Xiaomi HyperOS 4 Beta Perdana Resmi Meluncur, Tiga HP Ini Jadi yang Pertama Kebagian

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 08:46 WIB
Xiaomi Hyper OS 4.
Xiaomi Hyper OS 4.

RADAR KUDUS - Xiaomi mulai menggulirkan beta perdana HyperOS 4 secara global. Pada tahap awal, pembaruan sistem operasi ini tersedia untuk Xiaomi 17 Ultra, Xiaomi 17, dan Leica Leitzphone powered by Xiaomi. Selanjutnya, mulai 17 September 2026, program beta diperluas ke Xiaomi 17T Pro, Xiaomi 17T, Xiaomi 15 Ultra, dan Xiaomi 15.

Peluncuran beta tersebut menjadi tahap awal bagi pengguna terpilih untuk mencoba generasi terbaru sistem operasi Xiaomi sebelum tersedia secara lebih luas. Karena masih berstatus beta, distribusinya dilakukan secara bertahap melalui program pengujian dan belum dapat dianggap sebagai pembaruan stabil untuk seluruh pengguna.

Xiaomi membawa sejumlah perubahan besar melalui HyperOS 4. Fokus pembaruan tidak hanya berada pada tampilan antarmuka, tetapi juga mencakup peningkatan kecerdasan buatan, integrasi perangkat dalam ekosistem Xiaomi, serta pengoptimalan kinerja sistem.

Salah satu perubahan yang paling mudah terlihat adalah desain baru yang disebut Soft Light Glass. Xiaomi menghadirkan pendekatan visual dengan efek transparansi buram, pencahayaan yang mengikuti interaksi pengguna, serta kedalaman visual pada berbagai elemen antarmuka. Dalam laman resminya, Xiaomi menggambarkan desain tersebut sebagai bagian dari pendekatan estetika yang berubah mengikuti cahaya dan membuat ruang digital terasa lebih hidup.

Perubahan visual itu tidak berhenti pada pusat kontrol. Xiaomi juga membawa penyegaran pada layar kunci, notifikasi, folder aplikasi, widget, serta kerangka antarmuka yang digunakan untuk menampilkan aplikasi di ponsel maupun tablet.

Pada sistem sebelumnya, perubahan antarmuka biasanya lebih mudah terlihat pada ikon, warna atau susunan menu. Di HyperOS 4, Xiaomi mencoba membuat elemen antarmuka terasa lebih dinamis melalui efek cahaya dan transparansi.

Efek Soft Light Glass juga memanfaatkan pembiasan cahaya dan tingkat transparansi yang dapat berubah sesuai konten. Xiaomi menyebut kemampuan tersebut membutuhkan perangkat dengan kemampuan pemrosesan tertentu sehingga tidak semua perangkat akan mendapatkan efek visual yang sama. Pada laman resmi HyperOS 4, perusahaan menyatakan fitur material Soft Light Glass dan efek interaksi tertentu ditujukan untuk perangkat dengan Snapdragon 8 Elite atau lebih tinggi, Dimensity 9500 atau lebih tinggi, maupun chip flagship 3nm Xiaomi yang memenuhi persyaratan.

Selain desain, aspek yang mendapat perhatian besar adalah kecerdasan buatan. Xiaomi memperkenalkan Super XiaoAI 2.0, asisten AI yang dibangun menggunakan model MiMo milik Xiaomi.

Super XiaoAI 2.0 dirancang tidak sekadar menjawab pertanyaan pengguna. Xiaomi mengintegrasikan kemampuan AI dengan sistem operasi sehingga asisten dapat membantu menjalankan sejumlah tugas di perangkat.

Dalam laporan hasil kinerja Xiaomi, Presiden Xiaomi William Lu mengatakan perusahaan ingin membawa AI dari sekadar fungsi tanya jawab menuju asisten yang lebih mampu memahami kebiasaan pengguna dan membantu menyelesaikan pekerjaan.

