Menang di Laga Perdana, Pelatih Singapura Justru Akui Timnya Tampil di Bawah Standar

Ali Mustofa • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:28 WIB
Pelatih Singapura Gavin Lee menjalani jumpa pers usai timnya berhasil menaklukkan Kamboja 2-1 di ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026. (Instagram/@gavin13lee)
Pelatih Singapura Gavin Lee menjalani jumpa pers usai timnya berhasil menaklukkan Kamboja 2-1 di ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026. (Instagram/@gavin13lee)

RADAR KUDUS – Timnas Singapura mengawali perjalanan mereka di ASEAN Championship 2026 dengan hasil positif.

Setelah menaklukkan Kamboja 2-1 pada laga pembuka Grup A yang berlangsung di Morodok Techo National Stadium, Phnom Penh, Jumat (24/7/2026).

Kemenangan The Lions dipastikan melalui gol dramatis Ilhan Fandi pada penghujung pertandingan.

Singapura lebih dahulu membuka keunggulan lewat gol Shawal Anuar pada babak pertama.

Namun, tim tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan melalui Ouk Sovann pada menit ke-55 sehingga pertandingan kembali berlangsung ketat.

Memasuki paruh kedua, Kamboja tampil lebih menekan dan beberapa kali merepotkan lini pertahanan Singapura.

Tim tamu bahkan sempat berada dalam tekanan dan nyaris harus puas membawa pulang satu poin.

Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Ilhan Fandi muncul sebagai penyelamat.

Penyerang Singapura itu mencetak gol spektakuler melalui tendangan akrobatik pada menit ke-11 masa tambahan waktu, sekaligus memastikan kemenangan 2-1 bagi timnya.

Meski berhasil mengamankan tiga poin, pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee, mengaku belum puas dengan penampilan anak asuhnya.

Pelatih yang mulai menangani The Lions sejak November 2025 itu menilai timnya belum mampu menjalankan strategi sesuai dengan yang telah direncanakan.

Menurut Lee, para pemain tampil kurang disiplin terutama pada babak pertama.

Ia menyebut tim terlalu banyak memberikan ruang kepada lawan sehingga Kamboja mampu mengembangkan permainan dengan leluasa.

Saat jeda pertandingan, Lee mengaku memberikan evaluasi langsung kepada para pemain agar segera memperbaiki performa.

Hasilnya, lini pertahanan Singapura dinilai tampil lebih baik setelah turun minum meski masih menghadapi tekanan dari tuan rumah.

Ia juga menyoroti aspek mental para pemain ketika menghadapi situasi sulit di lapangan.

Menurutnya, tim masih perlu belajar agar mampu tetap tenang dan tidak kehilangan kendali saat berada di bawah tekanan lawan.

Meski memberikan kritik terhadap permainan timnya, Lee tetap mengapresiasi semangat juang para pemain hingga peluit akhir berbunyi.

Ia juga memuji kualitas individu Ilhan Fandi yang mampu memanfaatkan peluang penting menjadi gol kemenangan.

Sementara itu, Ilhan Fandi yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan mengakui bahwa performa Singapura belum mencapai level terbaik.

Ia menilai seluruh tim, termasuk dirinya sendiri, masih memiliki banyak hal yang harus diperbaiki.

Menurut Ilhan, kemenangan atas Kamboja memang menjadi modal penting, namun Singapura harus mampu menunjukkan kualitas sebagai tim yang layak bersaing di level Asia setelah sebelumnya berhasil mengamankan tiket ke putaran Piala Asia.

Pendekatan Gavin Lee juga dinilai membawa perubahan dalam pola kepelatihan Timnas Singapura.

Jika sebelumnya fokus lebih banyak diarahkan pada hasil akhir pertandingan, Lee kini lebih menekankan kualitas permainan, disiplin taktik, serta konsistensi performa sebagai tolok ukur keberhasilan tim.

Editor : Ali Mustofa
ASEAN Championship 2026 timnas singapura kamboja