Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duh! Pendaki Harus Bertransaksi dengan Dunia Lain saat Menaiki Gunung Lawu? Begini Kisah Pendaki Arya Sena

Nibros Hassani • Jumat, 9 Agustus 2024 | 22:45 WIB
Foto: Gunung Lawu/Jawa Pos Radar Magetan
Foto: Gunung Lawu/Jawa Pos Radar Magetan

RADAR KUDUS – Pendaki gunung pasti sudah maklum dengan kabar bahwa mereka harus melakukan transaksi, meninggalkan koin atau barang saat menaiki gunung tertentu.

Khususnya saat melewati daerah yang diduga menjadi pasar setan.

Arya Sena, penulis buku yang juga sering eksis di dunia pendakian menceritakan kejadian yang dialami oleh temannya bertransaksi dengan makhluk tidak jelas saat mendaki Gunung Lawu.

Baca Juga: Kabar Baik, Batik Air Buka Penerbangan dari Surabaya, Pekanbaru, Lombok, dan Padang ke Kuala Lumpur, Malaysia, Catat Tanggal dan Jadwalnya

Ini ia ceritakan dalam podcast Youtube Obrolan Santai yang tayang pada Rabu (7/8/2024).

Kata Arya, pasar tidak identik dengan transaksi barang. Namun baginya, pasar adalah pusat keramaian.

“Memang namanya Pasar Setan, kalau di Lawu Namanya Pasar Dieng , di Merapi Namanya Pasar Bubrah. Inilah tempat-tempat yang terkenal sebagai lokasi atau kerap ada pengakuan pendaki secara personal menemukan kejadian berbau metafisika disitu. Terutama penampakan yang mengharuskan bertransaksi,” jelasnya.

Baca Juga: Dipuji Fotografer Nasional, Wisata Goa Terawang di Blora Justru Sulit Berkembang, Ini Masalahnya?

Ia mengaku tidak pernah melakukan transaksi tersebut saat naik gunung, namun temannya pernah mengalaminya.

Arya menceritakan, suatu kali saat mendaki masih di sekitar Gunung Lawu, temannya bertemu dengan pendaki yang wajahnya terbakar.

Kata teman Arya, pendaki itu menanyakan bungkus nasi dan telur yang ia bawa dan meminta teman Arya untuk menukar nasi dan telur itu dengan pisang.

Baca Juga: Menelisik Dasun, Desa Pinggir Pantai di Rembang yang Bersejarah dan Pernah Eksis di Koran Era Kolonial Belanda

Baca Juga: Rekomendasi 3 Tempat Camping di Kudus dengan Pemandangan Gunung hingga Kota Kudus dari Atas, Romantis Abis

“Dia (pendaki yang wajahnya terbakar itu) minta, pak itu nasinya sayang nggak dimakan. Mendingan tuker ama pisang saya. Terus temen saya, yaudah. Terus dia liat pisangnya seger kayaknya gitu kan, akhirnya dituker ama pisang. Pisangnya asli di lokasi. Tapi dia kayak ornag ngimpi, dibilang mimpi nggak mimpi, dibilang mimpi juga nggak, karena ada buktinya nasinya hilang dan pisangnya ada,” kata Arya.

Setelah itu, kata temannya pisang itu tidak jadi ia makan dan dibuang. Temannya merasa takut.

Baca Juga: Masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata, Ini Beragam Daya Tarik Desa Wisata Bangowan Blora

Arya pun bercerita dirinya pernah melakukan kontak tidak sengaja dengan banyak makhluk aneh saat mendaki gunung.

Kata Arya, makhluk-makhluk itu sangat mengganggu. Makhluk itu berwujud solid dan mirip seperti orang biasa tapi bisa menembus.

Baca Juga: REKOMENDASI Wisata Alam di Salatiga, dengan Pemandangan Bak di Surga, Cocok Jadi Tempat Healing!

“Keliatan banyak perempuan dan laki-laki, mengganggu sekali. Nabrak nabrak, bikin kita susah mengtahui arah. Karena saya orangnya gak sabaran juga, saat itu belati saya cabut, saya tebasin, itu interaksi saya, demi Allah hilang semua. Saya bilang, kamu tuh ngontrak sama gunung ini, saya pun tamu bukan kamu yang punya gunung ini tapi Allah,” jelasnya.

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#pasar setan #gunung lawu #pasar setan gunung lawu #arya sena #misteri gunung lawu #om hao