Jakarta - Samsung dikabarkan tengah menyiapkan perubahan besar untuk lini ponsel layar lipat premiumnya yang akan meluncur pada paruh kedua 2026.
Bukan lagi memakai nama Galaxy Z Fold 8 seperti yang diperkirakan sebelumnya, penerus Galaxy Z Fold 7 disebut bakal hadir dengan identitas baru.
Rumor terbaru menyebut Samsung kemungkinan akan memperkenalkan perangkat tersebut dengan nama Galaxy Z Fold 8 Ultra.
Langkah ini diyakini menjadi strategi Samsung untuk menegaskan posisi perangkat sebagai foldable flagship dengan spesifikasi lebih tinggi dibanding model lainnya.
Informasi tersebut pertama kali ramai dibicarakan setelah sejumlah pembocor gadget mengungkap bahwa Samsung ingin membawa pendekatan serupa seperti lini Galaxy S Ultra, yang selama ini menjadi kasta tertinggi smartphone premium mereka.
Jika bocoran itu akurat, Galaxy Z Fold 8 Ultra diprediksi membawa peningkatan di sejumlah sektor penting.
Salah satunya pada kamera ultrawide yang disebut naik menjadi 50 MP.
Selain itu, kapasitas baterai kabarnya diperbesar menjadi 5.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45W.
Tak hanya itu, Samsung juga disebut sedang mengembangkan layar utama dengan lipatan yang semakin minim terlihat.
Fitur ini diharapkan membuat pengalaman memakai perangkat terasa lebih premium dan mendekati smartphone konvensional.
Meski demikian, belum ada kepastian apakah Samsung akan kembali menghadirkan dukungan S Pen di model terbaru ini.
Fitur tersebut sebelumnya menjadi salah satu daya tarik pengguna lini Galaxy Ultra, namun sempat absen di generasi foldable terbaru.
Di sisi lain, model foldable dengan bodi lebih lebar disebut tetap akan hadir, tetapi menggunakan nama berbeda.
Varian ini diperkirakan tetap mengusung nama Galaxy Z Fold 8, dengan spesifikasi yang sedikit lebih rendah dibanding versi Ultra.
Samsung sendiri diprediksi akan memperkenalkan lini foldable terbarunya bersamaan dengan Galaxy Z Flip 8 dalam acara Galaxy Unpacked 2026 yang kabarnya digelar di London, Inggris, pada Juli mendatang.
Hingga kini, Samsung masih belum memberikan konfirmasi resmi terkait perubahan nama maupun spesifikasi perangkat tersebut.
Editor : Iwan Arfianto