Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Shell Prediksi Lonjakan 60% Permintaan LNG Global pada 2040, Asia Jadi Pendorong Utama!

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 26 Februari 2025 | 17:36 WIB
Logo Shell
Logo Shell

RADAR KUDUS - Perusahaan energi raksasa Shell memproyeksikan bahwa permintaan global untuk liquefied natural gas (LNG) akan melonjak hingga 60% pada tahun 2040.

Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi di Asia, dampak teknologi kecerdasan buatan (AI), serta upaya global untuk mengurangi emisi di sektor industri berat dan transportasi.

Laporan tahunan Shell yang dirilis pada Selasa (25/2/2025) menyoroti peran kunci Asia dalam mendorong permintaan LNG di masa depan.

Asia: Pendorong Utama Pertumbuhan LNG

Menurut laporan Shell, Asia akan menjadi pusat pertumbuhan permintaan LNG global.

China dan India, dua raksasa ekonomi Asia, tengah memperluas infrastruktur LNG mereka untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.

Selain China dan India, negara-negara seperti AljazairMesirMalaysia, dan Indonesia juga mengalami peningkatan permintaan gas alam.

Namun, produksi domestik di negara-negara tersebut diprediksi akan menurun hingga 50 juta ton dalam 15 tahun ke depan, mengurangi pasokan gas yang tersedia untuk ekspor.

Permintaan Global: Antara Transisi Energi dan Pertumbuhan Ekonomi

Shell mencatat bahwa permintaan global untuk LNG akan mencapai 630 juta hingga 718 juta ton per tahun pada 2040.

Angka ini lebih tinggi dari proyeksi tahun lalu, yang memperkirakan permintaan LNG global pada 2040 sebesar 625 juta hingga 685 juta ton per tahun.

Tom Summers, Wakil Presiden Senior Shell untuk Pemasaran dan Perdagangan LNG, menjelaskan, "Peningkatan permintaan gas alam diperlukan untuk memenuhi tujuan pembangunan dan dekarbonisasi, terutama di sektor pembangkit listrik, pemanasan, industri, dan transportasi."

Pasokan LNG: Tantangan dan Peluang

Di sisi pasokan, Shell memperkirakan lebih dari 170 juta ton pasokan LNG baru akan tersedia pada 2030.

Namun, waktu operasional proyek-proyek LNG baru masih belum pasti karena berbagai tantangan, termasuk ketegangan geopolitik, hambatan regulasi, kekurangan tenaga kerja, dan gangguan rantai pasokan.

Beberapa proyek LNG telah mengalami penundaan selama dua tahun terakhir, yang menyebabkan keterlambatan pasokan sekitar 30 juta ton—setara dengan volume impor LNG India—hingga 2028.

Pada tahun 2024, perdagangan LNG global hanya meningkat 2 juta ton menjadi 407 juta ton, menandai peningkatan tahunan terkecil dalam satu dekade terakhir.

Eropa dan Amerika Serikat: Pemasok Utama LNG

Sementara Asia menjadi pusat permintaan, Amerika Serikat dan Qatar diprediksi akan mendominasi pasokan LNG global.

Di Eropa, permintaan LNG diperkirakan akan terus tumbuh hingga 2030-an, terutama untuk menyeimbangkan peningkatan penggunaan energi terbarukan yang bersifat intermiten.

Infrastruktur gas alam yang ada di Eropa juga berpotensi dialihfungsikan untuk mengimpor bio-LNG atau synthetic LNG, serta hidrogen hijau di masa depan.

Dampak Teknologi AI dan Dekarbonisasi

Laporan Shell juga menyoroti peran teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi LNG.

Selain itu, upaya global untuk mengurangi emisi karbon di sektor industri berat dan transportasi turut mendorong permintaan LNG sebagai sumber energi yang lebih bersih dibandingkan batu bara dan minyak.

Kesimpulan: Masa Depan Cerah untuk LNG

Dengan proyeksi pertumbuhan permintaan yang signifikan, terutama dari Asia, serta peningkatan pasokan dari Amerika Serikat dan Qatar, masa depan industri LNG terlihat cerah.

Namun, tantangan seperti penundaan proyek dan ketidakpastian geopolitik perlu diatasi untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga LNG di pasar global.

Shell menegaskan bahwa LNG akan terus memainkan peran kunci dalam transisi energi global, terutama sebagai jembatan menuju energi terbarukan yang lebih berkelanjutan.(*)

Editor : Mahendra Aditya
#infrastruktur LNG #shell #liquefied natural gas #lng