RADAR KUDUS - Komunitas modder mulai menemukan cara untuk menjalankan sejumlah teknologi DLSS generasi baru pada kartu grafis NVIDIA GeForce RTX lawas. Salah satu hasil paling menarik datang dari pengujian GeForce RTX 2060 Max-Q yang berhasil mengaktifkan DLSS Frame Generation melalui proyek khusus untuk arsitektur Turing.
Namun, temuan tersebut tidak berarti DLSS 5 kini resmi tersedia untuk seluruh GPU RTX generasi lama. Pengujian yang ada masih bersifat eksperimental, membutuhkan game dan konfigurasi tertentu, serta memiliki sejumlah batasan terkait kualitas gambar, kompatibilitas dan sistem anti-cheat.
Istilah “DLSS 5 pada RTX lama” sendiri juga perlu dipahami secara hati-hati. Ada beberapa proyek komunitas dengan metode berbeda untuk membuka kemampuan DLSS pada GPU yang secara resmi tidak mendapatkan dukungan fitur tersebut. Karena itu, hasil dari satu proyek tidak bisa begitu saja dianggap mewakili seluruh modifikasi DLSS.
Baca Juga: DLSS MFG Mod Bikin RTX 30 Makin Responsif, Latensi Turun hingga 35 Persen
Salah satu paket yang menjadi perhatian adalah DLSS Unlocked. Proyek ini ditujukan untuk GPU GeForce RTX 20-series, RTX 30-series dan RTX 40-series. Paket tersebut menggabungkan sejumlah komponen, termasuk DLSS Enabler, OptiScaler dan OptiScaler_DLSSNR, untuk membuka berbagai jalur pemrosesan neural rendering serta mode Multi Frame Generation.
Dokumentasinya mencantumkan pilihan MFG 2X, 3X dan 4X. Meski demikian, keberadaan opsi tersebut bukan berarti setiap GPU atau game akan mampu menjalankannya dengan hasil yang sama.
Ada persyaratan yang cukup ketat. Game yang digunakan harus sudah mendukung DLSS Upscaling dan DLSS Frame Generation secara native serta berjalan menggunakan DirectX 12. Paket tersebut juga mendokumentasikan dukungan untuk Windows dan Linux melalui Proton, tetapi kompatibilitas tetap sangat bergantung pada game dan konfigurasi perangkat yang digunakan.
Dengan kata lain, pemilik RTX 20-series, RTX 30-series atau RTX 40-series tidak otomatis bisa mengaktifkan seluruh fitur DLSS terbaru hanya dengan memasang mod. Dukungan harus dilihat berdasarkan kombinasi GPU, game, API grafis dan jalur rendering yang digunakan.
Hal yang juga penting adalah membedakan DLSS Unlocked dengan proyek dlssg_for_sm75. Keduanya sama-sama berkaitan dengan upaya menjalankan teknologi DLSS pada perangkat keras yang lebih lama, tetapi pendekatan teknisnya berbeda.
DLSS Unlocked merupakan paket yang cakupannya lebih luas. Pada RTX 20-series dan RTX 30-series, salah satu jalur yang dilaporkan digunakan memanfaatkan AMD FSR 3.1 untuk proses interpolasi frame. Pada konfigurasi tertentu untuk RTX 40-series, jalur yang digunakan dapat menggabungkan DLSS-G dengan FSR 3.1 untuk menghasilkan frame tambahan.
Karena itu, implementasi tersebut tidak selalu identik dengan Frame Generation NVIDIA secara native. Jalur pemrosesannya dapat berbeda bergantung pada konfigurasi dan perangkat yang digunakan.
Sementara itu, proyek dlssg_for_sm75 mengambil pendekatan berbeda dengan mengadaptasi runtime DLSS-G NVIDIA agar dapat berjalan pada perangkat keras Turing. Proyek ini menggunakan runtime nvngx_dlssg 310.1 dan mengganti kernel bawaan dengan varian yang dibuat untuk arsitektur SM75.
Dalam dokumentasinya, proyek tersebut mengganti 72 kernel tertanam dengan varian SM75 berbasis Cubin/PTX. Tujuannya adalah membuat runtime DLSS-G dapat diinisialisasi pada GPU Turing yang secara resmi tidak termasuk dalam daftar dukungan Frame Generation NVIDIA.
Pengujian paling konkret dari pendekatan ini dilakukan pada GeForce RTX 2060 Max-Q. Kartu grafis laptop tersebut menggunakan arsitektur Turing dengan SM75, sehingga menjadi salah satu perangkat yang menjadi target utama proyek.
Dalam pengujian yang dilaporkan, Frame Generation berhasil diaktifkan pada The Witcher 3: Wild Hunt versi Next-Gen menggunakan DirectX 12. Opsi Frame Generation di dalam game dapat dinyalakan dan peningkatan frame rate terlihat setelah mod diterapkan.
Baca Juga: RTX 20-Series Bisa Jalankan DLSS Frame Generation, Modder Buktikan di RTX 2060
Hasil tersebut menjadi bukti teknis yang menarik karena menunjukkan bahwa runtime DLSS-G NVIDIA dapat dibuat berjalan pada perangkat keras Turing melalui modifikasi tertentu.
Namun, cakupan hasilnya tetap harus ditempatkan secara proporsional. Pengujian tersebut tidak membuktikan bahwa semua RTX 2060, seluruh GPU Turing, atau semua game yang mendukung DLSS akan mendapatkan hasil serupa.
Validasi yang disebutkan secara spesifik masih berpusat pada RTX 2060 Max-Q dan The Witcher 3 Next-Gen dengan DirectX 12. Karena itu, menjadikan satu pengujian sebagai bukti bahwa DLSS 5 telah sepenuhnya “terbuka” untuk seluruh RTX lawas akan menjadi kesimpulan yang terlalu jauh.
Mode 2X menjadi salah satu konfigurasi yang paling jelas dalam pengujian. Proyek tersebut melaporkan bahwa Frame Generation dapat diaktifkan dan menghasilkan tambahan frame pada game yang diuji. Dokumentasi juga menyebut kemampuan menghasilkan hingga tiga frame tambahan, tetapi pengguna tetap disarankan berhati-hati ketika menggunakan multiplier yang lebih tinggi.
Di sinilah persoalan kualitas hasil mulai menjadi penting. Keberhasilan sebuah mod membuat opsi Frame Generation muncul atau membuat game menghasilkan lebih banyak frame belum otomatis berarti pengalaman bermain menjadi lebih baik.
Frame Generation tidak hanya berkaitan dengan angka FPS pada penghitung frame. Kualitas frame tambahan, artefak visual, latensi input, kestabilan game dan kualitas frame dasar ikut menentukan apakah teknologi tersebut benar-benar memberikan keuntungan bagi pemain.
Masalah tersebut juga terlihat pada eksperimen DLSS tidak resmi lainnya. Dalam salah satu pengujian pada perangkat RTX 5050 laptop, misalnya, ditemukan gangguan visual seperti distorsi wajah pada Crysis Remastered, ketidakstabilan tekstur, serta penurunan frame rate pada Cyberpunk 2077 dalam konfigurasi pengujian tertentu.
Namun, hasil RTX 5050 tersebut tidak boleh dianggap sebagai gambaran performa RTX 2060 Max-Q. Perangkat, game dan konfigurasi pengujiannya berbeda. Nilai penting dari contoh tersebut lebih kepada pengingat bahwa modifikasi DLSS dapat menghasilkan konsekuensi yang berbeda-beda tergantung lingkungan penggunaannya.
Persoalan kompatibilitas juga membuat teknologi ini belum bisa dianggap sebagai fitur plug-and-play. DLSS Unlocked membutuhkan game yang telah memiliki dukungan DLSS Upscaling dan Frame Generation serta menggunakan DirectX 12. Sementara proyek Turing yang diuji secara spesifik baru mendokumentasikan satu judul sebagai validasi.
Baca Juga: FF Beta Unlock APK 2026 Versi 18.6: Ini Kelebihan dan Kekurangannya Sebelum Dipakai
Artinya, game yang hanya menggunakan DirectX 12 belum tentu dapat menjalankan mod tersebut. Demikian pula game yang mendukung teknologi DLSS tertentu tidak otomatis kompatibel dengan setiap jalur Frame Generation yang tersedia dalam proyek komunitas.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah sistem anti-cheat. Dokumentasi proyek memberikan peringatan agar mod semacam ini tidak digunakan pada game multiplayer atau judul yang dilindungi sistem anti-cheat.
