KUDUS - All-Stars Hydroplus Soccer League kelompok usia U-14 dan U-16 resmi digelar di Kudus pada 5–12 Juli 2026.
Turnamen yang mempertemukan tim-tim terbaik dari empat regional tersebut menjadi salah satu upaya berkelanjutan dalam pembinaan pesepak bola putri Indonesia sekaligus membuka peluang lahirnya bibit-bibit baru untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia.
Head Coach All-Stars Hydroplus Soccer League, Yayat Hidayat, mengatakan kompetisi ini merupakan kelanjutan dari pembinaan pemain putri yang sebelumnya mengikuti kompetisi kelompok usia U-12.
Melalui ajang ini, para pemain kelompok usia U-14 dan U-16 kembali mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sebelum melanjutkan ke jenjang usia berikutnya.
"Tujuan utamanya adalah mewadahi pemain-pemain putri agar terus memiliki kesempatan berkompetisi. Dengan begitu, proses pembinaan mereka tidak terputus" ujarnya.
Menurut Yayat, kompetisi yang berjenjang menjadi faktor penting dalam mencetak pesepak bola putri berkualitas.
Tanpa adanya kompetisi yang berkesinambungan, Indonesia akan kesulitan menemukan bibit-bibit terbaik untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia.
"Melalui kompetisi seperti MilkLife Soccer Challenge dan All-Stars Hydroplus Soccer League, ke depannya PSSI akan lebih mudah mencari pemain-pemain putri berbakat karena mereka sudah memiliki wadah untuk berkembang," katanya.
All-Stars Hydroplus Soccer League diselenggarakan di empat regional, yakni Kudus, Jakarta, Surabaya, dan Bandung.
Juara serta runner-up dari masing-masing regional berhak melaju ke putaran final yang dipusatkan di Kudus.
Sebanyak 16 tim ambil bagian dalam babak final, terdiri atas delapan tim kelompok usia U-14 dan delapan tim kelompok usia U-16.
Yayat menjelaskan, Kudus dipilih sebagai tuan rumah karena mendapat dukungan Djarum Foundation yang selama ini berkomitmen terhadap pembinaan olahraga usia dini.
Berbagai fasilitas olahraga yang tersedia tidak hanya dimanfaatkan untuk pembinaan sepak bola, tetapi juga cabang olahraga lain seperti atletik dan panahan.
Yayat berharap Djarum Foundation terus konsisten mendukung pembinaan sepak bola putri sehingga semakin banyak lahir pemain berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Mudah-mudahan Djarum Foundation tetap eksis mencetak pemain-pemain nasional, terutama dalam pembinaan sepak bola putri," ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada para pemain agar terus berlatih dengan disiplin tanpa mengabaikan pendidikan.
"Jangan ragu menekuni sepak bola karena sekarang sudah ada wadahnya. Tetap fokus berlatih di club masing-masing, tetapi sekolah juga jangan ditinggalkan" pesannya.
Sementara itu, salah satu peserta asal Bandung yang memperkuat tim Mojang Priangan, Nayla Aulianti (14), mengaku bangga dapat mengikuti All-Stars Hydroplus Soccer League.
Pemain asal Tasikmalaya itu mengatakan kecintaannya terhadap sepak bola telah tumbuh sejak kecil.
"Alhamdulillah, saya sangat bangga. Semua ini berkat doa orang tua, pelatih, manajer, dan semua yang mendukung saya," ujarnya.
Nayla mengaku tantangan terbesarnya selama menjalani latihan justru datang dari dirinya sendiri.
Meski demikian, ia terus berusaha meningkatkan kemampuan demi mewujudkan cita-citanya membela Tim Nasional Indonesia.
"Harapan saya bisa masuk tim nasional. Semoga sepak bola putri di Indonesia semakin maju dan semakin banyak yang menekuninya" tutup Nayla. (Atiq/Muthia)
Editor : Ali Mustofa