JEPARA — Persijap Jepara harus mengakui keunggulan Borneo FC Samarinda. Kalah tipis di kandang sendiri dengan skor 0-1.
Pertandingan pekan kedua BRI Super League 2026/2027 ini berlangsung sengit.
Bermain di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, Sabtu (12/9) malam, Persijap kecolongan gol cepat Rodrigo Varanda saat pertandingan baru berjalan tiga menit.
Pertandingan disaksikan 3.820 penonton di GBK Jepara.
Gol cepat tersebut membuat Persijap harus bermain dalam posisi mengejar sejak awal.
Borneo FC mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang, meski Persijap mencoba meningkatkan tekanan terutama setelah memasuki babak kedua.
Pelatih Kepala Persijap Jepara Juan Cortes mengakui dirinya dan tim tidak senang dengan hasil tersebut.
Ia mengungkapkan, Persijap masih membutuhkan waktu untuk membangun permainan.
Terutama karena komposisi pemain yang relatif baru, perlu mendapatkan kesempatan untuk membentuk pemahaman satu sama lain.
"Kami tidak senang. Kami butuh waktu. Kami hanya butuh waktu untuk berusaha lebih keras," tegasnya sesuai laga.
Ia mengakui, Borneo FC merupakan lawan yang berat.
Persijap sebenarnya berusaha bangkit pada babak kedua, untuk mencari gol penyeimbang.
Namun, sejumlah kekurangan dalam permainan masih terlihat. Umpan-umpan dapat terpatahkan.
Serangan yang dibangun juga tak terkonversi dengan baik. Distribusi bola kurang maksimal.
Cortes menyebut timnya perlu memperbaiki banyak aspek.
Mulai dari pertahanan, transisi hingga membuat pemain kembali nyaman ketika menguasai bola.
Dari susunan pemain, semula Persijap menurunkan Sendri Johansyah sebagai penjaga gawang.
Di lini belakang terdapat Rahmatshoh Rahmatzoda, kapten Jose Luis Espinosa Arroyo (Tiri), Sergio Chica Villares dan Marcos Blasco Valera.
Sementara lini tengah diisi Jose Antonio Ruiz Lopez, Muhammad Adzikry Fadlillah serta Rendi Saepul, dengan Abrizal Umanailo, Juan Douglas Teles da Silva dan Weyderson Denilson sebagai pemain depan.
Komposisi tersebut menunjukkan Persijap mencoba mengandalkan kreativitas di lini tengah sekaligus kecepatan dari sisi sayap.
Namun, gol Varanda pada menit ketiga membuat rencana permainan Persijap berubah lebih cepat. Kalang kabut.
Tim harus mengejar ketertinggalan, sekaligus tetap menjaga keseimbangan. Semula hendak attacking tapi malah bermain defense.
Cortes kemudian melakukan sejumlah pergantian untuk memberikan energi baru.
Rendi Saepul dan Marcos Blasco ditarik pada menit ke-57, digantikan Yaya Sogodogo dan Muhamad Buyung Ismu Lessy.
Pada menit ke-77, Muhammad Adzikry Fadlillah dan Ahmad Wadil Aryadi Abidin masuk menggantikan, sebelum Jose Antonio Ruiz Lopez dan Rahmatshoh Rahmatzoda digantikan Samuel Ofori serta Tegar Infantrie Sukamto pada menit ke-88.
Pergantian tersebut memperlihatkan upaya Persijap untuk menjaga intensitas hingga akhir pertandingan.
Namun, perubahan pemain belum menghasilkan gol penyeimbang.
Di sisi lain, Borneo FC juga melakukan pergantian secara bertahap, termasuk memasukkan Gabriel da Silva Oliveira pada menit ke-61 serta beberapa pemain lainnya pada menit ke-77 dan 85 untuk mempertahankan struktur permainan.
"Kami akan benahi kekurangan di hari ini. Kami butuh waktu untuk tahu satu sama lain antar pemain, benahi apa yang kurang bagi tim ini. Kami akan improve pada laga berikutnya," ucapnya, sembari kembali menegaskan diri.
Ia menjelaskan, para pemain tetap bekerja keras.
Cortes menilai pekerjaan rumah Persijap bukan hanya pada satu lini. Namun mencakup jamak hal.
"Kami butuh waktu. Kami akan benahi defense, transisi. Akan benahi semua. Pemain harus nyaman lagi dengan bola," imbuhnya.
Kekalahan tersebut menjadi hasil kedua Persijap, pada awal kompetisi setelah sebelumnya keok 0-2 dari Madura United.
Cortes pun berharap, proses adaptasi para pemain baru segera menghasilkan perkembangan di pertandingan berikutnya.
Utamanya saat menjamu Persib Bandung pada Minggu (20/9).
"Kami perlu benahi. Kami tentu saja ingin menang," sambung Pemain Persijap Sergio Chica.(fik)
Editor : Ali Mustofa