RADAR KUDUS - Marcos Llorente membuat keputusan mengejutkan dengan mengakhiri kiprahnya bersama tim nasional Spanyol. Gelandang Atlético Madrid itu memilih meninggalkan La Roja pada usia 31 tahun, hanya beberapa waktu setelah ikut mengantarkan Spanyol meraih gelar juara dunia pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Llorente mengumumkan keputusan tersebut pada Kamis (3/9/2026). Ia menegaskan bahwa langkah untuk mengakhiri karier internasional bukan keputusan spontan yang muncul setelah Piala Dunia, melainkan sudah dipikirkannya jauh sebelum turnamen berlangsung.
"Terlepas dari apakah saya pergi ke Piala Dunia atau tidak, atau apakah kami menang atau tidak, keputusan ini sudah saya buat," ujar Llorente dalam surat perpisahannya.
Keputusan tersebut menjadi cukup mengejutkan karena secara usia dan pengalaman, Llorente sebenarnya masih memiliki peluang untuk kembali memperkuat Spanyol. Selama membela La Roja, ia telah mengoleksi 27 penampilan di level senior serta mengikuti dua edisi Piala Dunia dan satu Euro.
Llorente pertama kali memperkuat timnas senior Spanyol pada 2020. Debutnya terjadi ketika Spanyol menghadapi Belanda dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 di Johan Cruyff Arena. Saat itu, Luis Enrique menjadi pelatih La Roja.
Sebelum menembus tim senior, pemain kelahiran Madrid tersebut juga pernah memperkuat Spanyol di kelompok usia U-19 dan U-21. Kariernya bersama tim nasional kemudian berkembang hingga ia menjadi salah satu opsi di sektor bek kanan.
Pada Piala Dunia 2026, Llorente bahkan dipercaya tampil sebagai starter di pertandingan pembuka Spanyol. Namun, persaingan di posisi bek kanan membuat perannya kemudian berkurang, dengan Pedro Porro menjadi salah satu pemain yang mendapatkan kepercayaan lebih besar.
Perjalanan Llorente bersama tim nasional juga sempat mengalami jeda. Ia tidak masuk skuad Spanyol untuk Euro terakhir karena pelatih Luis de la Fuente ketika itu memilih Dani Carvajal dan Jesús Navas untuk mengisi posisi bek kanan.
Kesempatan kembali datang ketika Llorente dipanggil untuk Piala Dunia 2026. Ia memanfaatkan momen tersebut dengan menjadi bagian dari skuad Spanyol yang akhirnya keluar sebagai juara dunia.
Meski demikian, keberhasilan tersebut tidak mengubah keputusan yang telah dibuatnya. Dalam pesan perpisahannya, Llorente mengakui dirinya masih berada pada usia yang memungkinkan untuk terus bermain bagi Spanyol. Ia juga memahami bahwa keputusan tersebut mungkin sulit diterima oleh sebagian penggemar.
"Saya sadar masih muda dan mungkin, jika terus melakukan semuanya dengan baik, masih memiliki beberapa tahun untuk bermain dengan seragam ini," tulisnya.
Namun, Llorente menegaskan keputusan tersebut bersifat pribadi, telah dipertimbangkan secara matang, dan tidak bergantung pada hasil Piala Dunia.
Menurutnya, keputusan untuk mengakhiri perjalanan bersama tim nasional sudah ada dalam pikirannya terlepas dari apakah ia mendapatkan kesempatan tampil di Piala Dunia maupun apakah Spanyol berhasil menjadi juara.
Ia memilih menutup perjalanan bersama La Roja dengan rasa bangga setelah melewati salah satu periode paling berkesan dalam kariernya. Llorente secara khusus mengenang 52 hari terakhir bersama skuad Spanyol sebagai pengalaman yang tidak akan dilupakannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan internasionalnya dan membuat dirinya bersama keluarga dapat merasakan berbagai pengalaman berharga.
"Saya bangga telah mewakili negara saya dan menjadi bagian dari sejarah ini," tulis Llorente dalam pesan perpisahannya.
Dengan keputusan tersebut, Llorente menutup catatan karier internasionalnya dengan 27 caps, satu gelar Eropa, dua partisipasi di Piala Dunia, dan sebuah trofi Piala Dunia yang menjadi penutup perjalanan bersama La Roja.
Bagi Llorente, meninggalkan tim nasional setelah meraih pencapaian tertinggi bukanlah keputusan yang lahir karena hasil sebuah turnamen. Ia telah menentukan pilihannya lebih awal dan kini memilih mengakhiri babak tersebut dengan kenangan sebagai bagian dari generasi yang membawa Spanyol kembali ke puncak sepak bola dunia.
Editor : Mahendra AdityaSumber : marca