"Kami telah meningkatkan AI dari fungsi tanya jawab sederhana dalam aplikasi individual menjadi asisten yang mudah digunakan, yang dapat mengingat kebiasaan pengguna, memahami pemikiran pengguna, dan benar-benar membantu pengguna menyelesaikan berbagai hal," kata William Lu.

Pernyataan tersebut menggambarkan arah pengembangan HyperOS 4. Xiaomi tidak lagi hanya menempatkan AI sebagai fitur tambahan dalam aplikasi tertentu, tetapi mencoba menjadikannya bagian dari cara pengguna berinteraksi dengan perangkat.

Super XiaoAI 2.0 mengandalkan model MiMo dan menawarkan sejumlah bentuk interaksi baru. Salah satunya adalah kemampuan menjalankan tugas dalam waktu lebih panjang melalui fitur yang disebut Xiaomi Super Island.

Dengan sistem tersebut, tugas yang membutuhkan proses lebih lama dapat tetap berjalan di latar belakang sehingga pengguna tidak harus terus berada di halaman yang sama. Setelah proses selesai, hasilnya dapat ditampilkan kembali kepada pengguna.

Xiaomi juga memperkenalkan Inspiration Ball atau bola inspirasi. Fitur tersebut memungkinkan pengguna menunjuk elemen tertentu pada layar kemudian memberikan perintah berdasarkan konteks yang terlihat.

Contohnya, ketika pengguna melihat sebuah alamat di layar, fitur tersebut dapat digunakan untuk membantu menjalankan tindakan terkait alamat itu. Konsepnya adalah membuat AI memahami konteks yang sedang tampil, bukan hanya menerima perintah berbasis teks.

Super XiaoAI 2.0 juga memiliki dua mode penggunaan, yakni mode cepat dan mode ahli. Xiaomi menyebut mode ahli memiliki integrasi lebih dalam dengan aplikasi sistem sehingga dapat membantu menjalankan tugas yang lebih kompleks di berbagai aplikasi dan perangkat.

Kehadiran kemampuan tersebut menunjukkan bahwa HyperOS 4 tidak hanya diposisikan sebagai pembaruan tampilan. Xiaomi mencoba mengubah sistem operasi menjadi penghubung antara AI, smartphone, dan perangkat lain dalam ekosistem perusahaan.

Arah itu sejalan dengan strategi Xiaomi yang lebih luas untuk membangun ekosistem manusia, mobil, dan rumah. William Lu menyebut integrasi MiMo dengan HyperOS sebagai salah satu langkah penting dalam pengembangan AI perusahaan.

"Ketika kami meluncurkan HyperOS 4, model besar MiMo dan HyperOS sudah terintegrasi. Hyper XiaoAI 2.0 juga merupakan langkah yang sangat penting," ujar Lu.

Di luar AI, Xiaomi juga memperbarui pengalaman mencatat. Fitur AI Notes mendapatkan kemampuan untuk mengubah rekaman suara menjadi catatan yang lebih terstruktur dan membantu merangkum pembahasan.

Fungsi tersebut dirancang untuk kebutuhan seperti rapat atau diskusi. Rekaman percakapan dapat diproses menjadi informasi yang lebih terorganisasi, termasuk rangkuman dan tugas yang perlu ditindaklanjuti.

Perubahan serupa juga hadir pada papan ketik Xiaomi. Keyboard bawaan memperoleh bilah alat AI yang menyediakan bantuan penyempurnaan teks, penulisan berdasarkan konteks, serta kemampuan menulis ulang teks sesuai kebutuhan pengguna.

Dengan demikian, pemanfaatan AI di HyperOS 4 tidak hanya diarahkan untuk percakapan dengan asisten virtual. AI juga ditempatkan langsung pada aktivitas sehari-hari seperti mengetik, membuat catatan, memahami informasi di layar, dan menjalankan tugas.

