Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Target Piala Dunia 2030, PSSI Sebut Dukungan APBN Jadi Faktor Penentu Kemajuan Timnas Indonesia

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 10 Juli 2026 | 16:55 WIB
Pemain Timnas Indonesia saat berlatih jelang menghadapi Oman pada Jumat (5/6). (IG timnas indonesia)
Pemain Timnas Indonesia saat berlatih jelang menghadapi Oman pada Jumat (5/6). (IG timnas indonesia)

JAKARTA – Ambisi Indonesia menembus putaran final Piala Dunia 2030 dinilai membutuhkan sinergi yang lebih kuat antara PSSI dan pemerintah. Selain pembinaan pemain dan peningkatan kualitas kompetisi, dukungan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) disebut menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat pembangunan sepak bola nasional.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan bahwa target tampil di panggung sepak bola terbesar dunia tidak bisa hanya mengandalkan kerja federasi. Menurutnya, dukungan pemerintah, termasuk dalam aspek pembiayaan, menjadi fondasi penting agar program pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Arya setelah menanggapi perhatian Presiden RI Prabowo Subianto terhadap perkembangan Tim Nasional Indonesia. Ia menilai komunikasi Presiden dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan adanya keseriusan pemerintah dalam mendukung kemajuan sepak bola nasional.

Baca Juga: 11 Pemain Persib Dipanggil Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen Masuk Daftar Andalan Garuda

"Pak Prabowo memahami bahwa untuk membangun sepak bola Indonesia diperlukan dukungan yang kuat, termasuk dari sisi pendanaan melalui APBN," ujar Arya.

Menurutnya, selama ini pemerintah telah memberikan dukungan nyata terhadap berbagai program PSSI, termasuk proses naturalisasi pemain yang memperkuat Timnas Indonesia di berbagai ajang internasional.

Kini, dukungan tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek regulasi dan kebijakan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk penguatan anggaran agar seluruh program pengembangan sepak bola dapat berjalan optimal.

Arya optimistis kolaborasi antara pemerintah dan PSSI dapat memperbesar peluang Indonesia mewujudkan target lolos ke Piala Dunia 2030.

Pendanaan Dibutuhkan untuk Memperkuat Ekosistem Sepak Bola

PSSI saat ini tengah menjalankan berbagai program jangka menengah dan panjang guna meningkatkan daya saing Timnas Indonesia.

Salah satu fokus utama adalah memperbaiki kualitas kompetisi domestik. Liga yang kompetitif dinilai menjadi sarana terbaik bagi pemain untuk mendapatkan jam terbang tinggi sebelum membela tim nasional.

Arya menjelaskan semakin berkualitas kompetisi nasional, semakin besar pula peluang lahirnya pemain yang siap bersaing di level internasional.

Selain itu, keberhasilan klub-klub Indonesia tampil di kompetisi Asia juga dianggap sangat penting.

Musim ini, Indonesia memiliki dua wakil yang berlaga di kompetisi antarklub Asia. Pengalaman menghadapi klub-klub terbaik dari kawasan diharapkan meningkatkan kualitas individu maupun mental bertanding para pemain yang nantinya menjadi tulang punggung Timnas.

"Semakin banyak pemain tampil di level Asia, semakin besar pengalaman yang mereka bawa ketika memperkuat Timnas Indonesia," jelas Arya.

Pembinaan Usia Muda Jadi Prioritas

Selain kompetisi senior, PSSI terus memperkuat pembinaan pemain usia muda sebagai investasi jangka panjang.

Program pengembangan untuk kelompok umur U-17 dan U-19 terus dijalankan agar Indonesia memiliki regenerasi pemain yang berkesinambungan.

Arya mencontohkan munculnya pemain muda seperti Matthew Baker yang mulai mendapatkan kesempatan masuk lingkungan Timnas sebagai bukti bahwa regenerasi mulai berjalan.

Menurutnya, semakin banyak pemain muda berkualitas yang berkembang, semakin luas pula pilihan yang dimiliki pelatih dalam menyusun skuad terbaik.

John Herdman Perluas Basis Pemain Timnas

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman juga menerapkan strategi memperluas basis pemain nasional.

Dalam pemusatan latihan terbaru, Herdman memanggil hampir 50 pemain untuk menjalani proses seleksi sebelum menentukan skuad utama.

Langkah tersebut dinilai penting agar persaingan di dalam tim semakin kompetitif sekaligus memberikan kesempatan kepada pemain-pemain potensial menunjukkan kualitasnya.

Dengan jumlah pemain yang lebih banyak, Timnas Indonesia memiliki kedalaman skuad yang lebih baik untuk menghadapi berbagai turnamen internasional.

Naturalisasi Masih Menjadi Bagian Strategi

Arya juga menegaskan bahwa penggunaan pemain diaspora maupun naturalisasi bukanlah sesuatu yang unik di Indonesia.

Menurutnya, banyak negara peserta Piala Dunia memanfaatkan pemain yang memiliki keturunan atau kewarganegaraan ganda untuk meningkatkan kualitas tim nasional.

Karena itu, kebijakan naturalisasi tetap dipandang sebagai salah satu strategi yang dapat berjalan berdampingan dengan pembinaan pemain lokal.

Di sisi lain, PSSI tetap menegaskan bahwa pembinaan usia muda dan peningkatan kualitas liga domestik merupakan fondasi utama pembangunan sepak bola Indonesia.

Optimistis Menuju Piala Dunia 2030

Dalam beberapa tahun terakhir, prestasi Timnas Indonesia menunjukkan tren positif. Garuda berhasil mencatat pencapaian yang lebih baik di level Asia dibanding periode-periode sebelumnya, termasuk peningkatan peringkat FIFA serta keberhasilan bersaing pada berbagai turnamen internasional.

PSSI berharap momentum tersebut dapat terus dijaga melalui program pembinaan yang berkesinambungan, penguatan kompetisi nasional, peningkatan kualitas infrastruktur, serta dukungan penuh dari pemerintah.

Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, target membawa Indonesia tampil untuk pertama kalinya di putaran final Piala Dunia 2030 diyakini bukan sekadar mimpi, melainkan tujuan yang dapat dikejar melalui perencanaan jangka panjang, investasi yang konsisten, dan pengelolaan sepak bola yang profesional.

Editor : Mahendra Aditya
#Piala Dunia 2030 #timnas indonesia #apbn #pssi #arya sinulingga