Mahendra Aditya Restiawan• Kamis, 12 September 2024 | 18:19 WIB
ILUSTRASI: Hacker mencoba untuk meretas akun target. (DNAIndia)
RADAR KUDUS - Dugaan peretasan di platform pertukaran aset kripto Indodax kembali menjadi sorotan publik. Grup peretas asal Korea Utara, Lazarus Group, diduga menjadi dalang di balik serangan ini.
Meskipun demikian, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengimbau agar nasabah tetap tenang.
Berikut adalah rangkuman poin-poin terkait kasus ini.
Transaksi Mencurigakan di Indodax
Peretasan di platform kripto Indodax dideteksi oleh perusahaan keamanan Web3, Cyvers, pada 11 September 2024.
Dugaan peretasan ini melibatkan 150 transaksi aset kripto yang mencurigakan. Cyvers melaporkan bahwa alamat dompet mencurigakan telah menyimpan sebesar US$14,4 juta yang kemudian ditukar ke Ether (ETH).
Kerugian Ditaksir Mencapai Rp282,1 Miliar
Dalam investigasi lanjutan, Cyvers memperkirakan kerugian akibat peretasan ini mencapai US$18,2 juta atau sekitar Rp282,1 miliar.
Kerugian ini dipicu oleh pergerakan aset dalam jumlah besar yang melibatkan berbagai jaringan blockchain, seperti Ethereum dan Polygon.
Lazarus Group Diduga Sebagai Pelaku
Sejumlah ahli, termasuk Yosi Hammer, Head of AI dari Cyvers, menyatakan bahwa pola serangan di Indodax sangat mirip dengan metode yang sering digunakan oleh Lazarus Group, grup peretas yang diduga berasal dari Korea Utara.
Grup ini telah dikenal sebagai pelaku di balik serangkaian peretasan platform kripto besar, termasuk CoinsPaid.
Bappebti Imbau Masyarakat Jangan Panik
Kepala Bappebti, Kasan, menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Indodax dan meminta klarifikasi terkait dugaan peretasan ini.
Kasan juga mengimbau agar masyarakat, terutama nasabah Indodax, tidak panik. Indodax telah menutup sistem secara menyeluruh untuk memastikan integritas dan keamanan platform tetap terjaga.
Indodax Pastikan Saldo Pelanggan Aman
Oscar Darmawan, CEO Indodax, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi terkait peretasan tersebut.
Selama proses investigasi dan pemeliharaan sistem, platform web dan aplikasi Indodax sementara tidak dapat diakses.
Namun, Oscar memastikan bahwa saldo pelanggan, baik dalam bentuk aset kripto maupun rupiah, tetap aman.
Investigasi dan Pemeliharaan Sistem
Selama proses investigasi, Indodax menutup akses ke sistemnya untuk melakukan pemeliharaan secara menyeluruh.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa tidak ada celah keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Indodax bekerja sama dengan tim keamanan siber untuk memulihkan dan melindungi sistem dari ancaman lebih lanjut.
Kesimpulan
Meski dugaan peretasan di Indodax ini memicu kekhawatiran di kalangan pengguna kripto, pihak Indodax dan Bappebti memastikan bahwa saldo nasabah tetap aman.
Lazarus Group, yang diduga menjadi dalang di balik serangan ini, telah dikenal sebagai pelaku serangan kripto global. Dengan tindakan cepat dari Indodax, diharapkan sistem akan segera pulih dan kembali beroperasi normal.