Pada sisi produktivitas, pendekatan ini membuat pembaruan HyperOS 4 memiliki cakupan yang lebih luas dibanding sekadar perubahan kosmetik. Pengguna mendapatkan perubahan pada cara berinteraksi dengan sistem sekaligus alat bantu untuk mengolah informasi.

Xiaomi juga mengklaim melakukan pembenahan pada struktur perangkat lunak di balik sistem operasi. Perusahaan membersihkan kerangka kode lama dan menerapkan sejumlah peningkatan pada aplikasi sistem, termasuk penggunaan bahasa pemrograman Rust pada bagian tertentu.

Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja sistem. Xiaomi menyebut optimalisasi itu dapat membantu mengurangi penggunaan memori, memperlancar pengoperasian, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan baterai.

Laman resmi HyperOS 4 Xiaomi juga menonjolkan peningkatan pada kecepatan pembukaan aplikasi, kelancaran penggunaan, dan pengalaman perangkat ketika digunakan dalam waktu lama. Namun, perusahaan menegaskan hasil pengalaman dapat berbeda berdasarkan model perangkat dan versi sistem yang digunakan.

Dari sisi antarmuka, pengguna juga mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar untuk mengatur tampilan layar. Jam pada layar kunci dapat disesuaikan, notifikasi dapat ditampilkan secara lebih terorganisasi, dan ukuran folder aplikasi dapat diatur dengan pilihan yang lebih fleksibel.

Widget juga mendapat perhatian. Xiaomi menyediakan kemampuan untuk mengelompokkan sejumlah widget sehingga pengguna dapat mengatur informasi yang dibutuhkan tanpa memenuhi seluruh halaman utama.

Untuk tablet, Xiaomi memperkenalkan kerangka antarmuka yang dirancang agar aplikasi dapat menyesuaikan pengalaman pada layar besar. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan antara tampilan yang imersif dan navigasi yang efisien.

Namun, tidak semua fitur HyperOS 4 akan tersedia dengan cara yang sama pada setiap perangkat. Xiaomi secara resmi menyatakan bahwa beberapa fitur bergantung pada kemampuan perangkat keras, model, versi perangkat lunak, serta wilayah pengguna.

Hal tersebut penting diperhatikan karena istilah HyperOS 4 tidak otomatis berarti seluruh perangkat Xiaomi akan mendapatkan semua fitur yang sama. Perbedaan spesifikasi dapat memengaruhi kemampuan perangkat dalam menjalankan efek visual maupun fitur AI tertentu.

Untuk tahap global beta yang sedang berjalan, Xiaomi membatasi perangkat yang mendapatkan akses awal. Tiga model pertama yang masuk program adalah Xiaomi 17 Ultra, Xiaomi 17, dan Leica Leitzphone powered by Xiaomi.

Mulai 17 September 2026, empat perangkat lain masuk dalam daftar gelombang berikutnya, yaitu Xiaomi 17T Pro, Xiaomi 17T, Xiaomi 15 Ultra, dan Xiaomi 15. Daftar tersebut merupakan bagian dari program Global Beta dan berbeda dengan daftar pengujian HyperOS 4 untuk pasar China.

Perbedaan program ini penting karena Xiaomi memang menjalankan pengujian HyperOS 4 dalam beberapa tahap dan wilayah. Program beta China memiliki daftar perangkat tersendiri, sedangkan program Global Beta ditujukan untuk perangkat dengan perangkat lunak global dan EEA yang memenuhi syarat.

Karena statusnya beta, pengguna juga tidak seharusnya menganggap pembaruan tersebut sebagai versi final. Program pengujian memungkinkan Xiaomi mengumpulkan masukan dan memperbaiki masalah sebelum peluncuran yang lebih luas.

Sejumlah laporan mengenai program beta menyebut pengguna yang terpilih dapat memeriksa pembaruan melalui menu pembaruan perangkat setelah memperoleh akses program. Prosesnya terkait dengan pendaftaran melalui Xiaomi Community, dan tidak semua pengguna yang memiliki perangkat kompatibel otomatis memperoleh akses.

