JAKARTA – Nama Lionel Messi kembali diukir dengan tinta emas dalam sejarah sepak bola dunia. Kapten Timnas Argentina itu resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia setelah melampaui rekor yang selama bertahun-tahun dipegang legenda Jerman, Miroslav Klose.
Momen bersejarah tersebut terjadi saat Argentina meraih kemenangan 2-0 atas Austria dalam lanjutan Grup J Piala Dunia 2026, Selasa (23/6/2026). Dalam pertandingan itu, Messi memborong dua gol kemenangan Albiceleste sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terbesar yang pernah menghiasi lapangan hijau.
Gol pertama Messi lahir menjelang turun minum. Meski sebelumnya gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti, pemain berjuluk La Pulga itu mampu bangkit dan menebus kesalahannya lewat tendangan kaki kiri yang tak mampu dihentikan kiper Austria.
Ketajaman Messi berlanjut pada babak kedua. Memanfaatkan bola muntah di depan gawang, ia dengan tenang menyarangkan bola dan mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut. Tambahan dua gol itu membuat koleksi gol Messi di ajang Piala Dunia mencapai 18 gol, melewati catatan 16 gol milik Miroslav Klose yang bertahan sejak Piala Dunia 2014.
Rekor yang Lahir dari Konsistensi Dua Dekade
Pencapaian ini bukan sekadar soal jumlah gol. Rekor tersebut menjadi simbol konsistensi luar biasa seorang pemain yang mampu bertahan di level tertinggi selama lebih dari dua dekade.
Messi menjalani debut Piala Dunia pada edisi 2006 di Jerman ketika usianya masih 18 tahun. Sejak saat itu, ia terus menjadi bagian penting Argentina dalam enam edisi Piala Dunia berturut-turut, mulai dari 2006, 2010, 2014, 2018, 2022 hingga 2026.
Tidak banyak pemain yang mampu tampil dalam enam putaran final Piala Dunia. Lebih sedikit lagi yang tetap menjadi penentu kemenangan tim saat usia mendekati 40 tahun.
Hebatnya, Messi berhasil mencetak gol dalam lima edisi Piala Dunia berbeda, sebuah pencapaian yang menunjukkan kemampuan adaptasi dan kualitas yang tetap terjaga meski generasi pemain terus berganti.
Memimpin Daftar Top Skor Piala Dunia 2026
Selain mencatatkan rekor sepanjang masa, Messi juga sedang memimpin persaingan top skor Piala Dunia 2026. Hingga fase grup berjalan, ia telah mengoleksi lima gol dan menjadi salah satu kandidat terkuat untuk meraih Sepatu Emas turnamen.
Performa impresif tersebut menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang bagi sang megabintang untuk terus bersinar. Di saat banyak pemain seusianya sudah pensiun atau bermain di level yang lebih rendah, Messi justru masih menjadi pusat permainan Argentina dan penentu hasil pertandingan.
Menambah Daftar Rekor Sang GOAT
Sepanjang kariernya, Messi telah mengumpulkan hampir seluruh penghargaan bergengsi yang tersedia di dunia sepak bola. Mulai dari gelar juara dunia bersama Argentina pada 2022, gelar Copa America, trofi Liga Champions, hingga delapan Ballon d'Or.
Kini, status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia menambah panjang daftar rekor yang berhasil ia pecahkan.
Banyak pengamat menilai pencapaian ini semakin memperkuat posisi Messi dalam perdebatan mengenai pemain terbaik sepanjang masa atau Greatest of All Time (GOAT). Sebab, selain meraih berbagai gelar kolektif dan individu, ia juga mampu mencatatkan rekor yang sebelumnya dianggap sulit disentuh.
Legenda yang Belum Selesai Menulis Sejarah
Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi panggung terakhir Messi di turnamen terbesar sepak bola dunia. Namun alih-alih sekadar menjadi peserta, ia justru kembali menjadi tokoh utama yang menentukan arah perjalanan Argentina.
Dengan koleksi 18 gol dan peluang menambah jumlah tersebut selama Argentina masih bertahan di turnamen, Messi masih berkesempatan memperlebar jarak dari para pesaingnya dalam daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia sepanjang masa.
Apa pun hasil akhir Argentina nanti, satu hal sudah pasti: Lionel Messi telah meninggalkan warisan yang mungkin akan sangat sulit disamai oleh generasi pemain berikutnya. Di usia yang hampir menyentuh 39 tahun, ia kembali membuktikan bahwa legenda sejati tidak mengenal batas waktu.
Editor : Mahendra Aditya