LAMONGAN — Kekalahan 0-2 yang diderita Persijap Jepara dari Persela Lamongan dalam laga pembuka Grup I I.League Cup 2026/2027 di Stadion Surajaya bukan soal biasa.
Pemain muda yang diturunkan tak cukup mampu mengimbangi gaya bertanding tuan rumah.
Namun, alih-alih meratapi hasil minor, kubu Laskar Kalinyamat justru memandang pertandingan ini sebagai kalkulasi rasional, yang memang harus dijalani sebagai konsekuensi besar musim ini.
Sejak peluit pertama dibunyikan, intensitas tinggi yang dihadirkan Persela membuktikan reputasi mereka sebagai tim yang solid dan kompetitif.
Tak ayal, Persela menduduki peringkat 1 di klasemen sementara Grup B Championship (Liga 2).
Jalannya pertandingan di atas lapangan hijau berjalan sangat rumit. Penuh tekanan. Kondisi ini sebetulnya sudah diantisipasi secara matang sejak awal oleh tim pelatih.
Langkah berani diambil oleh tim pelatih dengan menurunkan kombinasi materi yang didominasi para pemain muda, dalam starting eleven.
Keputusan ini bukan tanpa alasan, mengingat turnamen I.League Cup dimanfaatkan sebagai panggung eksperimen, sekaligus sarana rotasi krusial di tengah padatnya kalender kompetisi Super League. Fokus utama Persijap tidak bergeser.
Kebijakan menurunkan pemain pelapis dan pilar muda, menjadi instrumen penting guna menjaga kebugaran fisik pemain inti. Sekaligus melindungi skuad utama dari ancaman badai cedera yang berpotensi merusak stabilitas tim di liga.
Secara taktis, game plan yang dipersiapkan oleh tim pelatih telah dicoba untuk diterapkan dengan maksimal di hadapan publik Surajaya.
Meskipun hasil akhir di papan skor tidak sesuai dengan apa yang ditargetkan, determinasi para pemain muda dalam meredam agresivitas pemain Persela, di sepanjang babak pertama patut mendapatkan apresiasi tersendiri.
Pelatih Kepala Persijap Jepara Juan Cortes mengungkapkan, setelah laga berat di Lamongan usai, skuad Persijap segera mengalihkan atensi sepenuhnya untuk mengambil masa istirahat dan menjalani program pemulihan (recovery).
Ketenangan dan fokus menjadi aspek mental utama, yang ingin dibangun kembali agar mental bertanding anak asuhnya tetap terjaga dengan baik.
Menurutnya, kekalahan ini harus menjadi bahan evaluasi total, untuk segera melakukan perbaikan (improve) secara menyeluruh.
Cortes sadar betul bahwa mereka perlu meningkatkan efektivitas serangan, sekaligus memperketat kerapatan lini pertahanan. Agar mampu memberikan tekanan yang lebih konsisten pada laga-laga berikutnya.
Di sisi lain, apresiasi tinggi patut diberikan kepada Persela Lamongan yang tampil sangat klinis, khususnya melalui aksi impresif supersub Kushedya Hari Yudo yang memborong dua gol kemenangan.
Langkah ke depan telah menanti Laskar Kalinyamat, di mana komitmen mereka akan langsung diuji pada laga kandang krusial di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Skuad besutan Jepara ini dijadwalkan menjamu Garudayaksa FC dalam lanjutan laga pekan ke-9 Super League, pada Sabtu, (7/11) mendatang.
Pertandingan menghadapi Garudayaksa FC dipandang sebagai momentum emas bagi Persijap untuk bangkit dari tren negatif, serta mengamankan poin penuh.
Cortes menegaskan bahwa hasil akhir di Lamongan bukanlah target utama, yang dicari, melainkan proses adaptasi dan jam terbang para pemain pelapis.
Juan Cortes memaparkan bahwa kekalahan ini memberikan gambaran yang jelas, mengenai aspek apa saja yang harus dievaluasi oleh staf kepelatihan sebelum kembali ke kompetisi liga.
Ia tetap mengapresiasi kerja keras skuadnya yang telah mencoba menjalankan instruksi taktis di tengah tekanan bertubi-tubi dari tuan rumah.
Sementara itu, Reycredo Beremanda Bukit menilai, bahwa pertandingan melawan Persela memberikan pelajaran berharga, serta menjadi tolak ukur performa bagi rata-rata pemain muda di tim.
Menurutnya, menit bermain di level kompetisi setingkat I.League Cup memberikan atmosfer yang sangat tepat bagi para pilar muda untuk mematangkan mentalitas bertanding.
Ia merasa bahwa menghadapi tekanan dari tim sekuat Persela kesempatan langka yang sangat bagus, untuk mengoreksi kekurangan individu maupun kolektif.
Baginya, ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan batu loncatan yang berharga.
“Secara pribadi, pertandingan sangat baik bagi kedua tim. Rata-rata pemain Persijap musa. Ini waktu yang bagus untuk improve. Semoga jadi batu loncatan untuk bisa lebih baik lagi ke depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Persijap akan memjamu Madura United dalam laga lanjutan League Cup pada Selasa (1/12) mendatang di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK).(fik)
Editor : Mahendra Aditya