin S Award: Membangun Daerah Tanpa Selalu Bergantung pada APBD

Belajar dari Benyamin S Award: Membangun Daerah Tanpa Selalu Bergantung pada APBD

Benyamin S Award diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta melalui Biro Kerja Sama Daerah. Memasuki tahun kedua pada 2026, sebanyak 52 kelurahan mengikuti seleksi hingga terpilih 10 finalis yang menjalani penjurian akhir.

Blora dan Identitas Literasi: Merawat Ingatan, Membangun Karakter

Blora dan Identitas Literasi: Merawat Ingatan, Membangun Karakter

Wacana yang mendorong Blora untuk mengukuhkan diri sebagai "Kota Literasi" memancing kita untuk kembali menengok akar intelektualitas bangsa ini.

Panen Padi Organik di Musim Kemarau, Blora Perkuat Ambisi Jadi Lumbung Pangan Jawa Tengah

Panen Padi Organik di Musim Kemarau, Blora Perkuat Ambisi Jadi Lumbung Pangan Jawa Tengah

Musim kemarau tidak menghalangi aktivitas pertanian di Kabupaten Blora. Di Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, para petani justru berhasil memanen padi organik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer