Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gotong Royong Bangun Blora Maju Berkelanjutan Lewat Community Development (ComDev) Fest 2026

E
Penulis: Eko Santoso❯
OPTIMIS: Penyelenggaraan dialog Community Development (ComDev) Fest 2026 yang berlangsung di Blora Creative Space (BCS). (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
OPTIMIS: Penyelenggaraan dialog Community Development (ComDev) Fest 2026 yang berlangsung di Blora Creative Space (BCS). (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

Advertisement

 

BLORA- Semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor untuk bangun Blora terus dikampanyekan. Di antaranya lewat acara Community Development (ComDev) Fest 2026 yang diselenggarakan di Blora Creative Space (BCS).

Acara tersebut mengusung tema Sarana Gotong Royong Mbangun Blora Maju Berkelanjutan. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah melalui pendekatan Community Development. 

Advertisement

Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah ComDev Conference, sebuah forum dialog yang menghadirkan unsur pentahelix. Mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat sipil, dan media. 

Forum ini dirancang sebagai ruang berbagi pengalaman, gagasan, serta praktik dalam membangun ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Blora.

Dalam sesi diskusi, hadir sejumlah narasumber yang mewakili unsur-unsur strategis pembangunan daerah. Dari kalangan pengusaha hadir Ketua Forum Pelaksana Tanggungjawab Perusahaan (FPTSP) yang merupakan Direktur PT Blora Patragas Hulu (BPH) Hamdun. 

Advertisement

Hamdun menyampaikan pentingnya peran perusahaan dalam mendorong pembangunan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, program Community Development tidak hanya menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan, tetapi juga instrumen untuk menciptakan nilai bersama antara perusahaan dan masyarakat.

Kepala Bidang Infrastruktur, Kewilayahan, Perekonomian Dan Sumber Daya Alam Badan Perencanaan Pembangunan Riset Dan Inovasi Daerah Yudi Kristiawan menjelaskan jika kolaborasi multipihak menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan daerah. 

"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara sektor publik, swasta, komunitas, akademisi, dan media," ujarnya. 

Perspektif masyarakat sipil disampaikan oleh Joko Hadi Purnomo. Ketua Institute Development of Society (IDFoS) Bojonegoro itu menyampaikan pentingnya partisipasi warga dalam setiap proses pembangunan.

Advertisement

Artikel Terkait

Hujan Mulai Turun, Warga Blora Masih Kesulitan Air Bersih hingga Harus Berjalan 1 Kilometer

Hujan Mulai Turun, Warga Blora Masih Kesulitan Air Bersih hingga Harus Berjalan 1 Kilometer

Turunnya hujan belum sepenuhnya mengakhiri persoalan kekeringan di Kabupaten Blora.

Belajar dari Benyamin S Award: Membangun Daerah Tanpa Selalu Bergantung pada APBD

Belajar dari Benyamin S Award: Membangun Daerah Tanpa Selalu Bergantung pada APBD

Benyamin S Award diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta melalui Biro Kerja Sama Daerah. Memasuki tahun kedua pada 2026, sebanyak 52 kelurahan mengikuti seleksi hingga terpilih 10 finalis yang menjalani penjurian akhir.

Blora dan Identitas Literasi: Merawat Ingatan, Membangun Karakter

Blora dan Identitas Literasi: Merawat Ingatan, Membangun Karakter

Wacana yang mendorong Blora untuk mengukuhkan diri sebagai "Kota Literasi" memancing kita untuk kembali menengok akar intelektualitas bangsa ini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer