RTX 20-Series Bisa Jalankan DLSS Frame Generation, Modder Buktikan di RTX 2060

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 18:48 WIB
NVIDIA GeForce RTX 20-series.
NVIDIA GeForce RTX 20-series.

RADAR KUDUS - Kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 20-series berbasis arsitektur Turing kini dilaporkan bisa menjalankan DLSS Frame Generation melalui modifikasi pihak ketiga. Temuan tersebut menarik perhatian karena fitur Frame Generation secara resmi tidak tersedia untuk generasi RTX 20-series.

Eksperimen itu dilakukan pada GeForce RTX 2060 Max-Q dan diuji menggunakan The Witcher 3: Wild Hunt versi next-gen dengan DirectX 12. Setelah mod diterapkan, opsi Frame Generation yang tersedia di dalam game dapat diaktifkan dan peningkatan frame rate berhasil diamati.

Temuan ini membuka peluang baru bagi pemilik kartu grafis RTX lawas untuk mencoba teknologi peningkatan frame berbasis AI yang selama ini dikaitkan dengan generasi RTX lebih baru. Namun, hasil pengujian awal menunjukkan bahwa teknologi tersebut belum bisa dianggap sebagai pengganti solusi resmi NVIDIA karena masih ditemukan masalah kompatibilitas, kualitas gambar, serta performa.

Baca Juga: FF Beta Unlock APK 2026 Versi 18.6: Ini Kelebihan dan Kekurangannya Sebelum Dipakai

Secara resmi, NVIDIA membatasi dukungan DLSS Frame Generation pada GPU GeForce RTX 40-series dan generasi setelahnya. Sementara itu, teknologi Multi Frame Generation yang mampu menghasilkan lebih banyak frame tambahan diperkenalkan untuk RTX 50-series.

Artinya, pemilik RTX 20-series seperti RTX 2060, RTX 2070, maupun RTX 2080 tidak mendapatkan dukungan resmi untuk DLSS Frame Generation. Modifikasi terbaru ini menjadi menarik karena mencoba melewati batas kompatibilitas tersebut dengan memanfaatkan perangkat lunak dan runtime NVIDIA yang sebenarnya.

Proyek tersebut merupakan pengembangan dari eksperimen sebelumnya yang berhasil membawa DLSS Frame Generation ke GPU RTX 30-series berbasis arsitektur Ampere. Kali ini, modder memperluas dukungan hingga arsitektur Turing dengan target Streaming Multiprocessor (SM) 7.5 yang digunakan GPU RTX 20-series.

Yang membedakan metode terbaru ini adalah penggunaan runtime DLSS Frame Generation milik NVIDIA secara langsung. Mod tersebut menggunakan runtime nvngx_dlssg 310.1, kemudian mengganti kernel GPU bawaan dengan versi yang telah dikompilasi agar dapat berjalan pada arsitektur SM75.

Modifikasi lain juga dilakukan pada pemeriksaan arsitektur GPU. Dalam proses tersebut, GPU Turing dibuat terbaca sebagai GPU dengan arsitektur Ada Lovelace sehingga runtime dapat melakukan inisialisasi fitur Frame Generation.

Pendekatan tersebut berbeda dari sejumlah mod sebelumnya untuk RTX 20-series dan RTX 30-series yang mengalihkan panggilan DLSS Frame Generation melalui pipeline AMD FSR 3. Dengan metode terbaru, eksperimen justru berusaha menjalankan runtime Frame Generation NVIDIA secara langsung pada perangkat keras yang secara resmi tidak didukung.

Hasil awalnya cukup menjanjikan, tetapi belum sepenuhnya mulus. Salah satu pengguna Reddit yang melakukan pengujian pada RTX 2060 melaporkan bahwa mode 2X dapat bekerja dengan baik. Namun, ketika jumlah frame tambahan ditingkatkan, masalah mulai terlihat.

Pada mode 3X, pengguna tersebut melaporkan munculnya efek ghosting. Sementara mode 4X dinilai belum memberikan hasil yang baik. Dalam pengujian yang sama, performanya juga disebut sedikit lebih rendah dibandingkan FSR Frame Generation pada kartu grafis yang sama.

Sejumlah pengguna lain turut melaporkan adanya persoalan kompatibilitas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mod ini masih berada dalam tahap awal dan belum dapat dianggap sebagai solusi yang stabil untuk seluruh pemilik RTX 20-series.

Jumlah pengujian yang tersedia juga masih terbatas. Karena itu, hasil dari beberapa pengguna belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh kartu RTX berbasis Turing akan memberikan pengalaman serupa. Perbedaan model GPU, game, pengaturan grafis, driver, serta konfigurasi sistem dapat memengaruhi hasil.

Meski demikian, eksperimen tersebut memiliki arti penting karena menunjukkan bahwa pembatasan dukungan resmi tidak serta-merta berarti perangkat keras RTX lawas sama sekali tidak mampu menjalankan teknologi tersebut.

Baca Juga: FF Beta Unlock APK 2026 Versi 18.6 Ramai Dicari, Ingin Coba? Pahami Ini

Sebelumnya, NVIDIA memang memperkenalkan DLSS Frame Generation sebagai salah satu fitur utama DLSS 3 pada RTX 40-series. Teknologi ini memanfaatkan AI untuk menghasilkan frame tambahan di antara frame yang dirender secara tradisional oleh GPU. Tujuannya adalah meningkatkan frame rate yang terlihat tanpa harus meningkatkan beban rendering secara proporsional.

Ketika teknologi tersebut kemudian diuji pada RTX 20-series melalui mod, muncul pertanyaan mengenai batas sebenarnya antara kemampuan perangkat keras dan pembatasan dukungan perangkat lunak. Eksperimen ini belum membuktikan bahwa RTX 20-series mampu memberikan pengalaman Frame Generation setara RTX 40-series atau RTX 50-series, tetapi menunjukkan bahwa sebagian fungsi tersebut dapat diinisialisasi pada GPU Turing.

Perbedaan hasil antara mode 2X, 3X, dan 4X juga memperlihatkan bahwa sekadar membuat fitur berhasil berjalan tidak otomatis menghasilkan kualitas dan stabilitas yang sama seperti implementasi resmi.

Masalah ghosting menjadi salah satu tantangan utama. Ketika frame tambahan dihasilkan secara tidak sempurna, objek bergerak dapat meninggalkan jejak visual atau tampak tidak natural. Dalam game dengan pergerakan cepat, gangguan semacam ini berpotensi lebih mudah terlihat.

Performa juga menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan. Jika implementasi mod justru menghasilkan peningkatan frame rate yang lebih rendah dibandingkan FSR Frame Generation pada perangkat keras yang sama, pengguna perlu mempertimbangkan apakah manfaat visual dan performanya sebanding dengan potensi masalah kompatibilitas.

Bagi pemilik RTX 20-series, temuan ini tentu menarik karena generasi tersebut sudah berusia beberapa tahun tetapi masih memiliki kemampuan komputasi yang cukup untuk menjalankan banyak game modern. Eksperimen mod semacam ini dapat memperpanjang peluang penggunaan GPU lama, terutama bagi pengguna yang belum ingin melakukan upgrade kartu grafis.

Namun, pengguna juga perlu membedakan antara fitur yang berhasil dijalankan melalui mod dengan fitur yang mendapatkan dukungan resmi dari produsen. NVIDIA belum menjadikan DLSS Frame Generation sebagai fitur resmi untuk RTX 20-series. Karena itu, keberhasilan mod tidak dapat dipandang sebagai perubahan kebijakan dukungan NVIDIA.

Selain itu, mod pihak ketiga selalu memiliki potensi masalah tersendiri. Pengguna harus mempertimbangkan kompatibilitas dengan game, versi driver, stabilitas aplikasi, hingga kemungkinan munculnya masalah setelah pembaruan perangkat lunak. Hasil yang diperoleh satu pengguna juga tidak otomatis berlaku pada konfigurasi lainnya.

Eksperimen ini pada akhirnya lebih tepat dilihat sebagai bukti konsep daripada solusi siap pakai. Kemampuan untuk menjalankan runtime NVIDIA pada GPU Turing merupakan pencapaian menarik dari sisi modifikasi perangkat lunak, tetapi kualitas implementasinya masih membutuhkan pengujian lebih luas.

Jika pengembangan mod terus berlanjut dan kompatibilitasnya meningkat, pemilik RTX 20-series mungkin memiliki alternatif baru untuk memperoleh peningkatan frame rate tanpa harus langsung beralih ke GPU generasi terbaru. Namun, kualitas gambar, stabilitas dan performa tetap menjadi faktor yang menentukan apakah teknologi tersebut benar-benar layak digunakan dalam permainan sehari-hari.

Yang paling menarik dari eksperimen ini bukan sekadar RTX 2060 dapat menyalakan Frame Generation. Temuan tersebut juga memunculkan pertanyaan lebih besar mengenai seberapa jauh fitur DLSS dapat berjalan pada GPU generasi lama ketika batasan perangkat lunak diubah oleh komunitas modder.

Untuk saat ini, hasil pengujian masih terlalu terbatas untuk menyatakan bahwa seluruh RTX 20-series dapat menikmati DLSS Frame Generation dengan kualitas yang setara GPU yang didukung secara resmi. Mode 2X terlihat paling menjanjikan dari laporan awal, sedangkan mode 3X dan 4X masih menghadapi persoalan kualitas serta kestabilan.

Dengan demikian, RTX 20-series memang berhasil menunjukkan potensi baru melalui modifikasi tersebut, tetapi pengguna sebaiknya tidak menganggapnya sebagai pengganti dukungan resmi NVIDIA. Perkembangan pengujian dan pembaruan mod masih akan menjadi penentu apakah eksperimen ini dapat berubah menjadi solusi yang lebih matang atau tetap menjadi proyek komunitas dengan kompatibilitas terbatas.

Editor : Mahendra Aditya
RTX 20-series DLSS Frame Generation RTX 2060 NVIDIA Turing mod DLSS