Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

12 Kota Bersaing di MLSC All Stars 2026, Kudus Bidik Gelar Juara Berturut-turut

Ali Mustofa • Selasa, 23 Juni 2026 | 09:50 WIB
BERTANDING HARI INI: 12 peserta turnamen MLSC All Stars foto bersama usai konferensi pers di Supersoccer Arena, Kudus, kemarin. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)
BERTANDING HARI INI: 12 peserta turnamen MLSC All Stars foto bersama usai konferensi pers di Supersoccer Arena, Kudus, kemarin. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

KUDUS – Turnamen sepak bola putri bertajuk MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All Stars digelar di Supersoccer Arena, Kudus, mulai hari ini.

Tuan rumah All Stars Kudus akan mengusung misi mempertahankan juara.

 Pada turnamen musim ini, MLSC All Stars berubah regulasi. Permainan akan dilaksanakan dengan 9 versus 9. Sedangkan musim lalu 7 versus 7.

Turnamen sepak bola putri usia dini ini, diikuti 12 kota dari penjuru Indonesia. Pada pembagian grup, Grup A dihuni oleh tim All Stars Surabaya, Jakarta, Malang, Samarinda.

Grup B dihuni oleh All Stars Solo, Jogjakarta, Semarang, dan Banjarmasin. Sedangkan Grup C, dihuni oleh All Stars Kudus, Bandung, Tangerang, dan Bekasi.

Yayat Hidayat kembali dipercaya menjadi pelatih tim All Stars Kudus. Pada musim ini, dia mematok target mempertahankan gelar juara MLSC All Stars musim lalu.

Pada turnamen ini, Yayat menilai pertandingan cukup meriah. Regulasi pertandingan diubah, sekaligus persaingan diperkirakan akan lebih ketat.

“Misi mempertahankan juara kami usung. Kami akan memanfaatkan dukungan suporter yang datang," katanya.

Dia ingin anak asuhnya tidak terbebani dengan laga perdana melawan Bandung. Yayat menekankan, pemain bermain enjoy dan mampu berjuang hingga peluit akhir di atas lapangan.

Sementara itu, finalis musim lalu All Stars Solo siap menjawab tantangan persaingan pada musim ini.

Pelatih All Stars Solo Maya Susmita menyampaikan, pada final tahun lalu, timnya diakui kurang beruntung saat berjumpa dengan tuan rumah Kudus.

Musim ini, dia datang bersama pemain dengan asa yang baru. Dia meyakini, Dewi Fortuna akan kembali berpihak dan menghantarkan Solo ke final seperti musim lalu.

“Kami telah meningkatkan program latihan. Pemain sudah kami berikan pengetahuan. Serta tidak lupa memberikan motivasi,” ungkapnya.

Maya menambahkan, sesi curhat dengan pemain menjadi kunci utama untuk meningkatkan performa. Lewat motivasi tersebut, semangat pemain akan terpompa lagi.

Sementara itu, Head Coach MilkLife Soccer Challenge Jackson F. Tiago mengatakan, pada turnamen ini, dia meminta pemain tidak terlalu ngotot.

Dia ingin pelatih dan pemain tidak memberi beban untuk menang.

“Ini bukan soal kalah atau menang, tetapi kami ingin pemain bisa memberikan permainan yang menghibur dan menampilkan yang terbaik,” katanya.

Ia berharap, pemain bisa berjuang hingga menit akhir. “Saya akan memantau gaya permainan seluruh peserta.

Mereka yang dinilai kompeten akan direkrut untuk berlaga mewakili Indonesia pada turnamen internasional di Singapura,” imbuhnya. (gal/lin)

Editor : Ali Mustofa
#MLSC All Stars #sepak bola putri #Kudus #Supersoccer Arena #MilkLife Soccer Challenge