Statistik Manchester United vs Sabah: Menang 4-0, MU Dominan dengan 21 Tembakan dan xG 3,68

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 07:45 WIB
Matheus Cunha, saat MU Kembali ke Liga Champions dengan Ganas, Sabah Dihantam 4-0 di Old Trafford. (Instagram Manchester United)
Matheus Cunha, saat MU Kembali ke Liga Champions dengan Ganas, Sabah Dihantam 4-0 di Old Trafford. (Instagram Manchester United)

RADAR KUDUS - Manchester United mengawali kiprahnya di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan telak 4-0 atas Sabah FK di Old Trafford, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB. Bukan hanya skor yang menunjukkan dominasi Setan Merah, statistik pertandingan juga memperlihatkan perbedaan kualitas yang cukup mencolok antara kedua tim.

Manchester United mencatat expected goals (xG) sebesar 3,68, jauh di atas Sabah yang hanya mencapai 0,92. Tim asuhan Michael Carrick itu juga melepaskan 21 tembakan, 10 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Sabah menghasilkan 11 tembakan tanpa satu pun mengarah ke gawang. Dalam hal peluang besar, MU menciptakan lima big chances berbanding dua milik tim asal Azerbaijan tersebut.

Keunggulan itu semakin terlihat dari cara Manchester United memasuki area berbahaya. Mereka mencatat 41 sentuhan di kotak penalti Sabah, sementara tim tamu hanya 12 kali menyentuh bola di kotak penalti United. Angka tersebut menggambarkan bahwa kemenangan 4-0 bukan sekadar hasil dari penyelesaian akhir yang efektif, melainkan buah dari tekanan dan volume serangan yang lebih konsisten.

Baca Juga: Statistik Manchester United vs Sabah: Menang 4-0, 21 Tembakan, 5 Peluang Besar, dan 58 Persen Pengua

Dari penguasaan bola, Manchester United memang tidak mendominasi secara ekstrem, tetapi tetap unggul 58 persen berbanding 42 persen. Perbedaan lebih besar tampak pada distribusi bola. United menyelesaikan 571 dari 625 umpan atau 91 persen, sedangkan Sabah mencatat 391 umpan sukses dari 455 percobaan dengan akurasi 86 persen.

Keunggulan United juga tampak ketika bola memasuki sepertiga akhir lapangan. Manchester United membukukan akurasi operan di final third sebesar 80 persen dari 177 percobaan, sementara Sabah berada di angka 76 persen dari 83 operan. United juga memiliki expected assists (xA) 2,05, hampir tiga kali lipat dari Sabah yang mencatat 0,77.

Dengan kata lain, statistik Manchester United vs Sabah memperlihatkan bahwa empat gol yang tercipta memiliki dasar permainan yang cukup kuat. United lebih sering membawa bola ke wilayah pertahanan lawan, lebih banyak menciptakan peluang berkualitas, dan jauh lebih produktif dalam menghasilkan tembakan tepat sasaran.

Gol pertama datang pada menit ke-27. Patrick Dorgu menjadi aktor penting dari sisi kiri setelah mengirim umpan ke area berbahaya yang diselesaikan Matheus Cunha dari jarak dekat. Gol tersebut menjadi titik balik setelah Sabah sempat tampil cukup berani pada fase awal pertandingan.

Sabah bahkan mampu memberikan ancaman sebelum United benar-benar mengambil kendali. Joy-Lance Mickels memperoleh peluang melalui sundulan dari umpan silang di sisi kanan, tetapi bola hanya melebar ke sisi gawang. Peluang tersebut menjadi salah satu kesempatan terbaik Sabah untuk memperkecil kesenjangan kualitas di atas lapangan.

Setelah United membuka keunggulan, pertandingan berubah. Manchester United mulai menemukan lebih banyak ruang dan meningkatkan intensitas serangan. Sabah kesulitan mempertahankan organisasi pertahanannya ketika United mengalirkan bola dari lini tengah menuju area final third.

Bruno Fernandes kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-42. Gol itu berawal dari rangkaian kombinasi di lini depan sebelum bola dikirim ke area yang tepat untuk diselesaikan kapten United tersebut. Bruno menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam serangan United, baik melalui kontribusi langsung maupun keterlibatannya dalam membangun peluang.

Tiga menit berselang, giliran Benjamin Sesko yang mencatatkan namanya di papan skor. Bryan Mbeumo mengirim umpan terobosan yang membuat Sesko memiliki ruang di belakang pertahanan Sabah. Penyerang tersebut kemudian melewati kiper Stas Pokatilov sebelum memasukkan bola ke gawang yang sudah terbuka.

