Buka Nomor KU-8, Upaya Kenalkan dan Pembinaan Atletik Sejak Dini

Ali Mustofa • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 06:58 WIB
ANGIN SEGAR: Atlet mengikuti kejuaraan perlombaan MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026. (MACS UNTUK RADAR KUDUS)
ANGIN SEGAR: Atlet mengikuti kejuaraan perlombaan MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026. (MACS UNTUK RADAR KUDUS)

KUDUS - Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife kembali berkolaborasi dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Kudus untuk menyelenggarakan MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026. 

Kejuaraan tersebut menghadirkan peserta di kelompok umur (KU) 8 sebagai wujud pembinaan dan pengenalan kepada olahraga atletik.

Kompetisi ini diikuti oleh 2.270 murid yang berasal dari 196 Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Kudus dan sekitarnya.

Dalam penyelenggaraan tahun ini terdapat lima kelompok usia (KU 8, KU 10, KU 12, KU 15 dan KU 18) serta 23 nomor cabang olahraga yang diperlombakan, yaitu Lari 40 meter, Lari 60 meter, Lari 80 meter, Lari 100 meter, Lari 400 meter, Lari 800 meter, Lari 1000 meter, Lari 1.500 meter, Jalan Cepat 2.000 meter, Jalan Cepat 3.000 meter, Lari Estafet 8 x 50 meter mixed, Lari Estafet 5 x 80 meter, Lari Estafet 4 x 100 meter, Lari Estafet 4 x 400 meter mixed, Kanga’s Escape, Formula 1, Frog Jump, Turbo Throw, Lompat Jauh, Tolak Peluru, Lompat Tinggi, Lempar Lembing dan Lempar Cakram.

Welly Arisanto selaku Deputy Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, mengatakan adanya penambahan kelompok usia dalam MilkLife Athletic Challenge tahun ini bertujuan untuk memperluas rantai regenerasi atletik dari tingkat akar rumput.

Hal ini tak terlepas dari semangat Bakti Olahraga Djarum Foundation yang fokus pada pembinaan usia dini di berbagai cabang olahraga.

“Dengan menghadirkan kelompok usia 8 tahun pada seri 1 2026 ini, kami ingin memotong garis awal pembinaan agar lebih dini lagi.

Di usia emas anak-anak, koordinasi motorik mereka sedang berkembang pesat. Lewat MilkLife Athletics Challenge, kami memfasilitasi mereka agar mengenal fondasi atletik lewat cara yang kompetitif namun tetap menyenangkan,” ucapnya.

Welly menambahkan, tidak hanya memperluas segmentasi umur, inovasi juga dilakukan pada aspek variasi nomor perlombaan yang lebih berfokus pada pengembangan bakat dasar dengan memasukkan nomor-nomor bergengsi seperti lari jarak pendek (sprint) serta lompat tinggi. Selain itu, ada pula penyelarasan ulang di beberapa nomor perlombaan berat yang kini tidak lagi diperlombakan.

Pada tahun ini penyelenggara menambahkan nomor perlombaan dengan menyisipkan variasi lari 800 meter dan lompat tinggi yang lebih efektif untuk mengukur potensi dasar mereka.

Di sisi lain, memilih untuk lebih selektif terhadap nomor yang membutuhkan ketahanan fisik ekstrem seperti lari 3.000 meter, ataupun nomor dengan risiko cedera sendi tinggi pada anak seperti lompat jangkit.

"Kami ingin peserta fokus pada nomor atletik yang adaptif dan sesuai dengan porsi tumbuh kembang mereka, sehingga proses pencarian bakat berjalan lebih aman dan terarah,” lanjutnya.

Firdaus, Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kudus menyebut pembinaan atletik usia dini di Jawa Tengah terus menunjukkan grafik yang menjanjikan seiring rutinnya penyelenggaraan MilkLife Atletics Challenge sejak tahun 2024.

Ajang yang memadukan konsep kompetisi dan fun games edukatif ini terbukti efektif menarik minat ribuan pelajar dari berbagai tingkat sekolah.

Menurutnya, kejuaraan ini tidak lagi sekadar menjadi panggung pengenalan olahraga atletik, tapi telah bertransformasi menjadi lumbung bagi pembibitan atlet potensial yang diyakini mampu menjadi pilar kekuatan baru yang siap mewakili Jawa Tengah di ajang bergengsi tingkat regional maupun nasional.

"Perkembangan kualitas anak-anak dari seri ke seri sangat luar biasa. Kompetisi yang reguler seperti ini berhasil mengubah pandangan bahwa atletik itu menakutkan, menjadi sebuah petualangan yang menyenangkan bagi anak sekolah," katanya.

Sebagai bentuk komitmen, langkah pembinaan lanjutan yang terstruktur dan berkesinambungan telah disiapkan agar potensi besar para pelajar ini dapat tersalurkan dengan tepat menuju prestasi tingkat profesional.

Sementara itu, perwakilan MTsN 1 Kudus yang dinobatkan sebagai Juara Umum MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 KU 15. Sukses mempertahankan gelar yang diraih tahun lalu, Dimas Maulana, salah satu guru yang menjadi perwakilan sekolahnya mengucap syukur atas prestasi yang diraih anak didiknya.

Sukses mengemas tujuh emas, tiga perak dan dua perunggu, ia menyebut ajang pembinaan terhadap cabang olahraga atletik yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation ini merupakan wadah yang tepat untuk mengasah bakat dan melatih kedisiplinan, serta jiwa sportivitas bakal calon atlet.

“MilkLife Athletics Challenge ini adalah ajang yang sangat luar biasa ya, apalagi anak-anak ternyata punya bakat di bidang atletik. Untuk itu kami juga sebisa mungkin memberikan fasilitas kepada mereka di beberapa cabang lomba atletik dengan adanya ekstrakurikuler. Semoga prestasi ini bisa konsisten kami pertahankan, bahkan ditingkatkan untuk ikut andil dalam lahirnya bibit cabang olahraga atletik dari Kudus,” ujarnya. (gal)

 

Editor : Ali Mustofa
olahraga atletik MilkLife Athletics Challenge djarum foundation Kudus