RADAR KUDUS — Manchester United akhirnya mendapatkan gelandang yang menawarkan karakter berbeda dari para pemain tengah yang sudah lebih dulu berada di skuad.
Carlos Baleba resmi bergabung dari Brighton & Hove Albion pada 25 Agustus 2026 dengan kontrak hingga Juni 2031 dan opsi perpanjangan satu tahun. Pemain asal Kamerun itu diproyeksikan memberi kekuatan fisik, mobilitas, serta kemampuan merebut bola yang dibutuhkan lini tengah Setan Merah.
Kehadiran Baleba menarik karena profilnya tidak semata-mata sebagai pengatur permainan. Gelandang berusia 22 tahun tersebut lebih menonjol dalam duel, perebutan bola, intersepsi, hingga membawa bola keluar dari tekanan.
Karakter itu berpotensi melengkapi pemain seperti Youri Tielemans, Kobbie Mainoo maupun kapten Bruno Fernandes yang memiliki tanggung jawab berbeda dalam membangun permainan Manchester United.
Baca Juga: Bruno Fernandes Raih PFA Players’ Player of the Year 2026, Rekor 21 Assist Jadi Kunci
Manchester United sendiri mencatat Baleba sebagai salah satu gelandang muda yang telah berpengalaman di Premier League setelah sebelumnya membela Brighton.
Dalam profil resmi klub, kombinasi tekel dan intersepsinya pada musim 2024/25 menempatkannya di posisi keenam tertinggi di antara gelandang Premier League. Ia juga berada di peringkat keempat untuk progressive carries per 90 menit.
Catatan tersebut memperlihatkan alasan mengapa Baleba bisa menjadi tambahan penting bagi Michael Carrick. Ketika United membutuhkan pemain yang mampu menghentikan serangan lawan sekaligus mengubah situasi bertahan menjadi serangan, kemampuan Baleba membawa bola dapat menjadi salah satu senjata.
Pada musim 2025/26, kontribusi defensif Baleba juga tetap terlihat. Ia tampil dalam 31 pertandingan Premier League untuk Brighton dan menurut data resmi Manchester United berada di delapan persen teratas pemain liga untuk kombinasi tekel dan intersepsi. Ia bahkan masuk satu persen teratas dalam statistik second balls won. Performa tersebut ikut membantu Brighton mengamankan tiket ke UEFA Conference League.
Namun, Baleba bukan pemain yang harus diposisikan sebagai pengatur tempo utama. Justru di sinilah kemungkinan duet dengan Tielemans atau Mainoo menjadi menarik. Tielemans dapat menawarkan distribusi bola dan kontrol permainan, sementara Baleba memiliki kapasitas lebih besar untuk menjaga keseimbangan, memenangkan duel, serta membawa bola melewati lini tengah.
Dengan Mainoo, Baleba juga berpotensi mendapatkan peran yang lebih defensif ketika United membutuhkan pemain untuk menutup ruang dan merebut kembali penguasaan bola. Sementara itu, kombinasi dengan gelandang lain bisa memberinya ruang lebih luas untuk bergerak dari lini belakang menuju area serang.
Keunggulan Baleba juga terletak pada fleksibilitasnya. Manchester United mencatat pemain tersebut telah memiliki pengalaman di Premier League sejak bergabung dengan Brighton setelah sebelumnya menimba pengalaman di Lille. Pada usia 22 tahun, klub melihatnya sebagai pemain yang masih memiliki ruang besar untuk berkembang.
Meski demikian, kedatangan Baleba bukan berarti seluruh persoalan lini tengah Manchester United otomatis selesai. Adaptasi dengan sistem baru, tuntutan permainan di Old Trafford, serta konsistensi menjadi pekerjaan berikutnya.
Baleba harus membuktikan bahwa kualitas yang membuat United tertarik dapat diterjemahkan ke dalam kebutuhan tim secara konsisten.
Manchester United juga telah mengonfirmasi bahwa Baleba akan mengenakan nomor punggung 20. Kepindahan tersebut sekaligus menandai langkah baru dalam karier sang gelandang setelah tiga musim bersama Brighton di Premier League.
Dengan kombinasi kekuatan fisik, kemampuan bertahan dan progresi bola, Baleba memiliki profil yang berbeda dari gelandang kreatif. Jika mampu beradaptasi dengan cepat, ia bukan hanya menjadi tambahan jumlah pemain di lini tengah, tetapi bisa menjadi kepingan yang membuat komposisi Tielemans, Mainoo dan Fernandes bekerja lebih seimbang.
Editor : Mahendra Aditya