Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Usai Tahan Selandia Baru, Iran Dipaksa Tinggalkan AS Tanpa Pemulihan: "Kami Tim Paling Terzalimi"

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 16 Juni 2026 | 17:52 WIB

 

Selebrasi timnas Iran saat timnya berhasil menahan imbang Selandia Baru.
Selebrasi timnas Iran saat timnya berhasil menahan imbang Selandia Baru.

LOS ANGELES – Perjuangan Tim Nasional Iran di Piala Dunia 2026 tampaknya tidak hanya terjadi di atas lapangan. Di tengah persaingan sengit Grup G, Team Melli harus menghadapi serangkaian kendala nonteknis yang dinilai mengganggu persiapan dan pemulihan fisik pemain.

Hanya beberapa jam setelah bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga pembuka Grup G di Los Angeles, Selasa (16/6/2026) dini hari WIB, skuad Iran harus segera meninggalkan Amerika Serikat dan kembali ke markas sementara mereka di Tijuana, Meksiko. Keputusan itu memicu kekecewaan pelatih Amir Ghalenoei yang menilai anak asuhnya tidak memperoleh waktu istirahat yang layak seperti tim-tim peserta lainnya.

"Kami bahkan tidak punya kesempatan untuk beristirahat dan memulihkan kondisi pemain," ujar Ghalenoei, seperti dikutip dari ESPN.

Pemulihan Terpangkas, Perjalanan Lintas Negara Jadi Beban Tambahan

Dalam turnamen sekelas Piala Dunia, tim biasanya diberikan waktu untuk menjalani recovery pascapertandingan, mulai dari terapi fisik, evaluasi medis, hingga pemulihan otot sebelum kembali berlatih.

Namun, hal tersebut tidak dialami Iran.

Alih-alih bermalam di California untuk menjalani proses pemulihan, para pemain harus langsung melakukan perjalanan darat menuju Tijuana, kota di Meksiko yang berbatasan langsung dengan San Diego, Amerika Serikat.

Perjalanan lintas negara tersebut dinilai menguras energi pemain yang baru saja menyelesaikan laga dengan intensitas tinggi.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat Iran masih harus menghadapi dua lawan berat di Grup G, yakni Belgia dan Mesir.

Ketegangan Politik Ganggu Persiapan Iran

Masalah yang dihadapi Iran ternyata sudah muncul jauh sebelum bola pertama Piala Dunia 2026 bergulir.

Awalnya, federasi sepak bola Iran berencana menjadikan Tucson, Arizona, sebagai pusat latihan selama turnamen berlangsung. Namun situasi geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat memaksa mereka mengubah rencana tersebut.

Akhirnya, Team Melli memilih bermarkas di Tijuana, Meksiko.

Keputusan itu berdampak besar terhadap mobilitas tim. Setiap kali menjalani pertandingan di Amerika Serikat, skuad Iran harus melintasi perbatasan internasional dengan prosedur administratif yang tidak sederhana.

Selain persoalan lokasi pemusatan latihan, sejumlah anggota staf pendukung Iran juga dilaporkan gagal memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat.

Akibatnya, personel yang tersedia harus merangkap berbagai tugas selama masa persiapan maupun pertandingan.

"Kami Tim yang Paling Terdampak"

Amir Ghalenoei tidak menutupi kekecewaannya terhadap situasi tersebut. Ia menilai Iran menghadapi tantangan yang tidak dialami kontestan lain di Piala Dunia 2026.

"Kami adalah tim yang paling tertindas di Piala Dunia ini," tegas pelatih berusia 62 tahun tersebut.

Pernyataan itu mencerminkan frustrasi tim pelatih yang merasa aspek nonteknis telah mengganggu upaya mereka untuk tampil kompetitif di turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Meski demikian, Ghalenoei tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemain yang mampu menunjukkan mentalitas kuat di tengah berbagai keterbatasan.

Mehdi Taremi Soroti Jadwal yang Melelahkan

Keluhan serupa juga disampaikan penyerang andalan Iran, Mehdi Taremi.

Pemain yang menjadi salah satu tumpuan lini depan Team Melli itu menilai perjalanan berulang melintasi perbatasan telah memangkas waktu penting yang seharusnya digunakan untuk memulihkan kebugaran.

Menurut Taremi, pemulihan fisik memiliki peran krusial dalam turnamen dengan jadwal pertandingan yang padat.

Tanpa recovery yang optimal, risiko kelelahan hingga cedera akan meningkat, terutama ketika tim harus menghadapi lawan-lawan dengan kualitas tinggi.

Bangkit Dua Kali, Iran Amankan Satu Poin

Terlepas dari segala hambatan di luar lapangan, Iran tetap mampu menunjukkan daya juang saat menghadapi Selandia Baru.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Los Angeles tersebut, Iran dua kali tertinggal sebelum akhirnya memaksakan hasil imbang 2-2.

Gol-gol Team Melli dicetak oleh:

Sementara dua gol Selandia Baru diborong oleh Elijah Just.

Hasil tersebut membuat Iran mengamankan satu poin penting pada laga pembuka.

Grup G Masih Terbuka

Persaingan Grup G dipastikan berlangsung ketat.

Pada pertandingan lainnya, Belgia juga harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir. Situasi itu membuat seluruh penghuni Grup G sama-sama mengoleksi satu poin.

Klasemen sementara yang seimbang membuka peluang bagi setiap tim untuk lolos ke fase gugur.

Namun bagi Iran, tantangan berikutnya tidak hanya soal kualitas lawan, tetapi juga kemampuan menjaga kondisi fisik di tengah jadwal perjalanan yang padat.

Laga melawan Belgia diprediksi menjadi ujian sesungguhnya bagi Team Melli. Jika mampu meraih hasil positif, Iran berpeluang besar menjaga asa melangkah ke babak berikutnya.

Atmosfer Politik Warnai Pertandingan

Laga Iran kontra Selandia Baru juga berlangsung dalam atmosfer yang sarat nuansa politik.

Ratusan demonstran dilaporkan berkumpul di sekitar stadion sebelum pertandingan dimulai. Di dalam arena, sebagian penonton terdengar memberikan reaksi negatif ketika lagu kebangsaan Iran diperdengarkan.

Meski demikian, pertandingan tetap berlangsung kondusif dan disaksikan lebih dari 70 ribu penonton yang menciptakan atmosfer meriah sepanjang laga.

Di tengah tekanan politik, keterbatasan logistik, dan minimnya waktu pemulihan, Iran tetap menunjukkan karakter pantang menyerah. Kini, Team Melli dituntut kembali membuktikan ketangguhannya saat menghadapi laga-laga penentuan berikutnya di Piala Dunia 2026.

Editor : Mahendra Aditya
#Iran vs Selandia Baru #Amir Ghalenoei #Mehdi Taremi #Grup G Piala Dunia 2026 #Timnas Iran Piala Dunia 2026