Gol Sesko membuat Manchester United menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0. Menariknya, tiga gol tersebut lahir dalam rentang waktu 27 hingga 45 menit. Statistik babak pertama pun menunjukkan bagaimana United mampu mengubah pertandingan setelah sebelumnya Sabah sempat tampil percaya diri.

Kondisi itu membuat babak kedua berjalan berbeda. Manchester United tidak perlu memaksakan permainan dengan intensitas setinggi babak pertama. Dengan keunggulan tiga gol, Carrick dapat mengelola tenaga pemain sekaligus memberikan menit bermain kepada sejumlah pemain lainnya.

Baca Juga: Manchester United vs Sabah 4-0: Setan Merah Pesta Gol di Old Trafford

Mason Mount masuk menggantikan Youri Tielemans pada awal babak kedua. Setelah itu, Andrey Santos dan Joshua Zirkzee juga mendapat kesempatan bermain. Harry Amass dan Shea Lacey kemudian masuk pada fase berikutnya untuk menggantikan Dorgu dan Mbeumo.

Sabah juga melakukan sejumlah pergantian pemain untuk mencari perubahan. Orphé Mbina masuk menggantikan Christian Nwachukwu sejak awal babak kedua, disusul Aleksey Isaev yang menggantikan Kaheem Parris. Abdulakh Khaybulaev, Erivaldo Almeida, dan Du Queiroz kemudian turut dimainkan.

Namun, perubahan tersebut tidak cukup untuk mengubah arah pertandingan. Manchester United tetap mampu menciptakan peluang dan akhirnya menambah gol keempat pada menit ke-68.

Gol itu tercipta setelah tendangan bebas Bruno Fernandes menghasilkan situasi berbahaya di depan gawang Sabah. Upaya Joshua Zirkzee sempat diblok, tetapi bola pantulan jatuh di area yang tepat untuk Lisandro Martinez. Bek asal Argentina itu kemudian menyelesaikannya untuk mengubah skor menjadi 4-0.

Statistik tembakan menunjukkan perbedaan paling jelas. Manchester United menghasilkan 21 percobaan, sementara Sabah hanya 11. Dari jumlah tersebut, United memiliki 15 tembakan dari dalam kotak penalti, sedangkan Sabah hanya enam.

Lebih penting lagi, Manchester United mampu mengarahkan 10 tembakannya ke gawang. Sabah tidak sekalipun berhasil mencatatkan tembakan tepat sasaran. Lima percobaan mereka melenceng dan enam lainnya diblok. Satu tembakan Sabah juga membentur tiang, sehingga ancaman mereka sebenarnya tidak sepenuhnya nihil.

Data xG on target semakin mempertegas perbedaan tersebut. United mencatat xGOT 3,92, sedangkan Sabah berada di angka 0,00. Kiper Sabah, Stas Pokatilov, harus melakukan lima penyelamatan, sementara penjaga gawang United tidak mencatatkan penyelamatan karena tidak ada tembakan Sabah yang tepat mengarah ke gawang.

Meski demikian, hasil tersebut tidak berarti Sabah tampil tanpa perlawanan. Tim tamu beberapa kali mampu menemukan ruang, terutama melalui serangan dari sisi lapangan. Mickels kembali memiliki peluang pada babak kedua, sementara Orphé Mbina juga sempat mengancam melalui sundulan.

Hanya saja, masalah Sabah terletak pada kualitas penyelesaian akhir dan kemampuan mempertahankan tekanan di wilayah pertahanan United. Mereka memang mampu mengakhiri laga dengan 11 tembakan, tetapi tidak ada yang benar-benar memaksa penjaga gawang Manchester United bekerja.

Sebaliknya, United jauh lebih sering berada di sekitar kotak penalti lawan. Catatan 41 sentuhan di kotak penalti Sabah berbanding 12 menunjukkan perbedaan dalam frekuensi penetrasi. United juga menciptakan lima peluang besar, lebih dari dua kali jumlah yang dibuat Sabah.

Youri Tielemans dan Bruno Fernandes saat MU Kembali ke Liga Champions dengan Ganas, Sabah Dihantam 4-0 di Old Trafford. (Instagram Manchester United)
Youri Tielemans dan Bruno Fernandes saat MU Kembali ke Liga Champions dengan Ganas, Sabah Dihantam 4-0 di Old Trafford. (Instagram Manchester United)

Angka operan juga memperlihatkan kemampuan United mempertahankan kontrol permainan. Sebanyak 571 dari 625 operan mereka berhasil dilakukan, menghasilkan akurasi 91 persen. Sabah memiliki 455 percobaan umpan dengan 391 berhasil, atau 86 persen.

