Statistik Pemain Como vs RB Leipzig: Baturina Jadi Bintang, Paz Sempurna dalam Dribel

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 07:11 WIB
Baturina Rating 9,3! Statistik Pemain Como Saat Libas RB Leipzig 4-1
Baturina Rating 9,3! Statistik Pemain Como Saat Libas RB Leipzig 4-1

RADAR KUDUS - Como membuka perjalanan di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas RB Leipzig di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Kamis (10/9/2026).

Di balik pesta gol tersebut, Martin Baturina menjadi pemain dengan rating tertinggi berdasarkan data pertandingan, sementara Nico Paz tampil sangat efektif dalam distribusi bola dan duel satu lawan satu.

Baturina memperoleh rating 9,3, tertinggi di antara seluruh pemain Como yang tercatat dalam statistik pertandingan. Winger tersebut tidak hanya mencetak gol pembuka pada menit ke-15, tetapi juga memberikan assist untuk gol Anastasios Douvikas yang membawa Como unggul 2-0 sebelum jeda.

Kontribusi itu membuat Baturina menjadi salah satu figur sentral dalam kemenangan bersejarah Como pada debut mereka di Liga Champions. UEFA mencatat Baturina masuk dalam susunan pemain Como bersama Nico Paz, Assane Diao dan Douvikas di lini serang.

Baca Juga: Debut Sempurna Como di Liga Champions: RB Leipzig Dibungkam 4-1, Malam Bersejarah di Sinigaglia

Data pemain memperlihatkan Baturina menyelesaikan 25 dari 29 operan atau 86 persen, menyentuh bola sebanyak 44 kali, mencatat tiga dribel sukses dari empat percobaan, serta menghasilkan satu tembakan dengan nilai expected goals (xG) 0,26.

Angka tersebut memperlihatkan kontribusinya tidak berhenti pada gol dan assist. Ia juga aktif dalam membangun serangan dan membawa bola melewati pemain lawan.

Namun, performa Como tidak hanya bertumpu pada Baturina. Nico Paz mencatat rating 8,8, sekaligus menjadi salah satu pemain dengan pengaruh terbesar dalam proses serangan. Gelandang serang tersebut melepaskan tiga tembakan, menghasilkan xG 0,26, dan menyelesaikan 42 dari 44 operan atau 95 persen.

Paz juga tampil sempurna dalam urusan dribel. Dari empat percobaan, seluruhnya berhasil dilakukan dengan sukses. Ia mencatat 70 sentuhan sepanjang pertandingan dan empat sentuhan di kotak penalti lawan.

Kontribusinya semakin terlihat karena Paz tercatat memberikan assist untuk gol ketiga Assane Diao pada menit ke-54 dan gol keempat Máximo Perrone pada menit ke-90. Rangkaian gol pertandingan juga dikonfirmasi oleh catatan pertandingan Liga Champions.

Berikut statistik pemain Como berdasarkan data pertandingan:

Pemain Posisi Rating Total shots Expected goals (xG) Accurate passes Touches Touches in opposition box Successful dribbles
Martin Baturina Winger 9,3 1 0,26 25/29 (86%) 44 2 3/4 (75%)
Nico Paz Attacking midfielder 8,8 3 0,26 42/44 (95%) 70 4 4/4 (100%)
Assane Diao Winger 8,2 2 0,17 23/29 (79%) 52 8 6/10 (60%)
Máximo Perrone Midfielder 7,9 1 0,44 18/20 (90%) 25 1 -
Anastasios Douvikas Striker 7,8 1 0,47 9/11 (82%) 23 5 -
Jean Butez Goalkeeper 7,4 - - 30/39 (77%) 48 - -
Yan Couto Fullback 7,3 - - 31/35 (89%) 56 - 1/2 (50%)
Moise Kean Forward 7,2 1 0,04 4/6 (67%) 13 1 -
Jacobo Ramón Centre back 7,2 - - 58/61 (95%) 68 - -
Marc-Oliver Kempf Defender 6,5 - - 19/21 (90%) 21 - -
Ivan Smolčić Defender 6,4 - - 6/8 (75%) 12 - 0/1 (0%)
Lucas Da Cunha Midfielder 6,3 3 0,52 38/41 (93%) 52 1 -
Álex Valle Fullback 6,2 - - 46/50 (92%) 61 - 0/1 (0%)
Trevoh Chalobah Centre back 6,0 1 0,10 64/67 (96%) 74 1 -
Luis Milla Midfielder 5,6 1 0,03 51/54 (94%) 72 - -
Samuele Ricci Midfielder - - - 1/1 (100%) 2 - -

Dari angka tersebut terlihat bahwa kontribusi pemain Como tersebar di berbagai lini. Baturina menjadi pemain dengan rating tertinggi, Paz paling menonjol dalam kombinasi umpan dan dribel, sedangkan Diao menjadi pemain Como yang paling sering menyentuh bola di kotak penalti lawan.