Peringatan tersebut tidak berarti setiap pengguna mod pasti akan terkena sanksi atau larangan bermain. Namun, keberadaan peringatan tersebut sudah menunjukkan bahwa penggunaan mod pada game online kompetitif memiliki risiko kompatibilitas dan keamanan yang tidak bisa diabaikan.
Karena itu, eksperimen semacam ini jauh lebih masuk akal ditempatkan pada game single-player yang kompatibel. Pengguna dapat menguji kemampuan GPU tanpa harus berhadapan dengan sistem keamanan yang dirancang untuk mendeteksi perubahan pada perangkat lunak game.
Bagi pemilik RTX lawas, perkembangan ini tetap memberikan alasan untuk kembali melihat kemampuan GPU mereka. RTX 2060 Max-Q yang berhasil menjalankan Frame Generation menunjukkan bahwa batas teknis perangkat keras lama mungkin tidak sesederhana daftar dukungan resmi.
Namun, bukan berarti GPU Turing tiba-tiba memiliki kemampuan yang sama dengan RTX generasi baru. Dukungan resmi NVIDIA tetap menjadi pembeda penting dalam hal optimasi, kompatibilitas dan stabilitas.
Modifikasi komunitas pada dasarnya mencoba membuka jalur yang tidak disediakan secara resmi. Hasilnya dapat menarik, tetapi juga bergantung pada pekerjaan pengembang komunitas dan dapat berubah ketika driver, game atau komponen perangkat lunak diperbarui.
Hal tersebut membuat keberhasilan hari ini belum tentu menghasilkan pengalaman yang sama setelah sebuah game mendapatkan pembaruan. Perubahan pada engine, driver atau sistem proteksi dapat memengaruhi kompatibilitas mod.
Karena itu, klaim bahwa “DLSS 5 sudah bisa digunakan di RTX lama” perlu dipahami dalam konteks yang jauh lebih sempit. Yang terbukti saat ini adalah adanya proyek komunitas yang mampu menjalankan bagian dari teknologi DLSS generasi baru pada konfigurasi GPU tertentu.
Untuk RTX 20-series, hasil pada RTX 2060 Max-Q menjadi salah satu bukti paling konkret. Frame Generation dapat diaktifkan pada The Witcher 3 Next-Gen melalui DirectX 12 menggunakan proyek berbasis SM75.
Sementara DLSS Unlocked menawarkan cakupan perangkat keras yang lebih luas, pengguna tetap harus memperhatikan persyaratan game dan jalur rendering yang digunakan. Mode 2X, 3X dan 4X memang terdokumentasi, tetapi keberadaan pilihan tersebut tidak menjamin semuanya berjalan sempurna di setiap GPU.
Pada akhirnya, perkembangan ini lebih tepat disebut sebagai pencapaian komunitas dalam mengeksplorasi kemampuan GPU RTX lawas. RTX 2060 Max-Q berhasil menunjukkan bahwa Frame Generation dapat dijalankan melalui modifikasi tertentu, tetapi hasil tersebut belum cukup untuk menjadikan DLSS 5 sebagai fitur universal bagi RTX 20-series atau RTX 30-series.
Bagi pengguna GPU lama, temuan tersebut tentu menarik karena berpotensi memberikan tambahan umur pada perangkat keras yang masih digunakan. Tetapi ekspektasinya harus realistis: kompatibilitas bersifat spesifik, kualitas visual dapat bermasalah, game tertentu mungkin tidak berfungsi dan penggunaan pada game online yang memiliki anti-cheat sebaiknya dihindari.
Dengan demikian, mod DLSS generasi baru memang membuka peluang bagi RTX lawas untuk mencoba teknologi yang sebelumnya berada di luar dukungan resmi. Namun, untuk saat ini, keberhasilan tersebut masih merupakan eksperimen berbasis game dan perangkat tertentu, bukan pengganti dukungan resmi NVIDIA.
Editor : Mahendra Aditya