Risiko penggunaan versi beta juga perlu diperhatikan. Perangkat lunak pengujian dapat mengandung bug atau masalah kompatibilitas yang belum ditemukan pada penggunaan sehari-hari. Karena itu, versi beta lebih ditujukan kepada pengguna yang bersedia menguji sistem dan memberikan umpan balik.

Xiaomi sendiri masih melakukan penyempurnaan selama tahap pengujian. Perusahaan menyatakan kinerja sistem dan pengalaman penggunaan akan terus disesuaikan selama fase beta, sementara fitur dan perangkat yang kompatibel dapat diperluas secara bertahap.

Salah satu pertanyaan terbesar setelah beta global dimulai adalah kapan HyperOS 4 versi stabil akan tersedia untuk lebih banyak perangkat. Sampai tahap ini, Xiaomi belum memberikan jadwal final yang berlaku untuk seluruh model dan wilayah.

Laman resmi Xiaomi juga mengingatkan bahwa jadwal pembaruan serta daftar perangkat dapat mengalami penyesuaian. Karena itu, informasi mengenai kompatibilitas sebaiknya mengacu pada pengumuman resmi Xiaomi untuk masing-masing wilayah dan model.

Bagi pengguna Xiaomi 17 Ultra, Xiaomi 17, dan Leica Leitzphone powered by Xiaomi yang sudah terdaftar dalam program beta, mereka menjadi kelompok pertama yang dapat merasakan langsung perubahan tersebut. Sementara pemilik Xiaomi 17T Pro, Xiaomi 17T, Xiaomi 15 Ultra, dan Xiaomi 15 berada pada gelombang berikutnya mulai 17 September.

HyperOS 4 pada akhirnya membawa tiga perubahan besar yang menjadi pusat pembaruan Xiaomi kali ini. Pertama, tampilan baru dengan pendekatan Soft Light Glass. Kedua, integrasi AI yang lebih dalam melalui Super XiaoAI 2.0 berbasis MiMo. Ketiga, optimalisasi sistem yang diarahkan pada kelancaran, efisiensi memori, dan pengelolaan baterai.

Namun, daya tarik terbesar HyperOS 4 bukan hanya pada perubahan tampilan. Xiaomi berupaya menjadikan AI sebagai bagian dari sistem operasi, sehingga teknologi tersebut dapat digunakan untuk memahami konteks, mengolah informasi, membantu penulisan, membuat catatan, hingga menjalankan tugas lintas aplikasi.

Arah tersebut memperlihatkan perubahan cara Xiaomi memosisikan sistem operasi. HyperOS 4 tidak sekadar menjadi lapisan antarmuka di atas Android, tetapi dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem yang menghubungkan smartphone dengan AI dan perangkat lain.

Bagi pengguna, manfaat akhirnya akan sangat bergantung pada model perangkat yang digunakan. Fitur visual tertentu membutuhkan perangkat keras kelas atas, sedangkan sejumlah kemampuan AI juga memiliki persyaratan perangkat lunak dan versi Super XiaoAI tertentu. Xiaomi menegaskan pengalaman aktual dapat berbeda antarperangkat.

Untuk saat ini, HyperOS 4 masih berada pada tahap beta global. Tiga perangkat telah memperoleh akses awal, sementara empat model lainnya masuk dalam gelombang berikutnya pada 17 September 2026.

Dengan kombinasi desain Soft Light Glass, Super XiaoAI 2.0, model MiMo, fitur produktivitas berbasis AI, serta optimalisasi sistem, HyperOS 4 menjadi salah satu pembaruan perangkat lunak terbesar Xiaomi tahun ini. Tetapi bagi pengguna yang ingin mencobanya, status beta tetap perlu menjadi pertimbangan utama sebelum melakukan pemasangan.

Editor : Mahendra Aditya
Xiaomi HyperOS 4 HyperOS 4 beta HP Xiaomi yang dapat HyperOS 4 fitur HyperOS 4 Super XiaoAI 2.0