RADAR KUDUS - Juventus dan Crystal Palace kembali dikaitkan dengan kemungkinan pertukaran striker Jean-Philippe Mateta dan Jonathan David pada penghujung bursa transfer musim panas 2026.
Wacana tersebut kembali mencuat setelah Palace disebut menanyakan ketersediaan David, sementara Juventus masih mencari penyerang tengah dengan karakter berbeda untuk memperkuat lini depan.
Situasi ini membuat nama Mateta kembali muncul dalam radar Juventus. Penyerang Prancis tersebut memang sudah lama masuk dalam pertimbangan klub asal Turin.
Juventus sebelumnya telah mendekati Crystal Palace pada Januari 2026, tetapi ketika itu pembicaraan mengenai kemungkinan pertukaran dengan David tidak mendapatkan lampu hijau dari pihak Bianconeri.
Kini situasinya berubah. Palace kembali membutuhkan opsi di lini depan setelah masa depan Mateta semakin tidak pasti.
Sang striker sedang menghadapi perselisihan kontrak dengan klub London tersebut, meski kontraknya untuk saat ini masih dianggap berlaku.
Menurut Football Italia yang mengutip Tuttosport, Palace telah melakukan pendekatan untuk mengetahui kemungkinan mendapatkan David.
Pergerakan tersebut berpotensi membuka kembali skenario barter yang sebelumnya sempat ditolak Juventus.
Mateta menjadi sosok penting dalam perjalanan Palace meraih trofi Eropa pertama mereka pada musim 2025-2026.
Ia mencetak gol kemenangan dalam final Conference League melawan Rayo Vallecano dan menutup musim dengan catatan 16 gol di seluruh kompetisi menurut laporan yang menjadi sumber awal.
Performa tersebut ikut membuatnya kembali menjadi incaran sejumlah klub besar.
Selain kontribusinya di lapangan, kondisi kontrak Mateta menjadi faktor penting dalam situasi transfer.
Palace mengaktifkan opsi perpanjangan kontraknya pada 2024, tetapi pemain berusia 29 tahun itu kemudian mempermasalahkan keabsahan tahun terakhir kontraknya.
Sengketa tersebut telah melalui proses di tingkat Premier League dan kemudian dibawa ke FIFA, sementara kontraknya masih mengikat.
Juventus sendiri memiliki alasan kuat untuk kembali mempertimbangkan Mateta.
Klub kehilangan Dusan Vlahovic pada akhir kontraknya dan masih berupaya mendapatkan komposisi ideal di posisi penyerang tengah.
Randal Kolo Muani telah dipermanenkan setelah periode peminjaman sebelumnya, tetapi karakteristik permainan yang diinginkan pelatih Luciano Spalletti membuat Juventus tetap mencari opsi tambahan.
Spalletti diketahui menginginkan penyerang nomor 9 dengan karakter fisik kuat dan kemampuan menjadi titik tumpu serangan. Mateta dinilai sesuai dengan profil tersebut.
Ketertarikan Juventus terhadapnya bahkan sudah muncul sejak Januari ketika klub mencari alternatif untuk mengisi lini depan setelah situasi Vlahovic semakin tidak pasti.
Pada Januari lalu, Juventus justru menegaskan bahwa David tidak menjadi bagian dari rencana pertukaran.
Ketika Palace disebut mengajukan David sebagai bagian dari paket untuk Mateta, Juventus menolak proposal tersebut.
Laporan SportMediaset saat itu menyebut Juventus ingin mempertahankan penyerang Kanada tersebut sebagai bagian dari proyek klub.
Namun, posisi David kini menghadapi persaingan yang lebih ketat di Juventus.
Pada laga pembuka Serie A musim 2026-2027 melawan Frosinone, David hanya berada di bangku cadangan dan tidak dimainkan.
Kolo Muani menjadi pilihan utama dan tampil penuh dalam kemenangan Juventus 1-0.
Kondisi itu membuat masa depan David kembali menjadi bahan spekulasi. Selain Crystal Palace, sejumlah klub Premier League juga dikabarkan memantau situasi penyerang tim nasional Kanada tersebut.
Arsenal, Manchester United, dan Aston Villa disebut termasuk klub yang ikut menunjukkan ketertarikan.
David bergabung dengan Juventus pada musim panas 2025 setelah meninggalkan Lille. Musim pertamanya di Turin belum berjalan sesuai harapan.
Football Italia mencatat ia mengakhiri musim dengan delapan gol dari 44 penampilan, sementara laporan sumber awal menyebut angka yang berbeda.
Karena terdapat perbedaan statistik antar-laporan, catatan 8 gol dalam 44 penampilan dari Football Italia menjadi acuan yang digunakan di sini.
Di sisi lain, Juventus belum hanya mengandalkan opsi Mateta. Laporan terbaru juga menyebut klub sedang mempertimbangkan beberapa penyerang lain, termasuk Alexander Sorloth dari Atletico Madrid dan Josha Zirkzee dari Manchester United.
Hal ini menunjukkan bahwa Mateta bukan satu-satunya target untuk memperkuat lini depan.
Dengan waktu bursa transfer musim panas yang semakin terbatas, pembicaraan antara Juventus dan Crystal Palace menjadi salah satu situasi yang patut dipantau.
Jika kedua klub menemukan formula yang dianggap menguntungkan, skenario pertukaran Mateta dan David dapat kembali masuk meja negosiasi.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi bahwa kesepakatan barter tersebut telah tercapai.
Bagi Juventus, Mateta menawarkan profil penyerang tengah yang selama ini dicari Spalletti.
Sementara bagi Palace, David bisa menjadi alternatif apabila mereka akhirnya harus kehilangan Mateta.
Karena itu, kemungkinan pertukaran tersebut kini tidak lagi sekadar wacana lama, tetapi menjadi salah satu opsi transfer yang kembali dibicarakan menjelang penutupan bursa musim panas 2026.
Editor : Mahendra Aditya