Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Inggris vs Skotlandia di 16 Besar Piala Dunia 2026? Skenario Panas Rival Abadi Mulai Terbuka

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 24 Juni 2026 | 17:54 WIB
Harry Kane
Harry Kane

RADAR KUDUS - Peta persaingan menuju gelar juara Piala Dunia 2026 mulai terlihat semakin jelas seiring berakhirnya sebagian besar pertandingan fase grup. Dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta, turnamen kali ini menghadirkan skenario yang lebih kompleks sekaligus membuka peluang lahirnya duel-duel besar sejak awal fase gugur.

Salah satu kemungkinan yang paling menyita perhatian adalah potensi pertemuan antara Inggris dan Skotlandia pada babak 16 besar. Jika hasil-hasil pertandingan terakhir fase grup berjalan sesuai proyeksi saat ini, dua rival abadi dari Britania Raya tersebut bisa saling berhadapan dalam laga hidup-mati yang diperkirakan berlangsung di Mexico City pada 6 Juli mendatang.

Saat ini Inggris berada di puncak Grup L dan berada dalam posisi yang sangat menguntungkan untuk melaju ke fase knockout. Sementara itu, Skotlandia masih menempati posisi ketiga Grup C dan berpeluang lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Namun, seluruh skenario tersebut masih sangat dinamis. Hasil pertandingan terakhir Inggris melawan Panama serta laga Skotlandia menghadapi Brasil akan menjadi faktor utama yang menentukan posisi akhir kedua tim. Selain itu, hasil dari grup-grup lain juga berpotensi mengubah komposisi bagan fase gugur secara signifikan.

Baca Juga: VAR Jadi Sorotan! Keputusan Tak Beri Penalti untuk Ghana Picu Polemik Besar di Piala Dunia

Format Baru Piala Dunia Membuat Persaingan Semakin Rumit

Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang menggunakan format 48 tim, meningkat dari sebelumnya 32 peserta. Perubahan ini membuat jumlah negara yang lolos ke fase gugur bertambah menjadi 32 tim.

Sebanyak 12 grup masing-masing dihuni empat negara. Dua tim teratas dari setiap grup otomatis lolos ke babak 32 besar. Selain itu, delapan tim peringkat ketiga terbaik juga mendapatkan tiket ke fase gugur.

Sistem tersebut menciptakan banyak kemungkinan hingga pertandingan terakhir fase grup. Tim yang sebelumnya terlihat aman bisa tergeser, sementara negara yang berada di posisi ketiga masih memiliki peluang besar untuk melanjutkan perjalanan.

Bagi para penggemar sepak bola, situasi ini membuat setiap pertandingan memiliki nilai yang sangat penting karena satu gol saja dapat mengubah susunan klasemen maupun jalur menuju final.

Baca Juga: Bellingham Tutupi Mulut Saat Bicara dengan Lawan, Mengapa Wasit FIFA Tak Beri Kartu Merah?

Inggris Masih Memegang Kendali

Timnas Inggris datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu kandidat kuat juara. Skuad asuhan Thomas Tuchel menunjukkan performa cukup solid pada awal turnamen dan kini memegang kendali atas nasib mereka sendiri.

Kemenangan atas Panama akan memastikan Inggris tetap berada di jalur ideal menuju fase gugur. Bahkan, posisi juara grup berpotensi memberikan lawan yang relatif lebih ringan dibandingkan jika finis sebagai runner-up.

Kehadiran pemain-pemain seperti Harry Kane, Jude Bellingham, Declan Rice, Bukayo Saka hingga Marcus Rashford membuat Inggris memiliki kedalaman skuad yang sangat kompetitif. Meski demikian, performa mereka pada fase grup tetap menjadi perhatian karena sejumlah laga menunjukkan masih adanya celah yang perlu diperbaiki.

Skotlandia Mengincar Sejarah

Di sisi lain, Skotlandia tengah berjuang menciptakan sejarah baru. Mereka masih memiliki peluang untuk melangkah ke fase gugur dan berpotensi menjadi salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Jika berhasil lolos, peluang menghadapi Inggris akan menghadirkan salah satu pertandingan paling emosional dalam sejarah Piala Dunia. Rivalitas kedua negara telah berlangsung lebih dari satu abad dan selalu menyajikan atmosfer luar biasa.

Pertemuan terakhir kedua tim di ajang internasional juga selalu berlangsung ketat, terlepas dari perbedaan kualitas skuad maupun posisi ranking dunia.

Baca Juga: Bukan Soal Tonali Saja, Newcastle Terancam Tertinggal dari Klub-Klub Raksasa Inggris

Jalur Menuju Final Masih Bisa Berubah

Meski berbagai simulasi mulai bermunculan, peta fase gugur Piala Dunia 2026 masih jauh dari kata final. Setiap pertandingan pada pekan terakhir fase grup akan menentukan siapa yang bertahan dan siapa yang harus pulang lebih awal.

Aturan penentuan klasemen juga menjadi faktor penting. Jika dua tim memiliki jumlah poin yang sama, FIFA akan lebih dulu melihat hasil pertemuan langsung. Apabila masih imbang, penentuan dilanjutkan melalui selisih gol, jumlah gol yang dicetak, poin disiplin berdasarkan kartu kuning dan merah, hingga ranking FIFA terbaru.

Dengan banyaknya variabel tersebut, para pendukung sepak bola di seluruh dunia masih harus menunggu hingga seluruh pertandingan fase grup selesai sebelum mengetahui jalur pasti menuju final yang akan digelar pada 19 Juli 2026.

Namun satu hal sudah pasti, kemungkinan duel Inggris kontra Skotlandia di fase gugur menjadi salah satu skenario yang paling dinantikan dan berpotensi menghadirkan drama besar di panggung sepak bola dunia.

Editor : Mahendra Aditya
#klasemen Piala Dunia 2026 #Inggris vs Skotlandia #fase gugur Piala Dunia #bagan knockout Piala Dunia #piala dunia 2026