Pogacar Ukir Sejarah! Juara Tour de France Kelima, Van der Poel Menangi Etape Penutup di Paris

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 07:13 WIB
Tadej Pogacar Samai Rekor Legenda, Raih Gelar Kelima Tour de France 2026 dengan Dominasi Luar Biasa.
Tadej Pogacar Samai Rekor Legenda, Raih Gelar Kelima Tour de France 2026 dengan Dominasi Luar Biasa.

RADAR KUDUS - Tadej Pogacar kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah balap sepeda dunia. Pebalap asal Slovenia itu resmi menjuarai Tour de France 2026, sekaligus meraih gelar kelimanya di ajang balap paling bergengsi tersebut.

Keberhasilan ini membuat Pogacar menyamai rekor lima gelar yang sebelumnya hanya dimiliki empat legenda besar, yakni Jacques Anquetil, Eddy Merckx, Bernard Hinault, dan Miguel Indurain.

Pebalap berusia 27 tahun yang membela UAE Team Emirates-XRG itu memastikan gelar juara umum setelah mempertahankan keunggulan hingga etape terakhir di Paris.

Baca Juga: Chiesa Masih Setia di Anfield, Siap Rebut Posisi Utama Era Andoni Iraola di Liverpool

Meski finis bersama rombongan utama (peloton) di Champs-Élysées tanpa memburu kemenangan etape, posisi Pogacar di klasemen umum tak lagi mampu dikejar para pesaingnya.

Kesuksesan ini semakin memperkokoh dominasi Pogacar dalam beberapa musim terakhir. Gelar Tour de France 2026 menjadi kemenangan ketiganya secara beruntun sekaligus mempertegas statusnya sebagai pembalap paling dominan di era modern.

Banyak pengamat kini menempatkan Pogacar dalam perdebatan sebagai kandidat pebalap sepeda terbaik sepanjang sejarah, melampaui warisan yang selama puluhan tahun melekat pada nama Eddy Merckx.

Baca Juga: Jackson Koivun Ukir Sejarah, Menang Dramatis atas Scottie Scheffler di 3M Open 2026

Perjalanan Pogacar menuju gelar tahun ini berlangsung nyaris sempurna. Selama tiga pekan balapan melintasi berbagai wilayah Prancis, ia menunjukkan konsistensi luar biasa dengan memadukan kemampuan menanjak, ketahanan fisik, kecepatan, serta kecerdasan membaca strategi lomba.

Ia berhasil mengoleksi lima kemenangan etape, termasuk penampilan spektakuler di tanjakan legendaris Alpe d'Huez pada etape ke-19, ketika ia memecahkan rekor pendakian sekaligus mengunci keunggulan signifikan di klasemen umum.

Hingga akhir Tour de France 2026, Pogacar telah mengumpulkan 127 kemenangan sepanjang karier profesionalnya yang baru berjalan delapan tahun. Torehan tersebut semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu atlet paling sukses dalam sejarah olahraga balap sepeda.

Usai memastikan gelar juara, Pogacar mengaku pencapaian tersebut terasa sulit dipercaya.

Menurutnya, mampu tujuh kali naik podium Tour de France dan meraih lima gelar juara merupakan sesuatu yang bahkan sulit dibayangkan dalam sebuah cerita fiksi. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, terutama kedua orang tuanya, yang selalu memberikan dukungan sejak awal karier.

Pogacar turut menyampaikan penghormatan kepada para rivalnya. Ia menyesalkan absennya Jonas Vingegaard pada fase akhir perlombaan setelah pebalap Denmark tersebut mengalami kecelakaan dan cedera tulang selangka pada etape ke-15.

Pogacar berharap Vingegaard dapat pulih sepenuhnya sehingga persaingan sengit di Tour de France bisa kembali tersaji musim depan.

