KUDUS – Persiku Kudus masih terus mematangkan komposisi pemain menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2.
Namun, hingga kini susunan skuad utama tim berjuluk Macan Muria tersebut masih belum sepenuhnya final.
Kabar terbaru datang dari sektor tengah. Pemain berpengalaman Rizky Hidayat dikabarkan tidak melanjutkan proses bergabung bersama Persiku Kudus setelah tidak menemukan titik temu dengan manajemen klub.
Informasi mengenai kepergian pemain yang akrab disapa Kiyun tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
Sebelumnya, eks pemain Persijap Jepara itu memang sempat terlihat mengikuti rangkaian latihan Persiku Kudus.
Rizky bahkan sudah ikut dalam sejumlah agenda uji coba yang dijalani Persiku. Dalam pertandingan pertama, ia tampil bersama rombongan pemain Persiku saat menghadapi Porprov Kudus.
Pada laga uji coba berikutnya, Rizky kembali terlihat mengenakan seragam latihan Persiku.
Ia mendapat kesempatan bermain ketika tim asal Kota Kretek tersebut berhadapan dengan PSS Sleman.
Sayangnya, dalam pertandingan tersebut Persiku harus menelan kekalahan telak. Laga berakhir dengan skor 6-1 untuk kemenangan PSS Sleman.
Pelatih Persiku Kudus, Kahudi Wahyu, membenarkan bahwa Rizky Hidayat kini sudah tidak lagi menjadi bagian dari tim.
Menurutnya, pemain tersebut batal bergabung setelah tidak tercapai kesepakatan dengan pihak manajemen.
“Iya benar sudah tidak lagi bersama Persiku Kudus (Rizky Hidayat),” ujar Kahudi saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut terjadi karena belum adanya kecocokan antara kedua belah pihak dalam pembicaraan kontrak.
Salah satu hal yang diduga menjadi pertimbangan adalah nilai kontrak atau besaran gaji yang belum menemukan kesepakatan.
“Alasannya karena tidak deal dengan manajemen, oleh sebab itu Rizky batal bergabung,” jelasnya.
Dengan batalnya Rizky Hidayat memperkuat Persiku, tim pelatih dan manajemen kini perlu kembali menyiapkan komposisi lini tengah sebelum kompetisi Liga 2 resmi dimulai.
Perburuan pemain pun masih menjadi bagian penting dari persiapan Persiku menghadapi musim baru. (gal)
Editor : Ali Mustofa