RADAR KUDUS - Kembalinya Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic ke Liga Voli Korea pada musim 2026/2027 kembali mengingatkan publik Korea Selatan pada duet keduanya bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks.
Dua pemain yang pernah menjadi bagian penting perjalanan Red Sparks menuju final pada musim 2024/2025 itu kini kembali ke V-League dengan seragam berbeda. Bukilic kembali memperkuat Red Sparks, sedangkan Megawati memilih Hyundai Hillstate.
Kembalinya kedua pemain tersebut menjadi salah satu cerita menarik menjelang bergulirnya kompetisi V-League 2026/2027. Bukilic merupakan pemain asing terakhir yang bergabung dengan klubnya setelah menyelesaikan agenda bersama Timnas Voli Putri Serbia. Ia tiba di Korea Selatan pada 11 September 2026 dan kemudian bergabung dengan Red Sparks.
Megawati sudah lebih dahulu kembali ke Korea Selatan. Pemain Indonesia tersebut tiba pada pertengahan Juli 2026 untuk memulai persiapan bersama Hyundai Hillstate. Perpindahan itu menandai babak baru dalam perjalanan Megawati di Liga Voli Korea setelah sebelumnya menjadi salah satu pemain penting Red Sparks.
Baca Juga: Vanja Bukilic Nantikan Duel Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea
Situasi tersebut membuat perjalanan dua mantan tandem itu berubah total. Ketika memperkuat Red Sparks pada musim 2024/2025, Megawati dan Bukilic berada dalam satu sisi lapangan dan menjadi bagian dari duet yang membawa klub asal Daejeon tersebut menembus final.
Kini keduanya justru harus saling berhadapan.
Media Korea Selatan My Daily turut menyoroti kembalinya Bukilic dan mengaitkannya dengan pencapaian Red Sparks dua musim lalu. Dalam laporan yang dikutip tvOne, media tersebut menyebut Bukilic sebagai salah satu pemain kunci di balik keberhasilan Red Sparks mencapai final V-League 2024/2025.
"Vanja Bukilic, pemain tim nasional Serbia dan tokoh kunci dalam keberhasilan Jung Kwan Jang Red Sparks meraih posisi runner-up di final kejuaraan musim 2024-2025, telah kembali," tulis My Daily.
Media tersebut juga kembali menyinggung peran Bukilic ketika bermain bersama Megawati. Pada musim tersebut, Bukilic tidak ditempatkan sebagai opposite hitter seperti posisi yang kini dijalaninya. Ia lebih banyak menjalankan peran sebagai outside hitter dan menjadi bagian dari kombinasi serangan Red Sparks bersama Megawati.
"Pada musim 2024-2025, meskipun bukan sebagai opposite hitter, ia bermain sebagai outside hitter dan memimpin Jung Kwan Jang ke final kejuaraan dengan penampilan luar biasa bersama Megawati," tulis My Daily.
Perjalanan Red Sparks pada musim tersebut memang menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah klub. Duet Megawati-Bukilic membantu Red Sparks mencapai final setelah klub tersebut lama tidak tampil di partai puncak. Red Sparks kemudian mengakhiri perjalanan sebagai runner-up setelah kalah dalam pertandingan final.
Pencapaian itu pula yang membuat duet keduanya meninggalkan kenangan tersendiri bagi pendukung Red Sparks. Megawati dan Bukilic tidak lagi bermain bersama setelah musim tersebut berakhir. Keduanya kemudian menjalani perjalanan karier masing-masing di luar klub.
Bukilic melanjutkan kariernya di Italia sebelum akhirnya kembali dipilih Red Sparks untuk memperkuat tim pada musim 2026/2027. Sementara Megawati meninggalkan Red Sparks dan pada musim baru bergabung dengan Hyundai Hillstate.
Baca Juga: Followers Hillstate Naik Sejak Megawati Datang, Red Sparks Justru Mengalami Penurunan, Berapa?
Kepindahan Megawati ke Hillstate menjadikan situasi semakin menarik. Hyundai Hillstate bukan sekadar klub baru bagi Megawati, tetapi juga salah satu tim yang harus dihadapi Bukilic bersama Red Sparks.
Karena itu, nostalgia duet Mega-Bukilic tidak berhenti pada kenangan masa lalu. Keduanya akan kembali bertemu di lapangan, tetapi kali ini sebagai pemain dari dua klub berbeda.
