RADARKUDUS - Bayangkan, Jika kalian sedang mengambang di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Tiba-tiba, panggilan alam datang. Tapi di sini, tanpa gravitasi, segalanya menjadi rumit.
Inilah mengapa NASA menghabiskan miliaran rupiah untuk menciptakan toilet tercanggih.
Bukan tentang kemewahan, melainkan tentang bertahan hidup di lingkungan yang paling tak bersahabat.
Baca Juga: Canva Bikin Geger Dunia Desain! Affinity Kini Jadi Super App Gratis Lawan Langsung Adobe
1. Masalah utama di luar angkasa adalah tidak ada gravitasi untuk "menarik" kotoran
Jika menggunakan toilet biasa, segala sesuatu akan melayang-layang di kabin. Bayangkan betapa kacau dan tidak sehatnya itu.
Sistem pembuangan harus secara aktif menyedot dan mengarahkan kotoran ke tempat yang semestinya.
2. Toilet luar angkasa menggunakan aliran udara yang kuat, seperti vakum, untuk menarik kotoran menjauh dari tubuh astronaut.
Urin disedot ke selang khusus, sedangkan kotoran padat dialihkan ke wadah terpisah.
Kecepatan udara yang tepat sangat krusial untuk memastikan tidak ada yang lolos.
Baca Juga: Karakter SUV New Honda ADV 160 Menjadi Salah Satu Kunci Keselamatan Berkendara
3. Urin yang berhasil dikumpulkan kemudian didaur ulang
Air dipisahkan dan dimurnikan melalui proses filtrasi yang sangat canggih hingga menjadi air minum yang bersih bagi astronaut.
Setiap tetes air sangat berharga di luar angkasa, sehingga hampir tidak ada yang terbuang percuma.
4. Untuk kotoran padat, toilet luar angkasa mengemasnya ke dalam wadah kedap udara
Wadah ini kemudian disimpan dan akhirnya dibawa ke kapsul kargo yang akan terbakar habis saat masuk kembali ke atmosfer Bumi.
Ini adalah metode pembuangan yang aman dan steril. Jadi, perbedaan harga yang fantastis itu bukan tanpa alasan.
Toilet seharga 50 ribu rupiah didesain untuk gravitasi Bumi, sementara toilet NASA adalah sistem daur ulang dan pembuangan yang rumit untuk lingkungan tanpa gravitasi.
Keduanya adalah solusi sempurna untuk dunia yang sangat berbeda.
Editor : Zainal Abidin RK