Manchester United bahkan unggul dalam duel secara keseluruhan dengan 50 duel dimenangkan berbanding 42 milik Sabah. Di sisi lain, kedua tim sama-sama mencatat tujuh intersep. Sabah lebih banyak melakukan sapuan, 19 kali berbanding 15, yang menunjukkan mereka lebih sering berada dalam situasi bertahan dan harus membuang bola dari area berbahaya.

Kesalahan individu juga menjadi bagian penting dari pertandingan. United tidak tercatat melakukan kesalahan yang langsung berujung tembakan atau gol. Sabah mencatat satu kesalahan yang menghasilkan tembakan dan satu kesalahan yang berujung gol.

Catatan tersebut ikut menjelaskan mengapa United mampu menjaga jarak dari ancaman Sabah sepanjang pertandingan. Setelah mendapatkan keunggulan, mereka tidak memberi lawan kesempatan untuk membangun momentum dalam periode yang panjang.

Dari sisi distribusi kontribusi gol, kemenangan United juga menunjukkan keterlibatan beberapa pemain berbeda. Cunha, Bruno Fernandes, Sesko, dan Lisandro Martinez menjadi pencetak gol. Sementara itu, Dorgu, Tielemans, dan Mbeumo tercatat memberikan assist untuk tiga gol pertama.

Dorgu bahkan dinobatkan sebagai Man of the Match oleh Flashscore. Kontribusinya tidak hanya terlihat dari assist pembuka, tetapi juga dari keterlibatan United dalam membangun serangan dari sektor kiri sebelum akhirnya digantikan Harry Amass pada menit ke-72.

Bruno Fernandes juga memainkan peran penting. Selain mencetak gol kedua, kapten Manchester United tersebut terlibat dalam proses terciptanya gol keempat. Ia menjadi salah satu penghubung utama antara lini tengah dan serangan sepanjang pertandingan.

Bagi Sesko, gol tersebut memiliki arti tersendiri karena ia mendapat kesempatan tampil sejak menit pertama. Penyerang tersebut memanfaatkan umpan Mbeumo dengan baik dan menunjukkan kemampuan berlari di belakang lini pertahanan Sabah.

Di lini tengah, Kobbie Mainoo dan Tielemans membantu United menjaga aliran permainan. Tielemans memberikan assist untuk gol Bruno sebelum digantikan Mason Mount pada awal babak kedua. Mainoo kemudian keluar pada menit ke-64 dan posisinya diisi Andrey Santos.

Kemenangan ini sekaligus menjadi awal yang penting bagi Manchester United dalam kembalinya mereka ke Liga Champions. UEFA mencatat laga melawan Sabah sebagai pertandingan ke-26 United di kompetisi tersebut, sebuah rekor untuk klub Inggris. Ini juga menjadi kampanye Liga Champions pertama mereka dalam tiga musim.

Benjamin Sesko saat MU Kembali ke Liga Champions dengan Ganas, Sabah Dihantam 4-0 di Old Trafford. (Instagram Manchester United)
Benjamin Sesko saat MU Kembali ke Liga Champions dengan Ganas, Sabah Dihantam 4-0 di Old Trafford. (Instagram Manchester United)

Sebelum pertandingan ini, United terakhir tampil di Liga Champions pada musim 2023/2024. Saat itu mereka mengakhiri fase grup di posisi terbawah setelah menghadapi Bayern Munchen, FC Copenhagen, dan Galatasaray. Musim berikutnya mereka tidak tampil di kompetisi UEFA.

Carrick sebelumnya menyebut Liga Champions sebagai kompetisi yang sangat istimewa bagi Manchester United. Ia juga menegaskan bahwa klub tidak sekadar ingin menikmati kembali atmosfer kompetisi elite Eropa tersebut.

Baca Juga: Rating Pemain Como vs RB Leipzig: Baturina 9,3 Jadi Bintang dalam Kemenangan 4-1

“Ini kompetisi yang ajaib. Di sinilah kami semua ingin berada,” kata Carrick sebelum pertandingan. “Kami senang bisa berada di sini, tetapi kami tidak datang hanya untuk menikmati kesempatan ini. Kami ingin menjalankan tugas dan melangkah sejauh mungkin.”

Pernyataan itu kemudian mendapat konteks dari hasil pertandingan. United bukan hanya kembali ke panggung Liga Champions, tetapi langsung mencatat kemenangan dengan margin empat gol dan clean sheet.

