Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Kanada Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Gol Menit Akhir Antar ke 16 Besar

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 29 Juni 2026 | 07:56 WIB
Jesse Marsch, pelatih timnas Kanada.
Jesse Marsch, pelatih timnas Kanada.

RADAR KUDUS – Timnas Kanada menorehkan salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola nasional setelah memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan dramatis atas Afrika Selatan lewat gol pada masa injury time tak hanya mengantar The Canucks mencetak sejarah baru, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola di negara yang selama ini lebih identik dengan hoki es.

Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan di Stadion Los Angeles, pelatih Jesse Marsch mengumpulkan seluruh pemain dan staf dalam sebuah lingkaran besar di tengah lapangan. Di hadapan skuadnya, mantan pelatih Leeds United itu menyampaikan pidato emosional yang langsung menjadi sorotan.

"Kalian adalah pahlawan Kanada. Masa depan sepak bola di negara ini akan berubah karena kalian," ujar Marsch penuh semangat.

Ucapan tersebut bukan sekadar luapan emosi usai kemenangan. Banyak pihak menilai keberhasilan Kanada di Piala Dunia 2026 memang menjadi titik balik perkembangan sepak bola nasional yang selama bertahun-tahun berada di bawah bayang-bayang olahraga hoki es.

Dari Negara Hoki Menjadi Kekuatan Baru Sepak Bola

Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas sepak bola di Kanada terus meningkat. Kehadiran kompetisi profesional seperti Canadian Premier League (CPL), perkembangan Major League Soccer (MLS) melalui klub-klub seperti Toronto FC, Vancouver Whitecaps, dan CF Montréal, serta keberhasilan generasi emas yang dipimpin Alphonso Davies dan Jonathan David menjadi fondasi penting kebangkitan tersebut.

Bahkan, sejumlah pendukung yang hadir di stadion mengaku kini masyarakat mulai lebih sering menyebut olahraga itu sebagai "football" dibanding "soccer", sesuatu yang dahulu sangat jarang terdengar di Kanada.

Transformasi itu semakin terasa sejak Kanada ditunjuk menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat dan Meksiko.

Rekor Bersejarah di Piala Dunia

Perjalanan Kanada di turnamen ini benar-benar mematahkan sejarah buruk mereka.

Sebelum edisi 2026, Kanada hanya pernah tampil dua kali di putaran final Piala Dunia, yakni pada 1986 dan 2022. Dari total enam pertandingan sebelumnya, mereka selalu kalah tanpa pernah lolos ke fase gugur.

Namun situasinya berubah drastis tahun ini.

Kanada membuka turnamen dengan hasil imbang melawan Bosnia-Herzegovina sebelum mencatat kemenangan telak 6-0 atas Qatar. Meski kalah dari Swiss pada laga terakhir fase grup, mereka tetap berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar.

Di fase gugur, Kanada kembali menunjukkan mental juara.

Menghadapi Afrika Selatan yang bermain sangat disiplin dan bertahan rapat sepanjang pertandingan, Kanada terus menekan hingga akhirnya Stephen Eustaquio mencetak gol kemenangan dramatis pada masa tambahan waktu.

Gol tersebut memastikan Kanada meraih kemenangan pertama sepanjang sejarah mereka di fase gugur Piala Dunia sekaligus melangkah ke babak 16 besar.

Alphonso Davies Terharu Melihat Dukungan Suporter

Kapten Kanada, Alphonso Davies, mengaku perkembangan sepak bola di negaranya membuatnya sangat emosional.

Pemain Bayern Munchen itu mengaku sempat meneteskan air mata ketika melihat ribuan pendukung Kanada memenuhi tribun pertandingan pembuka.

"Saya belum pernah melihat begitu banyak warga Kanada datang mendukung tim nasional di pertandingan sepak bola. Itu benar-benar membuat saya terharu," ungkap Davies.

Atmosfer dukungan tersebut kembali terlihat saat menghadapi Afrika Selatan di Los Angeles. Meski pertandingan berlangsung di Amerika Serikat, mayoritas tribun dipenuhi warna merah-putih khas Kanada sehingga suasananya terasa seperti laga kandang.

Jesse Marsch Bangun Mental Pemenang

Sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala pada 2024, Jesse Marsch memang membawa perubahan besar terhadap karakter permainan Kanada.

Pelatih asal Amerika Serikat tersebut menanamkan filosofi permainan agresif dengan tekanan tinggi, disiplin kolektif, dan mental pantang menyerah.

Keberhasilan lolos ke babak 16 besar menjadi bukti nyata perkembangan tersebut.

Menurut Marsch, keberhasilan timnya bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga tentang membangun identitas baru sepak bola Kanada.

Ia sengaja mengumpulkan seluruh pemain di tengah lapangan setelah pertandingan karena ingin memastikan semua pemain memahami arti besar kemenangan tersebut.

Menurutnya, momen seperti ini akan dikenang sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah olahraga Kanada.

Tantangan Lebih Berat Menanti

Perjalanan Kanada belum selesai.

Pada babak 16 besar, mereka dipastikan menghadapi lawan berat, yakni pemenang antara Belanda atau Maroko.

Di atas kertas, kedua negara memiliki pengalaman dan kualitas yang lebih matang dibanding Kanada. Belanda merupakan salah satu kekuatan tradisional Eropa, sedangkan Maroko datang dengan reputasi sebagai semifinalis Piala Dunia 2022 dan terus berkembang menjadi salah satu tim terbaik dunia.

Meski demikian, Marsch justru melihat pertandingan nanti sebagai kesempatan emas.

Ia menilai Kanada sudah melampaui ekspektasi banyak pihak sehingga kini timnya bisa bermain tanpa tekanan.

"Bertemu salah satu raksasa dunia adalah tujuan kami. Sekarang kami akan menikmati tantangan itu dan berusaha menciptakan kejutan berikutnya," katanya.

Momentum Kebangkitan Sepak Bola Kanada

Keberhasilan Kanada menembus babak 16 besar diperkirakan akan memberikan dampak besar bagi perkembangan sepak bola nasional.

Selain meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga ini, pencapaian tersebut juga diperkirakan mendorong investasi pada akademi pemain, kompetisi usia muda, pembangunan fasilitas latihan, hingga peningkatan kualitas liga domestik.

Dengan skuad yang rata-rata masih berada pada usia produktif, Kanada dinilai memiliki fondasi kuat untuk terus bersaing di level internasional dalam beberapa tahun ke depan.

Kini, satu hal sudah pasti: Kanada bukan lagi sekadar pelengkap di Piala Dunia. Mereka telah menjelma menjadi salah satu tim yang layak diperhitungkan di panggung sepak bola dunia.

Editor : Mahendra Aditya
#timnas kanada #Kanada vs Afrika Selatan #Jesse Marsch #Alphonso Davies #piala dunia 2026