RADAR KUDUS – Timnas Perancis melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026 dengan status sebagai tim paling produktif di turnamen.
Les Bleus telah mengoleksi 14 gol dari empat pertandingan, menjadikan lini serang mereka sebagai yang paling tajam sejauh ini.
Di balik ketajaman tersebut, tersimpan satu fakta menarik yang bisa menjadi perhatian Maroko.
Perancis ternyata tidak selalu mudah membongkar pertahanan lawan yang bermain disiplin dan menutup ruang di sepertiga akhir lapangan.
Hal itu terlihat jelas saat mereka menghadapi Paraguay pada babak 16 besar.
Meski mendominasi penguasaan bola dan terus menekan sepanjang pertandingan, Perancis hanya mampu menang tipis 1-0 lewat gol penalti Kylian Mbappé.
Paraguay yang bermain dengan blok pertahanan rapat berhasil memaksa Les Bleus bekerja lebih keras dibanding laga-laga sebelumnya.
Pelatih Didier Deschamps bahkan mengakui timnya harus tampil lebih efisien saat menghadapi Maroko.
Menurutnya, produktivitas gol yang tinggi belum cukup jika peluang-peluang yang tercipta tidak dimaksimalkan dengan baik, terutama menghadapi lawan yang memiliki organisasi pertahanan kuat.
Situasi itu membuat duel melawan Maroko diperkirakan akan berjalan berbeda dibanding pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Atlas Lions datang bukan hanya dengan modal kepercayaan diri, tetapi juga identitas permainan yang mengutamakan disiplin bertahan, menjaga jarak antarlini, serta memanfaatkan serangan balik cepat.
Maroko sendiri telah membuktikan kualitasnya dengan menyingkirkan Belanda dan mengalahkan tuan rumah Kanada untuk mencapai babak perempat final.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa mereka bukan lagi sekadar kuda hitam seperti pada Piala Dunia 2022, melainkan tim yang sudah memiliki struktur permainan matang dan mampu bersaing dengan negara-negara elite.
Artinya, pertandingan ini bukan hanya tentang seberapa tajam Mbappé, Ousmane Dembélé, atau Michael Olise.
Tantangan terbesar Perancis justru terletak pada kemampuan mereka menemukan celah di pertahanan Maroko yang dikenal sabar dan terorganisasi.
Jika Paraguay mampu membuat lini depan Les Bleus frustrasi selama 90 menit, Maroko tentu berharap bisa menyempurnakan resep tersebut.
Sebaliknya, apabila Perancis berhasil membongkar pertahanan Atlas Lions lebih cepat, peluang mereka untuk kembali melangkah ke semifinal akan terbuka lebar.
Karena itu, laga ini kemungkinan tidak akan ditentukan oleh siapa yang menciptakan peluang paling banyak, melainkan oleh siapa yang lebih sabar menunggu satu celah yang benar-benar bisa dimanfaatkan menjadi gol. (bay)
Editor : Ali Mustofa