RADAR KUDUS - Bek kiri andalan Timnas Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2026, Marc Cucurella, mengungkap kisah mengharukan tentang perjuangannya bersama sang istri, Claudia Rodríguez, dalam mendampingi putra mereka, Mateo, yang didiagnosis mengidap autisme.
Dalam wawancara eksklusif bersama El País, Cucurella menceritakan bahwa ia mulai menyadari adanya sesuatu yang berbeda pada perkembangan putranya ketika melihat Mateo menari saat mendengarkan alunan musik.
Seiring berjalannya waktu, ia dan sang istri merasa ada tanda-tanda yang tidak biasa hingga akhirnya memutuskan membawa Mateo menjalani pemeriksaan medis. Hasilnya, Mateo didiagnosis mengidap autisme.
Baca Juga: Chiesa Masih Setia di Anfield, Siap Rebut Posisi Utama Era Andoni Iraola di Liverpool
"Bagian tersulit adalah ketika kamu tidak tahu bagaimana cara membantunya," ujar Cucurella.
Pemain berusia 28 tahun itu mengaku putranya kerap mengalami kesulitan saat bersekolah di sekolah umum. Bahkan, Mateo beberapa kali harus dijemput lebih awal karena menangis setelah hanya beberapa jam berada di sekolah.
Claudia Rodríguez mengungkapkan bahwa masa-masa setelah diagnosis merupakan periode yang sangat emosional bagi keluarga mereka. Minimnya informasi yang mereka peroleh membuat pasangan tersebut harus mencari berbagai referensi secara mandiri untuk memahami autisme dan memenuhi kebutuhan sang anak.
Baca Juga: Cristian Romero Selangkah Lagi Kembali ke Italia, Inter Milan Siapkan Tawaran Besar untuk Tottenham
Cucurella juga mengungkapkan bahwa ia sengaja mempertahankan rambut panjangnya saat bermain agar Mateo dapat dengan mudah mengenalinya ketika berada di lapangan.
Kini, sesi terapi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas keluarga mereka. Seluruh aktivitas sehari-hari direncanakan dengan matang agar Mateo merasa nyaman.
Kondisi tersebut bahkan turut memengaruhi perjalanan karier Cucurella. Ia mengaku selalu mempertimbangkan ketersediaan fasilitas pendidikan dan terapi autisme di suatu kota sebelum menerima tawaran transfer dari klub lain.
Dengan membagikan kisah keluarganya kepada publik, Cucurella berharap semakin banyak orang tua yang lebih cepat mengenali tanda-tanda awal autisme sehingga anak dapat memperoleh penanganan sejak dini. (Aa).
Editor : Mahendra AdityaSumber : Kompas.com