Pontianak - Kisah heroik kembali diukir oleh atlet panjat tebing andalan Indonesia asal Kota Pontianak, Veddriq Leonardo.
Pemanjat yang dijuluki "Manusia Kilat" ini sukses merengkuh medali emas di nomor speed putra dalam ajang bergengsi World Climbing Series Chamonix 2026 yang berlangsung di Prancis.
Di balik kilau medali tersebut, tersimpan perjuangan dramatis di mana Veddriq sebenarnya tengah bertarung melawan cedera parah serta keterbatasan porsi latihan.
Fakta mengejutkan tersebut diungkapkan langsung oleh Veddriq pasca-upacara penghormatan pemenang.
Dirinya mengaku datang ke turnamen tanpa bekal persiapan yang ideal akibat kondisi fisiknya yang belum bugar 100 persen.
"Kemenangan ini adalah sesuatu yang sangat berarti bagi saya, karena saya datang ke setiap kompetisi belakangan ini tanpa latihan yang layak. Saya tidak memanjat karena cedera," ungkap Veddriq dalam pernyataan resminya, Selasa (14/7/2026).
Nyaris Tak Menyentuh Dinding Panjat Sejak Seri Madrid
Krisis fisik tersebut rupanya sudah membayangi Veddriq sejak ia melakoni rangkaian seri kejuaraan di Madrid dan Krakow.
Puncaknya saat mendarat di Chamonix, proses pemulihan cedera yang ketat memaksanya untuk menepi sementara waktu dari papan panjat terjal demi menghindari risiko yang lebih fatal.
Kendati dihantam keterbatasan absolut, mentalitas juara dunia Veddriq terbukti tidak goyah.
Pada babak kualifikasi, ia langsung menggebrak dengan mencatatkan waktu impresif 4,8 detik.
Tren positif tersebut terus ia pertahankan hingga melesat ke babak final dan mengunci podium tertinggi untuk berkibarnya bendera Merah Putih.
"Di kompetisi Madrid, Krakow, bahkan di sini saya tidak berlatih, seperti tidak menyentuh dinding sama sekali. Tapi saya mencoba memberikan yang terbaik. Bisa mencatatkan waktu 4,8 detik di kualifikasi adalah sebuah pencapaian besar bagi saya. Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini," lanjutnya dengan nada haru.
Emas Perdana Pasca-Olympic Games yang Emosional
Bagi Veddriq, podium juara di Chamonix ini bernilai sangat sentimental.
Keberhasilan ini mengakhiri masa-masa sulit sekaligus menjadi penuntas dahaga gelar juara sejak penampilan historisnya di panggung Olympic Games.
"Saya merasa luar biasa, saya sangat bersyukur karena sejujurnya ini adalah medali emas pertama saya setelah Olympic Games. Ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan saya sangat bahagia. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya, dan untuk tim saya, Tim Indonesia, kalian semua hebat," pungkasnya.
Sebagai informasi, World Climbing Series Chamonix 2026 yang digelar pada 10-12 Juli 2026 di Prancis merupakan salah satu panggung krusial bagi para pemanjat elite dunia di disiplin speed dan lead.
Lewat hasil ini, tim nasional panjat tebing Indonesia tidak hanya membuktikan dominasi totalnya di Eropa, tetapi juga menegaskan bahwa Veddriq Leonardo tetaplah salah satu raja speed terbaik yang dimiliki dunia saat ini.
Editor : Iwan Arfianto