Siswa SD di Plajan Dikenalkan AI, Belajar Memanfaatkan Teknologi secara Bijak

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:11 WIB
INVESTASI PENDIDIKAN: Mahasiswa KKN UNISNU Jepara mengenalkan AI kepada siswa SDN 2 dan SDN 5 Plajan.
INVESTASI PENDIDIKAN: Mahasiswa KKN UNISNU Jepara mengenalkan AI kepada siswa SDN 2 dan SDN 5 Plajan.

 

JEPARA – Artificial Intelligence (AI) kini mulai dikenalkan kepada siswa sekolah dasar di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji. Mahasiswa KKN Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara menggelar workshop AI bagi siswa kelas IV dan V SD Negeri 2 Plajan serta SD Negeri 5 Plajan, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja KKN UNISNU Jepara bidang pendidikan dan literasi digital. Siswa tidak hanya dikenalkan dengan apa itu AI, tetapi juga diajak melihat bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar.

Workshop digelar di dua sekolah. Kegiatan di SDN 2 Plajan berlangsung pukul 07.00–09.00 WIB, kemudian dilanjutkan di SDN 5 Plajan pada pukul 09.30–11.00 WIB.

Belajar AI Lewat Praktik

Materi disampaikan Revy Arda dengan metode interaktif yang disesuaikan dengan usia siswa. Mahasiswa KKN mengenalkan pengertian AI, contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, hingga manfaat teknologi tersebut untuk pembelajaran.

Siswa juga diajak melakukan praktik sederhana. Mereka mencoba memberikan instruksi atau pertanyaan kepada teknologi AI untuk membantu menemukan informasi, mencari ide pembelajaran, hingga membuat karya sederhana.

Pendampingan dilakukan mahasiswa KKN selama praktik agar siswa dapat mengikuti setiap tahapan dengan mudah.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif bertanya dan mengikuti sesi diskusi maupun praktik. Bagi sebagian siswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru dalam mengenal teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

AI Bukan Pengganti Cara Berpikir

Di balik pengenalan teknologi, mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman mengenai etika dan keamanan digital.

Siswa diingatkan bahwa AI merupakan alat bantu dalam belajar, bukan pengganti kemampuan berpikir, kreativitas, maupun usaha untuk memahami materi.

Mereka juga diajak tidak langsung mempercayai seluruh informasi yang diberikan AI. Informasi yang diperoleh tetap perlu diperiksa kembali kebenarannya sebelum digunakan.

Penggunaan AI juga diarahkan untuk hal-hal positif dan sesuai kebutuhan pembelajaran.

Dorong Literasi Digital Sejak Dini

Koordinator Desa KKN UNISNU Jepara Desa Plajan, M. Khoirun Nufus, mengatakan workshop tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital di lingkungan sekolah.

“Melalui workshop ini, kami ingin mengenalkan AI kepada siswa dengan cara yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami. Harapannya, siswa dapat mengenal teknologi sejak dini sekaligus memahami bahwa AI harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Pemilihan siswa kelas IV dan V sebagai sasaran kegiatan dilakukan karena mereka dinilai mulai memiliki kemampuan dasar dalam menggunakan perangkat digital serta memahami informasi secara lebih kompleks.

Melalui pengenalan sejak dini, mahasiswa berharap AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengembangkan pengetahuan dan kreativitas siswa tanpa menghilangkan kemampuan mereka untuk berpikir kritis.

Workshop tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN UNISNU Jepara 2026 di Desa Plajan. Selain menjalankan program pendidikan, kegiatan itu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Para siswa SDN 2 Plajan dan SDN 5 Plajan diharapkan tidak hanya mengenal AI, tetapi juga mampu menggunakannya secara cerdas, kreatif, kritis, dan bertanggung jawab.





Editor : Admin
jepara artificial intelligence kkn unisnu unisnu jepara literasi digital