Diao mencatat delapan sentuhan di kotak penalti Leipzig, angka tertinggi di antara pemain Como dalam data tersebut. Ia juga mencatat enam dribel sukses dari 10 percobaan. Winger tersebut menjadi pencetak gol ketiga Como pada menit ke-54 setelah menerima rangkaian umpan yang melibatkan Douvikas dan Paz.

Gol Diao semakin memperlebar keunggulan Como menjadi 3-0. Leipzig kemudian merespons empat menit berselang melalui Andrija Maksimovic, tetapi gol tersebut tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan. Pada menit ke-90, Perrone mencetak gol keempat sekaligus mengunci kemenangan Como 4-1.

Perrone sendiri memiliki rating 7,9, meski jumlah sentuhannya hanya 25 kali. Menariknya, ia memiliki nilai xG 0,44, lebih tinggi daripada Baturina dan Paz yang sama-sama mencatat 0,26. Ia menyelesaikan 18 dari 20 operan atau 90 persen dan kemudian mencetak gol penutup pertandingan.

Gol Perrone bukan satu-satunya kontribusi penting pemain tengah Como. Lucas Da Cunha sebenarnya mencatat angka xG tertinggi di antara pemain Como dalam tabel tersebut, yakni 0,52. Ia melepaskan tiga tembakan dan menyelesaikan 38 dari 41 operan atau 93 persen. Namun, seluruh peluangnya gagal menghasilkan gol.

Baca Juga: Cesc Fabregas Usai Como Hajar Leipzig 4-1: Bahagia Hanya Lima Menit, Setelah Itu Fokus Serie A

Douvikas juga memiliki catatan xG yang cukup tinggi, yakni 0,47, dari satu tembakan. Striker tersebut berhasil mengubah peluangnya menjadi gol pada menit ke-38. Ia menerima umpan Baturina dan menyelesaikannya untuk membuat Como memasuki jeda dengan keunggulan dua gol.

Gol Douvikas menjadi penting karena Como berhasil membangun keunggulan sebelum Leipzig memiliki kesempatan mengubah momentum. Pada babak pertama, Como tampil agresif dan membuat lawannya kesulitan mengembangkan permainan.

Secara keseluruhan, Como melepaskan 14 tembakan, sama banyak dengan Leipzig. Perbedaan terlihat pada kualitas peluang. Como menghasilkan tujuh peluang besar, sedangkan Leipzig hanya menciptakan tiga. Nilai xG keseluruhan Como mencapai 2,29, dibandingkan 1,42 milik Leipzig.

Penguasaan bola juga berimbang, masing-masing 50 persen. Artinya, keunggulan Como tidak lahir karena mereka menguasai bola secara mutlak. Mereka justru lebih efektif ketika mendapatkan kesempatan menyerang. Dari 14 percobaan, enam tembakan Como tepat sasaran, sementara Leipzig hanya mengarahkan empat tembakannya ke gawang.

Efisiensi tersebut menjadi salah satu kunci kemenangan. Como juga mampu mencatat 23 sentuhan di kotak penalti Leipzig, hanya satu lebih sedikit dari lawannya. Namun, jumlah peluang besar menunjukkan tuan rumah lebih berhasil mengubah penguasaan bola dan pergerakan menyerang menjadi kesempatan mencetak gol.

Di lini belakang, Jacobo Ramón memiliki catatan distribusi bola yang solid. Bek tengah tersebut menyelesaikan 58 dari 61 operan atau 95 persen, dengan 68 sentuhan. Trevoh Chalobah bahkan mencatat akurasi operan lebih tinggi, yakni 64 dari 67 atau 96 persen, sekaligus menjadi pemain Como dengan jumlah sentuhan terbanyak, 74.

Angka tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Como tidak hanya dibangun oleh pemain depan. Sirkulasi bola dari lini belakang juga berlangsung cukup rapi. Ramón dan Chalobah menjadi dua pemain yang mencatat persentase akurasi operan tinggi, sementara Luis Milla menyelesaikan 51 dari 54 operan atau 94 persen.

Milla juga mencatat 72 sentuhan bola. Meski ratingnya berada di angka 5,6 dalam data yang diberikan, statistik operannya menunjukkan perannya dalam menjaga aliran bola tetap berjalan.

