Xavi Hernandez Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:56 WIB
Xavi Hernandez Instagram @xavi
Xavi Hernandez Instagram @xavi

RADAR KUDUS - Xavi Hernandez resmi kembali ke dunia kepelatihan dengan tantangan baru. Mantan pelatih Barcelona itu ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Belanda dan mendapat kontrak hingga Piala Dunia 2030. Penunjukan tersebut diumumkan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Bagi Xavi, pekerjaan ini menjadi pengalaman pertamanya menangani sebuah tim nasional. Pelatih asal Spanyol yang kini berusia 46 tahun itu terakhir kali berada di pinggir lapangan saat melatih Barcelona sebelum meninggalkan klub pada 2024. Ia kini dipercaya membangun kembali Oranje setelah Ronald Koeman mengakhiri masa jabatannya usai Piala Dunia 2026.

Koeman meninggalkan kursi pelatih setelah Belanda tersingkir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Oranje harus mengakhiri perjalanan di turnamen tersebut setelah kalah dari Maroko melalui adu penalti, menyusul skor imbang 1-1 selama pertandingan. Sebelumnya, Koeman sempat membawa Belanda mencapai semifinal Euro 2024.

Penunjukan Xavi sekaligus menghadirkan catatan historis. Ia menjadi pelatih asing pertama yang menangani tim nasional putra Belanda sejak Ernst Happel asal Austria memimpin Oranje pada 1978. Artinya, KNVB kembali mempercayakan proyek tim nasional kepada sosok dari luar negeri setelah hampir lima dekade.

Kontrak jangka panjang hingga Piala Dunia 2030 menunjukkan bahwa KNVB tidak sekadar mencari pelatih untuk memperbaiki hasil dalam waktu singkat. Xavi diproyeksikan memimpin satu siklus penuh yang mencakup persiapan menuju Euro 2028 hingga Piala Dunia 2030.

Pilihan tersebut juga tidak lepas dari kesamaan pandangan mengenai karakter permainan. Xavi dikenal dengan pendekatan sepak bola berbasis penguasaan bola, kreativitas, serta permainan menyerang. Filosofi itu dianggap memiliki titik temu dengan identitas sepak bola Belanda yang selama puluhan tahun lekat dengan konsep permainan menyerang dan penguasaan bola.

Xavi sendiri memiliki rekam jejak sebagai pemain dan pelatih yang kuat dalam filosofi tersebut. Saat masih menjadi gelandang, ia menjadi salah satu figur penting generasi emas Barcelona dan Spanyol. Setelah gantung sepatu, ia memulai karier kepelatihan bersama Al Sadd sebelum menangani Barcelona.

Bersama Barcelona, Xavi berhasil mempersembahkan LaLiga 2022/2023. Ia juga membawa Blaugrana menjuarai Piala Super Spanyol 2023 setelah mengalahkan Real Madrid 3-1 di final. Gelar tersebut menjadi trofi utama pertamanya sebagai pelatih Barcelona.

Kini, tantangan Xavi jauh berbeda. Ia tidak lagi bekerja setiap hari bersama skuad klub, melainkan harus membangun tim dalam periode jeda internasional yang jauh lebih terbatas. Karena itu, kemampuan mengelola pemain, menentukan struktur permainan dengan cepat, serta memaksimalkan generasi pemain Belanda akan menjadi kunci.

Ujian perdana Xavi bersama Oranje sudah menanti. Ia dijadwalkan menjalani pertandingan pertamanya melawan Jerman pada 24 September 2026 dalam ajang UEFA Nations League. Laga tersebut akan menjadi kesempatan pertama untuk melihat seperti apa wajah baru Belanda di bawah kendali Xavi.

Menariknya, Xavi kembali menggantikan Ronald Koeman setelah sebelumnya melakukan hal serupa di level klub. Pada 2021, Xavi mengambil alih kursi pelatih Barcelona yang sebelumnya ditempati Koeman. Kini, sejarah tersebut terulang di panggung internasional, dengan Xavi kembali menjadi penerus Koeman.

Dengan kontrak sampai 2030, KNVB jelas menaruh ekspektasi besar. Xavi bukan hanya dituntut mengembalikan konsistensi Belanda setelah kegagalan di Piala Dunia 2026, tetapi juga membentuk identitas baru Oranje untuk menghadapi dua turnamen besar berikutnya.

Editor : Mahendra Aditya
Piala Dunia 2030 Timnas Belanda Ronald Koeman knvb xavi hernandez