Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lamine Yamal Cedera, Spanyol Goyah Jelang Piala Dunia 2026?

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 5 Juni 2026 | 08:23 WIB
Lamine Yamal
Lamine Yamal

RADAR KUDUS - Meski masih dijagokan sebagai kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026, Timnas Spanyol mulai menghadapi gelombang keraguan yang semakin besar. Sorotan utama mengarah pada absennya bintang muda Lamine Yamal yang hingga kini masih berkutat dengan cedera hamstring kiri.

Ketidakhadiran pemain muda milik FC Barcelona tersebut memunculkan pertanyaan yang terus mengemuka di kalangan pengamat sepak bola Eropa: apakah La Roja sudah terlalu bergantung pada Yamal?

Padahal di atas kertas, skuad asuhan Luis de la Fuente masih menjadi salah satu tim terkuat di dunia. Status sebagai juara UEFA Euro 2024 dan kedalaman skuad yang merata membuat Spanyol tetap ditempatkan sebagai favorit utama oleh sejumlah rumah taruhan internasional.

Namun hasil-hasil terbaru justru memperlihatkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan.

Hasil Uji Coba yang Jauh dari Meyakinkan

Dalam rangkaian persiapan menuju Piala Dunia 2026, Spanyol gagal menunjukkan dominasi yang biasa mereka tampilkan dalam dua laga persahabatan terakhir.

La Roja hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Irak sebelum kembali ditahan tanpa gol oleh Mesir. Hasil tersebut menimbulkan kekhawatiran karena datang pada saat tim sedang berusaha membangun momentum menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia.

Meski kedua pertandingan lebih banyak dimanfaatkan sebagai ajang eksperimen taktik dan rotasi pemain, performa tim dinilai belum mencerminkan kualitas yang diharapkan dari calon juara dunia.

Menariknya, perhatian publik justru lebih banyak tertuju kepada Yamal yang tidak bermain daripada para pemain yang berada di lapangan.

Bayang-Bayang Yamal Menutupi Bintang Lain

Absennya Yamal seolah menunjukkan betapa besar pengaruh pemain berusia 18 tahun tersebut bagi sepak bola Spanyol saat ini.

Bahkan ketika tidak bermain, namanya tetap menjadi pusat perhatian media. Kehadirannya di sekitar skuad mendapat sorotan lebih besar dibanding pencapaian sejumlah pemain lain.

Salah satunya adalah Ferran Torres yang berhasil mencetak gol internasional ke-25 bersama Timnas Spanyol. Torehan itu membuatnya sejajar dengan legenda sepak bola Spanyol seperti Emilio Butragueño dan melampaui sejumlah nama besar lain.

Namun pencapaian tersebut nyaris tenggelam di tengah kabar perkembangan kondisi Yamal.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sang wonderkid telah berkembang bukan hanya sebagai pemain penting, melainkan juga ikon baru sepak bola Spanyol.

Cedera Datang di Saat yang Tidak Tepat

Kekhawatiran semakin meningkat karena cedera yang dialami Yamal datang menjelang fase paling krusial musim internasional.

Laporan terakhir menyebutkan bahwa ia berpotensi melewatkan laga uji coba menghadapi Peru serta dua pertandingan awal Grup H Piala Dunia 2026 melawan Cape Verde dan Saudi Arabia.

Masalah Spanyol tidak berhenti di situ. Rekan duetnya di sektor sayap, Nico Williams, juga masih menjalani pemulihan akibat cedera pangkal paha.

Kondisi tersebut membuat lini serang Spanyol kehilangan dua pemain yang selama ini menjadi motor utama permainan cepat dan agresif di sisi lapangan.

Tanpa keduanya, gaya bermain yang sukses mengantarkan Spanyol menjadi juara Eropa terlihat jauh berkurang efektivitasnya.

Statistik Membuktikan Spanyol Tetap Tangguh Tanpa Yamal

Meski demikian, tidak semua kabar bagi pendukung Spanyol bernada negatif.

Data menunjukkan bahwa La Roja sebenarnya tetap mampu meraih hasil positif ketika Yamal tidak tersedia. Sejak menjalani debut internasional pada September 2023, pemain muda tersebut telah absen dalam 10 pertandingan karena cedera.

Hasilnya cukup mengesankan: delapan kemenangan dan dua kali imbang.

Beberapa tim yang berhasil dikalahkan Spanyol tanpa Yamal antara lain Scotland, Norway, Serbia, Denmark, Switzerland, Bulgaria, dan dua kali mengalahkan Georgia.

Statistik tersebut membuktikan bahwa kualitas Spanyol tidak semata-mata bergantung pada satu pemain.

Namun dalam sejumlah laga terakhir, kreativitas dan kemampuan Yamal dalam membuka ruang memang terlihat sangat dirindukan.

Alarm atau Sekadar Gangguan Sementara?

Pertanyaan terbesar menjelang Piala Dunia 2026 bukan lagi soal kualitas skuad Spanyol, melainkan kesiapan mereka menghadapi turnamen tanpa kondisi ideal.

Sejak menjadi pemain inti tim nasional, Yamal selalu absen karena faktor cedera, bukan keputusan pelatih. Hal ini menunjukkan betapa penting peran sang pemain dalam proyek jangka panjang Luis de la Fuente.

Jika proses pemulihan berjalan sesuai rencana, Yamal diperkirakan dapat kembali dalam kondisi terbaik pada akhir fase grup. Kehadirannya berpotensi mengembalikan daya ledak yang selama ini menjadi ciri khas permainan Spanyol.

Bagi La Roja, beberapa hasil kurang meyakinkan sebelum turnamen mungkin hanya berdampak pada posisi mereka dalam ranking FIFA. Namun jika cedera pemain kunci terus berlanjut, situasinya bisa berkembang menjadi ancaman yang jauh lebih serius.

Kini seluruh perhatian tertuju pada satu nama: Lamine Yamal. Apakah ia akan kembali tepat waktu untuk membawa Spanyol menuju gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka, atau justru absennya sang bintang menjadi awal dari runtuhnya status favorit La Roja di Piala Dunia 2026?

Editor : Mahendra Aditya
#La Roja #cedera Lamine Yamal #piala dunia 2026 #Lamine yamal #timnas spanyol