Jakarta – Harga perangkat penyimpanan seperti flashdisk dan kartu memori dilaporkan mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah laporan industri menyebut kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya permintaan chip memori untuk kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan laporan dari Tom's Hardware yang mengutip investigasi PCWorld, harga produk penyimpanan berbasis NAND seperti USB drive dan kartu microSD mengalami kenaikan rata-rata lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam beberapa kasus, kenaikan harga bahkan disebut jauh lebih tinggi.
Salah satu produk kartu memori berkapasitas 256GB dilaporkan mengalami lonjakan harga hingga lebih dari dua kali lipat dalam kurun satu tahun terakhir.
Fenomena ini tidak terlepas dari perubahan prioritas produksi di industri semikonduktor.
Chip NAND, yang menjadi komponen utama pada flashdisk dan kartu memori, diproduksi melalui jalur yang sama dengan chip untuk SSD dan kebutuhan pusat data.
Saat ini, perusahaan teknologi besar yang mengembangkan AI berlomba-lomba mengamankan pasokan chip berkualitas tinggi untuk mendukung infrastruktur mereka.
Kondisi tersebut membuat produsen lebih memprioritaskan produksi chip untuk segmen premium dan pusat data, yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi.
Akibatnya, pasokan chip kelas menengah dan bawah yang biasa digunakan untuk produk konsumen menjadi terbatas.
Sejumlah produsen bahkan mulai mengalihkan fokus ke produk penyimpanan berkapasitas besar dan kelas atas.
Salah satu contohnya adalah SanDisk yang baru-baru ini meluncurkan kartu SD berkapasitas 2TB dengan harga sangat tinggi, menandai pergeseran strategi ke pasar premium.
Meski demikian, para analis memperkirakan lonjakan harga ini tidak akan berlangsung permanen.
Seiring dengan penyesuaian kapasitas produksi dan meredanya permintaan dari sektor AI, harga diprediksi akan mulai stabil dalam beberapa tahun ke depan.
Namun, sebagian pengamat menilai tekanan harga masih akan terasa setidaknya hingga 2027, terutama jika pertumbuhan industri AI tetap agresif dan terus menyerap pasokan chip global.
Editor : Iwan Arfianto