RADAR KUDUS - Marcos Llorente mengejutkan publik sepak bola dengan keputusan mengakhiri kariernya bersama Timnas Spanyol di usia 31 tahun. Yang menarik, keputusan meninggalkan La Roja ternyata bukan dampak dari keberhasilan atau kegagalan di Piala Dunia 2026. Llorente mengaku sudah memantapkan pilihan tersebut sebelum turnamen digelar.
Pemain Atlético Madrid itu mengumumkan pensiun dari tim nasional pada Kamis (3/9/2026), hanya beberapa pekan setelah ikut membawa Spanyol meraih gelar juara dunia. Ia menutup perjalanan internasional dengan 27 penampilan bersama La Roja dan menjadikan trofi Piala Dunia sebagai salah satu kenangan terakhirnya bersama tim nasional.
Llorente menyebut alasan utamanya bersifat personal. Ia telah memikirkan keputusan tersebut dalam waktu lama dan menegaskan bahwa pilihannya bukan keputusan mendadak setelah Spanyol mengangkat trofi di Piala Dunia.
Dalam pesan perpisahannya, Llorente bahkan mengakui bahwa dirinya sebenarnya masih cukup muda untuk melanjutkan karier internasional. Ia menyadari masih berpeluang mendapatkan beberapa tahun tambahan untuk mengenakan seragam Spanyol apabila terus tampil baik.
Baca Juga: Marcos Llorente Pensiun dari La Roja di Usia 31 Tahun, Usai Angkat Trofi Piala Dunia
Namun, kesempatan tersebut tidak lagi menjadi pertimbangan utamanya. Llorente memilih mengikuti keputusan yang telah dibuat setelah melalui proses pemikiran yang panjang dan emosional.
"Terlepas dari apakah saya pergi ke Piala Dunia atau tidak, atau apakah kami menang atau tidak, keputusan ini sudah saya buat," tulis Llorente dalam pesan perpisahannya.
Pernyataan tersebut menjadi kunci untuk memahami alasan di balik pensiunnya. Artinya, keputusan tersebut tidak berkaitan dengan apakah ia mendapatkan panggilan ke Piala Dunia, seberapa jauh Spanyol melangkah, ataupun keberhasilan La Roja menjadi juara.
Llorente justru memilih menutup perjalanan internasionalnya setelah mengalami salah satu momen paling berkesan dalam karier. Ia mengaku sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari skuad Spanyol yang berjuang hingga akhirnya merebut gelar juara dunia.
Dalam unggahannya, Llorente secara khusus mengenang 52 hari terakhir bersama tim nasional. Baginya, kebersamaan dengan rekan-rekan setim dan perjuangan hingga mencapai puncak menjadi pengalaman yang sangat berarti.
Keputusan tersebut juga menunjukkan bahwa Llorente tidak menganggap pensiun dari tim nasional sebagai bentuk kekecewaan. Sebaliknya, ia menutup babak tersebut dengan rasa bangga setelah mendapatkan kesempatan mewakili negaranya di panggung terbesar sepak bola dunia.
Selama membela Spanyol, Llorente mengoleksi 27 caps sejak menjalani debut senior pada 2020. Ia juga menjadi bagian dari skuad di dua Piala Dunia serta satu ajang Euro.
Perjalanan internasionalnya sempat mengalami pasang surut. Llorente tidak masuk skuad Spanyol pada Euro terakhir karena posisi bek kanan ketika itu lebih banyak dipercayakan kepada Dani Carvajal dan Jesús Navas. Namun, ia kembali mendapatkan tempat untuk Piala Dunia 2026.
Di turnamen tersebut, Llorente sempat menjadi starter pada laga pembuka sebelum persaingan di sektor bek kanan membuat perannya berkurang. Pedro Porro kemudian mendapatkan kepercayaan lebih besar di posisi tersebut. Meski demikian, Llorente tetap menjadi bagian dari skuad yang akhirnya membawa pulang trofi Piala Dunia.
Faktor persaingan posisi maupun berkurangnya menit bermain juga tidak disebut Llorente sebagai alasan pensiun. Ia justru menegaskan bahwa keputusan tersebut sudah ada sebelum mengetahui bagaimana perjalanannya di Piala Dunia.
Dengan demikian, alasan Llorente meninggalkan Timnas Spanyol lebih tepat dipahami sebagai keputusan pribadi yang telah dipertimbangkan matang-matang. Ia memilih menentukan sendiri kapan perjalanan bersama La Roja harus berakhir, meski secara usia dan kemampuan masih memungkinkan untuk melanjutkannya.
Kini, Llorente akan melanjutkan fokusnya di level klub bersama Atlético Madrid. Sementara bersama Timnas Spanyol, ia memilih menutup cerita dengan cara yang sulit dibuat lebih sempurna: menjadi bagian dari skuad yang berhasil mengangkat trofi Piala Dunia.
Bagi Llorente, meninggalkan La Roja bukan berarti kehilangan kebanggaan. Justru, ia mengakhiri perjalanan tersebut dengan rasa syukur, penghormatan kepada rekan-rekan setim, serta kenangan sebagai bagian dari sejarah Spanyol di Piala Dunia 2026.
Editor : Mahendra Aditya