Jean Butez, yang bertugas di bawah mistar, mendapatkan rating 7,4. Kiper Como tersebut menyelesaikan 30 dari 39 operan atau 77 persen dan mencatat 48 sentuhan. Ia juga melakukan sejumlah penyelamatan ketika Leipzig mencoba mencari jalan kembali ke pertandingan.

Baca Juga: Como Hancurkan Leipzig 4-1, Martin Baturina dkk Tampil Meyakinkan di Liga Champions

Salah satu catatan penting dari pertandingan ini adalah kemampuan Como menjaga keunggulan setelah Leipzig mencetak gol pada menit ke-58. Setelah Maksimovic memperkecil skor menjadi 3-1, tim tuan rumah tidak kehilangan struktur permainan.

Como kemudian mengelola pertandingan dengan pendekatan yang lebih pragmatis. Leipzig mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan serangan, tetapi tuan rumah tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga memasuki menit-menit akhir. Perrone akhirnya memastikan kemenangan dengan gol pada menit ke-90.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi awal bersejarah bagi Como di Liga Champions. UEFA mencatat Como sebagai salah satu klub yang tampil pada fase liga Liga Champions 2026/2027, dengan Baturina, Paz, Perrone, Diao, Douvikas dan pemain lainnya menjadi bagian dari skuad Cesc Fàbregas.

Bagi Baturina, malam tersebut menjadi panggung yang sangat penting. Rating 9,3 menempatkannya di posisi teratas dalam statistik pemain Como pada pertandingan melawan Leipzig. Gol dan assist membuat kontribusinya terlihat langsung pada papan skor, sementara angka operan dan dribelnya menunjukkan peran yang lebih luas dalam permainan.

Paz juga memiliki kontribusi yang tidak kalah signifikan. Rating 8,8 dibarengi empat dribel sukses dari empat percobaan, akurasi umpan 95 persen, serta keterlibatan dalam dua gol terakhir Como. Ia tercatat memberikan assist untuk Diao dan Perrone. Dengan demikian, kontribusi Paz terlihat dalam dua fase: menciptakan progresi serangan dan membuka peluang bagi rekan setim.

Diao menempati posisi berikutnya dengan rating 8,2. Delapan sentuhan di kotak penalti lawan menjadi angka mencolok dalam statistiknya. Ia juga mencatat enam dribel sukses dan satu gol. Sementara itu, Perrone menunjukkan efektivitas dengan rating 7,9 dan satu gol meski hanya mencatat 25 sentuhan.

Di sisi lain, Leipzig harus menerima kekalahan telak dalam pertandingan pembuka mereka. David Raum mengungkapkan kekecewaannya setelah pertandingan. Kepada DAZN, bek Leipzig tersebut mengatakan, “Rasanya benar-benar buruk sekarang. Hari ini kami benar-benar mendapat pukulan telak.”

Pernyataan Raum menggambarkan kesulitan Leipzig menghadapi permainan Como. Klub Jerman tersebut memang berhasil mencetak satu gol melalui Maksimovic, tetapi tidak mampu mempertahankan tekanan setelah memperkecil ketertinggalan.

Bagi Como, hasil 4-1 memiliki makna lebih besar daripada sekadar kemenangan pada laga pertama. Mereka mencatat empat pencetak gol berbeda: Baturina, Douvikas, Diao dan Perrone. Sementara Paz menjadi penghubung penting dalam dua gol terakhir.

Kombinasi statistik tersebut memperlihatkan bahwa Como tidak bergantung pada satu pemain saja. Baturina tampil sebagai pemain dengan rating tertinggi, Paz menjadi penggerak serangan dengan distribusi dan dribel yang efisien, Diao aktif di area penalti, Douvikas efektif sebagai ujung tombak, sedangkan Perrone mampu menyelesaikan peluang untuk menutup pesta gol.

Pada akhirnya, kemenangan 4-1 atas Leipzig menjadi gambaran lengkap tentang performa Como dalam debut Liga Champions mereka. Angka-angka pertandingan menunjukkan keseimbangan antara efektivitas serangan, distribusi bola, dan kemampuan menciptakan peluang.

Di antara seluruh pemain, Baturina paling menonjol secara rating, tetapi kontribusi kolektif Como-lah yang menghasilkan empat gol dan tiga poin pada malam bersejarah tersebut.

Editor : Mahendra Aditya
Liga Champions 2026/2027 Como vs RB Leipzig Martin Baturina statistik pemain Como Nico Paz