Bukilic sendiri menyambut kemungkinan tersebut dengan antusias. Pemain asal Serbia itu mengakui bahwa dirinya menunggu pertandingan menghadapi Megawati. Ia menilai duel tersebut akan menjadi pertandingan yang menarik.
"Saya menantikan pertandingan melawan Mega. Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang menarik," ujar Bukilic.
Pernyataan itu menjadi gambaran bagaimana perubahan komposisi kedua tim menghadirkan cerita baru. Bukilic yang sebelumnya memahami pola permainan Megawati sebagai rekan setim kini harus mempelajari bagaimana menghentikan pemain Indonesia tersebut sebagai lawan.
Begitu pula sebaliknya. Megawati akan menghadapi pemain yang pernah berbagi lapangan dengannya dalam salah satu periode terbaik Red Sparks. Pengalaman bersama tersebut membuat pertemuan keduanya memiliki konteks berbeda dibandingkan duel biasa antar pemain.
Bukilic juga memberikan penilaian terhadap Hyundai Hillstate. Ia menilai klub baru Megawati memiliki organisasi permainan yang baik dan tidak mudah dihadapi.
"Hyundai E&C adalah tim yang sulit dihadapi karena mereka memiliki tim yang terorganisir dengan baik," ujar Bukilic.
Meski mengakui kekuatan Hillstate, Bukilic tetap optimistis dengan kondisi Red Sparks. Ia menilai timnya juga telah membangun skuad yang bagus untuk menghadapi musim baru.
"Namun, saya percaya kami juga telah membangun tim yang bagus musim ini, jadi saya yakin ini akan menjadi pertandingan yang bagus," lanjutnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Bukilic memandang pertemuan dengan Megawati dari sisi persaingan antarklub. Ada nostalgia karena keduanya pernah menjadi tandem, tetapi ketika pertandingan dimulai, kepentingan Red Sparks dan Hillstate menjadi hal utama.
Bagi Red Sparks, kembalinya Bukilic juga menjadi bagian dari upaya membangun kembali tim. Pemain Serbia tersebut sudah memiliki pengalaman bersama klub dan mengenal atmosfer kompetisi Korea. Pengalaman itu menjadi modal ketika ia kembali mengenakan seragam Red Sparks.
Namun, situasinya tidak sama dengan dua musim lalu. Bukilic tidak lagi memiliki Megawati di sisi serangan. Ia harus membangun kombinasi baru bersama pemain-pemain Red Sparks lainnya.
Perubahan posisi juga menjadi bagian menarik dari perjalanan Bukilic. Ketika membantu Red Sparks mencapai final pada musim 2024/2025, ia dimainkan sebagai outside hitter. Kini ia kembali dengan peran opposite hitter murni.
Perubahan tersebut membuat kontribusi Bukilic pada musim baru akan memiliki karakter berbeda. Ia tidak lagi berbagi peran serang dengan Megawati seperti sebelumnya, melainkan menjadi salah satu pemain yang diandalkan Red Sparks untuk menghasilkan angka.
Sementara itu, Megawati memulai periode baru bersama Hyundai Hillstate. Pemain asal Indonesia tersebut sebelumnya telah menjadi bagian penting Red Sparks selama dua musim. Kini ia harus membangun chemistry dengan rekan-rekan barunya di Hillstate.
Kepindahan itu juga membuat perjalanan Megawati di Korea Selatan memasuki fase berbeda. Setelah dikenal sebagai salah satu pemain andalan Red Sparks, ia kini akan menghadapi mantan klubnya sebagai bagian dari Hyundai Hillstate.
Pertandingan Hillstate melawan Red Sparks dengan demikian akan menghadirkan dua lapisan cerita. Di satu sisi, laga tersebut merupakan persaingan antarklub di V-League. Di sisi lain, pertandingan mempertemukan dua pemain yang pernah menjadi tandem dan membantu Red Sparks mencapai final.
Kembalinya Bukilic juga baru terjadi setelah ia menyelesaikan tugas bersama Timnas Voli Putri Serbia. Karena itu, ia menjadi salah satu pemain asing yang datang paling akhir ke Korea Selatan untuk mempersiapkan musim baru.
Ia tiba di Bandara Internasional Incheon pada 11 September 2026. Kedatangannya melengkapi komposisi pemain asing dan pemain kuota Asia yang akan berkompetisi di V-League 2026/2027.
