RADAR KUDUS - Kiper Timnas Spanyol, Unai Simon, resmi dinobatkan sebagai peraih Sarung Tangan Emas (Golden Glove) Piala Dunia 2026 sebagai kiper terbaik turnamen.
Penghargaan ini menjadi puncak pembuktian bagi kiper Athletic Club tersebut.
Yang sempat diragukan publik jelang turnamen dimulai akibat performa yang dinilai menurun di level klub.
Sempat diremehkan jelang turnamen
Jauh sebelum Piala Dunia 2026 bergulir, posisi Simon sebagai kiper utama Spanyol sempat dipertanyakan banyak pihak.
Meski telah menjaga gawang La Roja sejak 2020 dan berperan besar mengantarkan Spanyol juara UEFA Nations League 2023 serta Euro 2024, performanya di level klub bersama Athletic Bilbao dinilai kurang meyakinkan menjelang turnamen.
Sementara itu, dua pesaingnya justru tampil gemilang di klub masing-masing.
Yaitu Joan Garcia meraih Trofi Zamora sebagai kiper paling sedikit kebobolan saat membawa Barcelona juara LaLiga.
Sementara David Raya sukses meraih Sarung Tangan Emas Liga Primer Inggris tiga kali beruntun bersama Arsenal yang juga menjuarai liga musim itu.
Kondisi ini membuat publik ramai mendesak pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, untuk memprioritaskan Raya atau Garcia sebagai starter di Piala Dunia.
Pembuktian di lapangan hijau Amerika Utara
Keputusan De la Fuente tetap mempercayakan posisi starter kepada Simon sejak laga pembuka Grup H melawan Cape Verde ternyata terbukti tepat.
Sepanjang delapan pertandingan Spanyol dari fase grup hingga final, Simon tak pernah absen satu laga pun.
Ia mencatatkan tujuh clean sheet — rekor terbanyak yang pernah dicapai seorang kiper dalam satu edisi Piala Dunia — dan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, yakni saat menghadapi Belgia lewat gol Charles De Ketelaere.
Pencapaian ini turut mengukuhkan Spanyol sebagai tim juara dengan gawang paling minim kebobolan sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya kemasukan satu gol dalam perjalanan mereka menuju status juara dunia.
Kalahkan saingan ketat di final, termasuk Emiliano Martinez
Dalam perebutan gelar ini, Simon harus bersaing ketat hingga detik-detik akhir turnamen.
Selain unggul atas rekan senegaranya, Raya dan Garcia, yang keduanya juga masuk radar persaingan, Simon juga harus menyisihkan kiper Argentina, Emiliano Martinez.
Yang sempat difavoritkan meraih gelar untuk kedua kalinya usai tampil menawan sepanjang final, termasuk mencatatkan rekor penyelamatan terbanyak dalam sejarah final Piala Dunia.
Namun, gol tunggal Ferran Torres yang membawa Spanyol menang 1-0 di final akhirnya memupus peluang Martinez mengulang gelar yang pernah ia raih di Piala Dunia 2022.
Kemenangan Spanyol atas Argentina sekaligus mencatatkan sejarah baru: menjadi tim juara dengan jumlah kebobolan gol paling sedikit sepanjang perjalanan menuju status juara dunia dalam sejarah turnamen ini. (wa)
Editor : Ali Mustofa