RADAR KUDUS - Kepastian terdegradasinya Persis Solo dari BRI Super League 2025/2026 meninggalkan luka mendalam bagi seluruh elemen klub. Setelah berjuang sepanjang musim untuk mempertahankan status di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Laskar Sambernyawa akhirnya harus menerima kenyataan pahit turun ke Liga 2 musim depan.
Di tengah suasana penuh kekecewaan tersebut, gelandang kreatif asal Brasil, Dimitri Lima, menyampaikan pesan optimistis yang menjadi secercah harapan bagi para pendukung Persis Solo. Meski gagal mencapai target utama musim ini, ia meyakini klub kebanggaan Kota Bengawan itu memiliki kekuatan untuk segera kembali ke level tertinggi sepak bola nasional.
Degradasi Jadi Pukulan Berat bagi Seluruh Tim
Sejak bergabung pada putaran kedua kompetisi, Dimitri Lima datang dengan misi membantu Persis keluar dari tekanan zona degradasi. Namun upaya tersebut belum cukup untuk mengubah nasib tim hingga akhir musim.
Pemain berusia 29 tahun itu mengakui bahwa kegagalan bertahan di BRI Super League menjadi hasil yang sangat menyakitkan. Pasalnya, sejak awal kompetisi, target utama yang dibangun oleh tim adalah mengamankan posisi di kasta tertinggi.
Meski demikian, Dimitri memilih untuk tetap memandang masa depan dengan optimisme.
Menurutnya, Persis bukanlah klub biasa. Dengan sejarah panjang, tradisi kuat, serta dukungan suporter yang luar biasa, ia percaya Laskar Sambernyawa memiliki semua modal untuk bangkit dari keterpurukan.
“Sayangnya kami tidak berhasil mencapai target untuk bertahan di kompetisi tertinggi. Namun saya percaya Persis akan kembali ke tempat yang seharusnya,” ungkap Dimitri.
Pernyataan tersebut langsung mendapat perhatian dari para pendukung yang berharap tim kesayangannya tidak berlama-lama berada di kasta kedua.
Tetap Profesional di Tengah Situasi Sulit
Sepanjang membela Persis Solo, Dimitri Lima dikenal sebagai salah satu pemain yang tampil paling konsisten. Kehadirannya di lini tengah membawa kreativitas baru yang sempat mengangkat performa tim dalam sejumlah pertandingan penting.
Meski datang ketika situasi tim sedang sulit, ia mengaku selalu berusaha memberikan kemampuan terbaik setiap kali dipercaya tampil.
Bagi Dimitri, profesionalisme menjadi hal utama. Ia tidak ingin menjadikan tekanan klasemen sebagai alasan untuk menurunkan kualitas permainan.
Selama menjalani kompetisi, dirinya terus berusaha meningkatkan performa dan memberikan dampak positif bagi tim.
"Saya selalu bekerja keras dan berusaha tampil lebih baik di setiap pertandingan. Saya menuntut diri sendiri untuk terus berkembang," ujarnya.
Komitmen tersebut tercermin dari kontribusi nyata yang ia berikan selama berseragam Persis Solo.
Menutup Musim dengan Kemenangan, Tapi Tidak Menghapus Kesedihan
Meski gagal menghindari degradasi, Persis Solo setidaknya mampu mengakhiri musim dengan hasil positif. Laskar Sambernyawa berhasil meraih kemenangan pada laga terakhir kompetisi.
Namun kemenangan tersebut tidak cukup menghapus rasa kecewa yang dirasakan para pemain.
Dimitri mengaku bangga terhadap perjuangan seluruh anggota tim yang tetap tampil maksimal hingga pertandingan terakhir. Menurutnya, semangat juang tersebut menjadi bukti bahwa Persis tidak menyerah meski berada dalam situasi sulit.
Ia merasa senang karena tim mampu menunjukkan performa yang baik pada penutup musim. Akan tetapi, hasil akhir kompetisi tetap menjadi kenyataan yang sulit diterima.
"Saya senang dengan penampilan tim dan kami mampu memenangkan pertandingan terakhir. Namun saya tetap sedih karena harus menerima kenyataan degradasi," katanya.
Ucapan Terima Kasih untuk Pasoepati dan Surakartans
Di balik perjalanan sulit musim ini, Dimitri juga memberikan apresiasi khusus kepada para suporter Persis Solo yang terus hadir memberikan dukungan.
Menurutnya, loyalitas pendukung menjadi salah satu faktor yang membuat para pemain terus berjuang hingga akhir musim. Dukungan yang tidak pernah surut, baik saat tim menang maupun terpuruk, meninggalkan kesan mendalam bagi pemain asal Brasil tersebut.
Ia mengaku merasakan besarnya cinta yang diberikan para pendukung selama membela Persis.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas seluruh dukungan dan kasih sayang yang diberikan suporter sepanjang musim ini," ucapnya.
Pesan tersebut menjadi bentuk penghormatan Dimitri kepada ribuan pendukung setia yang tetap memenuhi tribun Stadion Manahan meski tim berada dalam situasi sulit.
Rekrutan Paruh Musim yang Langsung Berpengaruh
Dimitri Lima direkrut Persis Solo pada bursa transfer paruh musim 2025/2026 dari klub Korea Selatan, Hwaseong FC.
Kedatangannya diharapkan mampu meningkatkan kreativitas serangan sekaligus membantu tim keluar dari ancaman degradasi.
Secara individu, Dimitri mampu menjawab ekspektasi tersebut. Dalam 15 pertandingan bersama Persis, ia mencatatkan tiga gol dan empat assist.
Kontribusi tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di sektor tengah. Kemampuannya mengatur tempo permainan, membuka ruang, serta menciptakan peluang menjadikan Dimitri sebagai motor serangan utama Laskar Sambernyawa pada paruh kedua musim.
Sayangnya, performa impresif sang gelandang tidak cukup untuk mengangkat posisi Persis keluar dari zona merah.
Masa Depan Dimitri Masih Abu-Abu
Seiring berakhirnya musim dan kepastian Persis tampil di Liga 2, masa depan Dimitri Lima kini menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan.
Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah pemain asal Brasil tersebut akan tetap bertahan atau memilih melanjutkan karier di klub lain. Salah satu faktor yang memengaruhi keputusan tersebut adalah belum finalnya regulasi pemain asing untuk kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
Apapun keputusan yang diambil nanti, Dimitri telah meninggalkan kesan positif selama membela Persis Solo. Sikap profesional, kontribusi di lapangan, serta pesan optimistis yang disampaikannya setelah degradasi menjadi bukti komitmennya terhadap klub.
Kini Persis Solo menghadapi tantangan baru untuk membangun kembali kekuatan tim dan menyusun langkah menuju promosi. Di tengah kekecewaan yang masih terasa, keyakinan Dimitri Lima bahwa Laskar Sambernyawa akan kembali ke tempat yang layak menjadi harapan baru bagi seluruh pendukung Persis Solo.
Editor : Mahendra Aditya