Megawati, sebaliknya, telah lebih dahulu berada di Korea Selatan. Ia tiba pada Juli dan langsung menjalani persiapan bersama Hyundai Hillstate. Perbedaan waktu kedatangan tersebut membuat Bukilic memiliki periode persiapan bersama klub yang lebih pendek.
Meski demikian, pengalaman Bukilic di Korea bukan sesuatu yang baru. Ia pernah bermain di V-League dan mengenal karakter kompetisi tersebut. Pengalaman bersama Red Sparks pada musim 2024/2025 juga menjadi bagian dari modalnya ketika kembali.
Bagi Megawati, musim baru juga menjadi kesempatan untuk membangun kembali performanya bersama klub baru. Ia tidak lagi berada di bawah sistem permainan Red Sparks yang sudah dikenalnya selama dua musim.
Pertemuan keduanya pun berpotensi menjadi salah satu duel personal yang menarik perhatian penggemar Indonesia maupun Korea Selatan. Megawati memiliki basis pendukung yang besar di Indonesia, sedangkan Bukilic kembali ke klub yang pernah dibawanya menuju final.
Namun, sebelum memasuki kompetisi utama, kedua pemain akan menjalani rangkaian persiapan dan pertandingan pramusim. KOVO Cup 2026 dijadwalkan menjadi salah satu agenda penting sebelum V-League 2026/2027 bergulir.
Turnamen putri KOVO Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11-18 Oktober 2026 di Jinnam Gymnasium, Yeosu. Kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi klub-klub untuk menguji komposisi baru sebelum menghadapi musim reguler.
Red Sparks dan Hyundai Hillstate berada di grup berbeda. Kondisi tersebut membuat peluang Megawati dan Bukilic bertemu di KOVO Cup bergantung pada hasil fase grup masing-masing tim. Pertemuan mereka di turnamen pramusim baru mungkin terjadi apabila kedua klub melangkah cukup jauh dan bertemu di fase gugur.
Setelah KOVO Cup, kompetisi V-League 2026/2027 dijadwalkan memasuki musim reguler mulai 31 Oktober 2026. Fase reguler akan berlangsung hingga 2 April 2027.
Artinya, perjalanan panjang menuju duel Mega-Bukilic masih menunggu jadwal pertandingan kedua klub. Namun, sejak keduanya dipastikan kembali ke Korea Selatan, cerita mengenai duet Red Sparks dua musim lalu sudah kembali muncul di media lokal.
Bagi penggemar Red Sparks, kembalinya Bukilic membawa kembali salah satu sosok dari tim yang pernah menciptakan perjalanan bersejarah menuju final. Sementara bagi penggemar Megawati, kepindahannya ke Hillstate menghadirkan tantangan baru setelah dua musim menjadi bagian dari klub Daejeon tersebut.
Menariknya, nostalgia itu justru muncul ketika kedua pemain tidak lagi berada di klub yang sama. Bukilic kembali ke Red Sparks, sementara Megawati mengenakan seragam Hyundai Hillstate. Hubungan keduanya di lapangan pun berubah dari tandem menjadi rival.
Perubahan itu membuat kisah Mega-Bukilic pada musim 2026/2027 tidak lagi sekadar tentang keberhasilan masa lalu. Keduanya akan membawa pengalaman dari periode tersebut untuk menghadapi tantangan baru bersama klub masing-masing.
Bukilic bahkan sudah menyampaikan bahwa ia menantikan pertemuan dengan Megawati. Ia menyebut duel tersebut akan menarik, sekaligus mengakui bahwa Hyundai Hillstate memiliki organisasi permainan yang sulit dihadapi.
Di sisi lain, Red Sparks akan berharap pengalaman Bukilic membantu mereka kembali tampil kompetitif. Hillstate pun memiliki Megawati sebagai bagian dari komposisi baru yang akan diuji sejak awal musim.
Dengan latar belakang tersebut, setiap pertemuan Red Sparks dan Hyundai Hillstate musim depan akan membawa cerita tambahan. Dua pemain yang pernah bekerja sama untuk membawa Red Sparks ke final kini harus saling berhadapan demi klub masing-masing.
Duet Mega-Bukilic memang telah berakhir. Namun, comeback keduanya ke V-League justru membuka kembali kisah tersebut dengan skenario berbeda: bukan lagi sebagai tandem yang memburu kemenangan bersama, melainkan dua pemain yang akan saling berhadapan di sisi berlawanan net.
Editor : Mahendra Aditya