Baca Juga: Cristian Romero Selangkah Lagi Kembali ke Italia, Inter Milan Siapkan Tawaran Besar untuk Tottenham

Sementara itu, etape penutup Tour de France 2026 menghadirkan tontonan yang dramatis. Berbeda dengan tradisi sebelumnya yang identik dengan sprint massal di jalan datar Champs-Élysées, penyelenggara kembali memasukkan rute berbatu di kawasan Montmartre, menciptakan jalur yang lebih menantang bagi para spesialis balapan klasik.

Momentum tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh pebalap Belanda Mathieu van der Poel dari Alpecin-Deceuninck. Ia melancarkan serangan sekitar 11 kilometer menjelang finis dan berduel sengit dengan Pogacar di tanjakan Montmartre sebelum akhirnya melaju sendirian menuju garis akhir.

Van der Poel berhasil mempertahankan keunggulannya dari kejaran kelompok sprinter dan finis pertama di Champs-Élysées. Rekan setimnya, Jasper Philipsen, menyusul di posisi kedua dengan selisih yang sangat tipis, sementara Mads Pedersen dari Lidl-Trek melengkapi podium etape terakhir.

Kemenangan etape tersebut menjadi tambahan prestasi bergengsi bagi Van der Poel yang sebelumnya telah berkali-kali menjuarai balapan klasik bergengsi seperti Paris-Roubaix dan Tour of Flanders. Seusai melewati garis finis, ia bahkan terlihat terjatuh ke tanah akibat kelelahan setelah mengerahkan seluruh tenaga hingga meter terakhir.

Tour de France tahun ini juga diwarnai sejumlah cerita menarik. Pebalap Belgia Remco Evenepoel tampil konsisten dan mengakhiri lomba sebagai runner-up klasemen umum dengan selisih 6 menit 26 detik dari Pogacar.

Sementara posisi ketiga diraih rekan setim Pogacar, Isaac del Toro, pebalap muda asal Meksiko yang juga berhasil membawa pulang jersey putih sebagai pebalap muda terbaik.

Del Toro mendapat banyak pujian setelah menunjukkan perkembangan pesat sepanjang perlombaan. Pogacar bahkan beberapa kali mengorbankan peluang memenangkan etape demi membantu rekan setimnya mengamankan posisi podium klasemen umum, memperlihatkan kekompakan UAE Team Emirates-XRG.

Persaingan memperebutkan jersey lainnya juga berlangsung menarik. Pebalap Ekuador Richard Carapaz sukses merebut polka dot jersey sebagai raja tanjakan setelah tampil dominan di sejumlah etape pegunungan. Adapun green jersey sebagai juara klasemen poin menjadi milik pebalap Denmark Mads Pedersen, yang tampil konsisten sepanjang perlombaan.

Salah satu sorotan lain datang dari pebalap Inggris Tom Pidcock, yang menutup Tour de France di posisi kesembilan klasemen umum. Meski gagal meraih kemenangan etape, penampilannya dinilai cukup solid bersama tim barunya setelah hengkang dari Ineos.

Sebaliknya, mantan tim Pidcock yang kini bernama Netcompany Ineos Cycling harus mengakhiri Tour de France tanpa satu pun kemenangan etape.

Etape terakhir Tour de France 2026 sendiri mengalami perubahan rute. Panjang lintasan dipangkas dari 133 kilometer menjadi 89 kilometer karena otoritas Prancis mengalihkan sebagian layanan darurat untuk membantu penanganan kebakaran hutan yang terjadi di wilayah barat daya negara tersebut.

Dengan gelar kelima yang kini berada dalam genggamannya, Tadej Pogacar tidak hanya menyamai rekor para legenda, tetapi juga semakin memperkuat warisannya sebagai ikon baru balap sepeda dunia. Di usia yang masih relatif muda, peluangnya untuk melampaui rekor lima gelar Tour de France terbuka lebar.

Apabila mampu menjaga konsistensi dan kondisi fisik dalam beberapa musim ke depan, Pogacar berpeluang menjadi pebalap tersukses sepanjang sejarah Tour de France.

Editor : Mahendra Aditya
Tadej Pogacar Tour de France 2026 Mathieu van der Poel klasemen Tour de France hasil Tour de France