SEMARANG - Ribuan pengunjung destinasi wisata Gedongsongo kali ini bisa menikmati pesona ribuan lampion yang beraneka ragam.
Kali ini, bertepatan dengan gelaran Festival Gedongsongo dan Travel Mart Gedongsongo yang dilaksanakan selama dua hari. Bahkan para wisatawan bisa mendapatkan lampion dan menerbangkannya dengan menuliskan harapan baru.
Inilah gelaran yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang melalui Dinas Pariwisata untuk menarik dan menghibur para wisatawan domestik maupun mancanegara.
Baca Juga: PSIS Semarang Hadapi Jadwal Maut di Bulan September, Ini Lawan-Lawannya
Wakil Bupati (Wabup) Semarang Basari mengatakan, ini baru pertama kali digelar di Kabupaten Semarang. Antusiasme para wisatawan sangat tinggi.
"Panitia menyediakan 1.500 lampion dan itu ludes. Festival Lampion ini baru pertama kali digelar, tapi antusiasme pengunjung sangat luar biasa. Tentu ini akan dijadikan event tahunan," ungkapnya.
Basari meyakinkan pengunjung untuk tidak khawatir dengan banyaknya lampion yang berterbangan. Karena tim Pemadam Kebakaran (Damkar) dan BPBD Kabupaten Semarang telah menyiagakan 20 personel guna memastikan lampion yang terterbangkan mati dengan baik. “Pengamanan ini sengaj dilakukan, mengingat sekitar Gedongsongo masih banyak hutan,” jelasnya.
Ditanya soal target wisata, Basari optimistis akan melebihi target. "Iya targetkan 20 juta kunjungan dalam lima tahun. Optimis tercapai. Dan memang perlu evaluasi setelah kegiatan dilakukan, dan apa yang harus dibenahi. Jadi ketika digelar event lainnya, ke depan bisa lebih luar biasa lagi," lanjutnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati mengatakan, Festival Gedongsongo bertujuan meningkatkan Daya Tarik Wisata (DTW) di Bumi Serasi Kabupaten Semarang. Festival lampion ini merupakan terobosan baru Disparta Kabupaten Semarang dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Diperkirakan ada 3.000-an lebih pengunjung yang hadir dalam festival lampion.
"Memang harus terus berinovasi. Salah satunya acara seperti ini. Besok kami bikin lagi, bagaimana caranya agar tertarik masyarakat dan bisa datang ke lokasi wisata di Kabupaten Semarang," timpalnya. (ria/ida/zen)
Editor : Noor Syafaatul Udhma