Di sisi lain, Sabah datang dengan cerita yang jauh berbeda. Klub asal Azerbaijan itu baru berdiri pada September 2017. Dalam waktu kurang dari satu dekade, mereka berhasil menembus fase liga Liga Champions dan menjadi klub termuda yang pernah mencapai fase tersebut.

Perjalanan Sabah menuju Old Trafford juga tidak mudah. Mereka harus melewati empat babak kualifikasi. Setelah mengalahkan The New Saints dan KuPS Kuopio, Sabah sempat kalah 1-2 dari Aarhus pada leg pertama. Mereka kemudian membalikkan keadaan dengan kemenangan 4-0 pada leg kedua.

Pada play-off melawan Hapoel Beer-Sheva, Sabah kembali berada dalam situasi sulit setelah kalah 1-2 pada leg pertama. Pada leg kedua, mereka tertinggal dan membutuhkan gol pada menit-menit akhir. Tellur Mutallimov kemudian mencetak gol pada menit ke-94 untuk menjaga peluang Sabah, sebelum dua gol tambahan pada babak tambahan waktu memastikan kemenangan 5-2.

Pelatih Valdas Dambrauskas sebelumnya mengakui bahwa keberhasilan Sabah menembus fase liga Liga Champions tidak banyak diprediksi. Namun, dari dalam klub, mereka memiliki keyakinan berbeda.

“Bagi penggemar sepak bola pada umumnya, keberhasilan Sabah tidak diperkirakan. Bahkan di Azerbaijan, banyak orang meragukan kami bisa mencapai fase liga Liga Champions. Di dalam klub, perasaannya berbeda. Kami tahu kami adalah tim yang bagus dan mampu melangkah sampai akhir,” ujar Dambrauskas kepada UEFA.

Pertemuan di Old Trafford akhirnya menjadi gambaran nyata betapa besar tantangan yang harus dihadapi Sabah ketika berhadapan dengan klub yang memiliki pengalaman jauh lebih panjang di Eropa. Sebelum pertandingan, UEFA mencatat Sabah baru menjalani musim Eropa keempat sepanjang sejarah klub, sementara United sudah memainkan ratusan pertandingan kompetisi Eropa.

Sabah sebelumnya bahkan memiliki catatan enam kemenangan dari delapan pertandingan Liga Champions pada fase kualifikasi musim ini. Mereka juga mencatat empat clean sheet sebelum bertemu United. Namun, menghadapi kualitas dan kedalaman skuad Setan Merah, statistik tersebut tidak cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan telak.

Baca Juga: Como Hancurkan Leipzig 4-1, Martin Baturina dkk Tampil Meyakinkan di Liga Champions

Pertandingan ini juga menjadi pertemuan pertama Manchester United dan Sabah. Kedua klub sebelumnya belum pernah bertemu, bahkan belum pernah menghadapi klub dari negara lawan dalam pertandingan kompetitif.

Pada akhirnya, statistik Manchester United vs Sabah memberikan gambaran lebih lengkap dibanding skor 4-0 semata. United unggul dalam xG, jumlah tembakan, tembakan tepat sasaran, peluang besar, penguasaan bola, akurasi umpan, sentuhan di kotak penalti, hingga expected assists.

Perbedaan terbesar terlihat pada kualitas peluang. United menghasilkan xG 3,68 dari 21 tembakan, sementara Sabah hanya 0,92 dari 11 percobaan. United juga memiliki 10 tembakan tepat sasaran, sedangkan Sabah tidak satu pun.

Namun, angka-angka tersebut tidak berarti semua pekerjaan United sudah selesai. Carrick sebelumnya menegaskan bahwa kembalinya Manchester United ke Liga Champions harus menjadi awal dari upaya untuk kembali konsisten berada di level tertinggi Eropa. Setelah kemenangan atas Sabah, tantangan berikutnya akan menuntut standar yang lebih tinggi.

Bagi United, kemenangan 4-0 memberikan fondasi ideal: tiga poin, empat gol, clean sheet, serta statistik yang menunjukkan dominasi. Bagi Sabah, kekalahan tersebut menjadi pelajaran pertama dari perjalanan bersejarah mereka di panggung terbesar Eropa.

Setelah malam di Old Trafford, kesenjangan kualitas yang terlihat melalui angka-angka pertandingan menjadi bagian penting dari cerita kedua klub.

Editor : Mahendra Aditya
Liga Champions 2026/2027 Manchester United vs Sabah MU vs Sabah 4-0 statistik Manchester United vs Sabah hasil Manchester United vs Sabah