Drone Sekecil Nyamuk, Senjata Rahasia Baru Tiongkok untuk Operasi Militer Sunyi
Redaksi Radar Kudus• Rabu, 2 Juli 2025 | 17:57 WIB
China meluncurkan drone nyamuk berukuran 0,6 cm
RADAR KUDUS – Sebuah terobosan teknologi kembali ditunjukkan oleh Tiongkok. Universitas Teknologi Pertahanan Nasional (National University of Defense Technology/NUDT) telah menciptakan drone ultra mini berbentuk menyerupai nyamuk, yang dilengkapi dengan dua sayap mungil, bodi ramping, dan berdiri di atas tiga kaki tipis.
Mengutip laporan dari Euronews, drone mikro ini dirancang khusus untuk menjalankan misi pengintaian dan operasi militer rahasia, dan telah melakukan penerbangan perdananya secara terbuka dalam tayangan CCTV7 saluran televisi nasional yang berfokus pada isu militer di Tiongkok.
Robot mini ini diperkenalkan oleh peneliti NUDT, Liang Hexiang, yang sebelumnya dikenal luas karena keberhasilannya mengembangkan robot humanoid canggih.
“Di tangan saya ini ada sebuah robot mirip nyamuk. Robot miniatur bionik seperti ini sangat cocok untuk misi intelijen dan operasi khusus di medan perang,” jelas Hexiang dalam wawancaranya.
Dalam demonstrasi yang sama, Hexiang juga memamerkan varian lain dari drone bionik, kali ini dengan empat sayap yang memungkinkan kemampuan manuver lebih tinggi, dan dapat dikendalikan menggunakan smartphone.
Tantangan Teknologi: Kecil, Tapi Kompleks
Mengembangkan drone seukuran serangga bukan hal mudah. Ukurannya yang mini menghadirkan tantangan besar, mulai dari:
Pemasangan mikrofon, kamera, sistem navigasi, dan kendali di ruang yang sangat terbatas.
Desain aerodinamis agar tetap bisa terbang stabil dalam kondisi sulit.
Kemampuan senyap agar tidak mudah terdeteksi dalam operasi militer.
Daya tahan fisik tinggi agar bisa bertahan di lingkungan ekstrem.
Sumber energi mungil namun cukup kuat untuk menopang fungsi-fungsi utama.
Kecanggihan ini hanya bisa dicapai melalui kolaborasi lintas ilmu, seperti robotika, material canggih, dan teknologi sensorik, yang biasanya dikembangkan dalam fasilitas militer tingkat tinggi.
Drone cerdas ini diciptakan dengan meniru struktur dan pola gerak serangga sungguhan.
Dirancang seakan-akan “menyamar” di lingkungan sekitar, drone ini menggabungkan:
Teknologi inframerah,
Material super ringan,
Sistem motorik nyaris tanpa suara,
…sehingga mampu masuk ke lokasi target tanpa disadari.
Fungsi Operasional: Dari Mata-Mata Hingga Deteksi Bahaya
Meskipun ukurannya hanya sebesar kantong celana, drone ini mampu terbang hingga 25 menit non-stop, serta merekam video langsung dan gambar beresolusi tinggi. Kemampuannya sangat berguna dalam:
Mendeteksi ranjau atau jebakan tersembunyi
Melakukan pengintaian senyap di medan perang atau kawasan rawan
Mengirimkan data real-time langsung ke pusat kendali
Meski China kini jadi sorotan karena keberhasilan ini, militer Amerika Serikat juga dikabarkan sedang mengembangkan drone mini sejenis.
Perlombaan teknologi pengintaian skala mikro tampaknya telah dimulai. (Labib Azka)