RADAR KUDUS - Setelah direnovasi cukup lama, kini Taman Balekambang Solo sudah bersolek dan tampil jauh beda dibanding sebelumnya.
Antusiasme masyarakat pun tidak terbendung setelah taman ini kembali dibuka untuk masyarakat umum pada Kamis (25/7).
Melansir laman pemerintah provinsi Jawa Tengah, taman seluas 12,8 hektare ini tidak hanya berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi warga Solo dan wisatawan, namun juga dimanfaatkan sebagai tempat edukasi dan pusat kegiatan seni, serta kebudayaan lokal.
Dari sejarahnya, taman balekambang dibangun pada tahun 1921 oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara VII, untuk kedua putrinya Gusti Raden Ayu (GRAy) Partini dan GRAy Partinah.
Kawasan Taman Balekambang meliputi gedung pertunjukan, Gedung Java Inovation Center (JIC) dan Gastronomi, pendapa kedatangan, amphiteater, serta mina padi.
Dikutip dari akun Instagram resmi Taman Balekambang @balekambangsolo, masyarakat bisa masuk ke taman ini gratis tanpa dipungut biaya pada Kamis 25 Juli-Jumat 26 Juli 2024.
Pada Jumat (26/7) Taman Balekambang dibuka mulai pukul 18.00-22.00. Ujicoba buka jam malam.
Saat ini teknis pengelolaan masih digodok, namun setelah masa pembukaan gratis selesai, masyarakat yang berkunjung akan dikenai tarif tiket Rp 5000.
Pada hari biasa, taman dibuka untuk umum mulai pukul 06.00-17.00 WIB
Masyarakat yang masuk dilarang merusak tanaman fasilitas yang ada serta diminta menjaga kebersihan.
Pintu masuk pengunjung dari Pasar Burung Depok.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Wisata Terhits di Semarang yang Wajib Dikunjungi saat Libur Sekolah
Sementara itu, masyarakat juga bisa menggunakan Taman Balekambang untuk acara dengan surat yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta.
Editor : Noor Syafaatul Udhma