JEDDAH — Roger Ibáñez memastikan masa depannya tetap bersama Al-Ahli setelah klub Arab Saudi tersebut memperpanjang kontraknya hingga 2030. Bek Brasil itu menyambut keputusan tersebut dengan pernyataan emosional yang menunjukkan betapa kuat keterikatannya dengan klub dan kehidupan keluarganya di Jeddah.
Setelah resmi menandatangani kontrak baru, Ibáñez mengungkapkan bahwa dirinya merasa berada di tempat yang tepat. Dalam video yang dibagikan Al-Ahli, pemain 27 tahun itu menegaskan bahwa klub tersebut sudah terasa seperti rumah bagi dirinya dan keluarganya.
“Saya sangat bahagia. Tahun baru dimulai dan saya melanjutkan perjalanan setelah memperpanjang kontrak di sini,” ujar Ibáñez dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal Al-Ahli.
Baca Juga: Mourinho Temukan Kunci Baru di Tengah: Bernardo Silva Mulai Tata Permainan Real Madrid
Ia kemudian menambahkan bahwa keluarganya juga sudah merasa nyaman tinggal di Arab Saudi.
“Saya berada di rumah saya dan sangat bahagia. Anak-anak saya di rumah, keluarga saya di rumah. Karena itu, kami berada di rumah kami.”
Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa keputusan Ibáñez untuk bertahan tidak semata-mata berkaitan dengan karier. Faktor kenyamanan keluarga ikut memperkuat pilihannya untuk melanjutkan perjalanan bersama klub berjuluk Al-Raqi tersebut.
Baca Juga: Real Madrid Era Mourinho Makin Mengerikan, Cucurella-Konate-Mbappe Sudah Bersatu
Perpanjangan kontrak ini juga menjadi langkah strategis Al-Ahli untuk mempertahankan fondasi skuad yang telah menghasilkan kesuksesan besar dalam dua musim terakhir.
Ibáñez merupakan bagian penting dari tim yang mengangkat trofi AFC Champions League Elite. Al-Ahli menjuarai kompetisi Asia tersebut pada 2025 setelah mengalahkan Kawasaki Frontale 2-0 di final, sebelum kembali menjadi juara pada 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Machida Zelvia setelah perpanjangan waktu.
Artinya, Al-Ahli berhasil mempertahankan mahkota Asia selama dua musim berturut-turut. Pencapaian tersebut menempatkan klub asal Jeddah itu sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia dalam periode terbaru.
Ibáñez juga memberikan kontribusi langsung dalam perjalanan menuju kesuksesan tersebut. Pada semifinal edisi 2025 melawan Al-Hilal, misalnya, ia ikut membangun serangan yang berujung pada gol pembuka Al-Ahli dan tampil penting dalam mengawal lini belakang. Kontribusinya mendapat apresiasi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Bukan hanya di level Asia, Ibáñez juga menjadi bagian dari keberhasilan Al-Ahli meraih Saudi Super Cup 2025. Dalam pertandingan final melawan Al-Nassr, ia mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-89 melalui sundulan, sebelum Al-Ahli akhirnya menang 5-3 dalam adu penalti.
Rangkaian prestasi tersebut menjelaskan mengapa Al-Ahli memilih mempertahankan Ibáñez ketika masa depannya sempat menjadi bahan pembicaraan di bursa transfer.
Baca Juga: Perang Kekuasaan FIFA Meledak! UEFA, AFC dan CONCACAF Bersatu Lawan Infantino
Sebelumnya, sejumlah laporan mengaitkan bek Brasil itu dengan kemungkinan kembali ke Eropa. Bahkan pada Juli 2026, sempat muncul laporan bahwa Al-Ahli mempertimbangkan menjual Ibáñez setelah adanya ketidakpastian mengenai perpanjangan kontraknya. Laporan tersebut menyebut sejumlah klub Eropa memantau situasinya.
Kini situasi itu berubah.
Al-Ahli justru memastikan Ibáñez tetap menjadi bagian dari proyek jangka panjang klub. Keputusan tersebut menjadi semakin penting setelah klub juga mengalami perubahan di kursi pelatih.
Matthias Jaissle, sosok yang memimpin Al-Ahli meraih berbagai prestasi besar, meninggalkan klub dan kemudian mengambil alih Newcastle United. Al-Ahli selanjutnya menunjuk Marino Pusic sebagai pelatih baru pada Agustus 2026.
Pergantian pelatih membuat mempertahankan pemain berpengalaman seperti Ibáñez menjadi semakin bernilai. Pemain yang sudah memahami karakter klub, lingkungan kompetisi, serta tuntutan suporter dapat menjadi salah satu fondasi untuk menjaga kesinambungan performa.
Ibáñez bergabung dengan Al-Ahli pada 2023 setelah meninggalkan AS Roma. Sebelumnya, ia juga pernah memperkuat Atalanta dan Fluminense. Pengalaman tersebut membuatnya memiliki perjalanan yang cukup panjang di sepak bola Eropa sebelum menetap di Arab Saudi.
Di Al-Ahli, ia berkembang menjadi salah satu pemain penting di lini belakang. Kemampuan bertahan, kecepatan menutup ruang, serta keberaniannya membawa bola ke depan membuat Ibáñez bukan hanya berfungsi sebagai bek tengah konvensional.
Perannya bahkan terlihat dalam momen-momen krusial. Golnya ketika melawan Al-Nassr di final Saudi Super Cup menjadi contoh bagaimana ia mampu memberikan kontribusi ketika tim membutuhkan solusi dari lini belakang.
Karena itu, kontrak hingga 2030 dapat dibaca sebagai upaya Al-Ahli menjaga stabilitas tim setelah periode penuh kesuksesan.
Klub tersebut tidak ingin membangun ulang skuad secara total setelah kehilangan sejumlah figur penting. Sebaliknya, pemain yang terbukti mampu memberikan kontribusi dalam pertandingan besar dipertahankan untuk menjadi bagian dari generasi berikutnya.
Bagi Ibáñez sendiri, keputusan tersebut sekaligus mempertegas bahwa Arab Saudi bukan sekadar persinggahan dalam kariernya.
Ketika seorang pemain mengatakan bahwa dirinya, anak-anak, dan keluarganya sudah menganggap tempat tersebut sebagai “rumah”, pesan yang muncul jauh lebih kuat dibanding sekadar pernyataan setelah menandatangani kontrak.
Kini Ibáñez memiliki kesempatan melanjutkan proyek Al-Ahli hingga akhir dekade. Setelah membantu klub memenangkan gelar Asia secara beruntun dan mengangkat trofi domestik, target berikutnya adalah menjaga Al-Raqi tetap berada di papan atas ketika era baru dimulai bersama pelatih Marino Pusic.
Bagi Al-Ahli, mempertahankan Ibáñez bukan sekadar mengamankan seorang bek tengah. Mereka juga mempertahankan salah satu pemain yang ikut membangun periode paling sukses dalam sejarah modern klub.
Editor : Mahendra Aditya